Stres, Jodoh dan Karier !

 

Fadli, Mahasiswa, 23 thn, Jl. Setia Budi. 10 April 2005.

 

 

Salam Hormat saya.
 

Teriring salam dan do'a saya kepada seluruhmember dan simpatisan di duhgusti dan para konsultan yang bersedi memberikan jawaban tetntang berbagai pertanyaan dan konsultasi tentang masalah peribadi dan kehidupan.jadi aku perna menayakan beberapa masalah kepada duhgusti tapi aku belum menerima jawaban dan tanggapan. dan sekarang aku mau memberikan beberapa pertanyaan untuk di renungi dan di jawab yakni :

  1. Bagaimana mengatasi jika ada masalah yang dialami yang sangat berat dan membuat stress?

  2. Dalam meniti karir apa yang seharusnya yang pertama di lakukan ?

  3. Bagaimana trik mencari pasangan hidup yang ideal ?


 

MasIdan.

 

 

Bayangan yang terlalu Tinggi Melayang salah satu penyebab Stres Berat !

 

Inilah penyebab utama kadar stres yang di derita setiap orang. Bagaimana tidak, jika kita dengan tidak menyadari telah membayangkan sesuatu yang belum terjadi. Namun akhirnya, ternyata kejadian yang terjadi jauh dari bayangan yang telah diangan-angankan. Tentu saja kita akan kecewa dan sedih dibuatnya.

 

Namun anehnya kita tidak menyadari, bahwa kekecewaan dan rasa sedih yang terjadi akibat perbuatan kita sendiri, yang telah berangan-angan tentang sesuatu yang belum terjadi. Malah tak jarang banyak diantara kita selalu mengulang perbuatan itu secara berulang-ulang. Dan merekapun harus terus berulang-ulang menerima kekecewaan demi kekecewaan dan kesedihan. Dan kemudian, ketika menghadapi kesedihan dan kekecewaan yang cukup beratpun, belum juga menyadari akan perbuatan sendiri yang telah mengakibatkannya. Dan hidup merekapun seakan bergelimang dengan kesedihan demi kesedihan dan kekecewaan. Begitru seterusnya, lalu kapan sadarnya ?

 

Bagaimana tidak stres ! baru pacaran saja sudah menganggapnya sebagai suaminya. Bahkan sudah melayang jauh membayangkan akan rumahtangganya yang akan harum semerbak bagai bunga-bunga di sekeliling rumahnya yang akan datang. Tidak cukup itu saja, kebanyakan mereka sudah membayangkan berapa anak yang akan di asuhnya. Sudah membayangkan akan perannya sebagai suami atau istri kelak suatu ketika. Membayangkan kebahagian demi kebahagian yang akan direngkuhnya. Membayangkan bentuk rumah, anak-anak, dan segala hal yang sudah melayang tak karuan. Tentu saja bayangan-banyangan yang dipenuhi senyuman dan bunga-bunga. Membayangkan semua dan semua yang sama sekali belum terjadi. Membayangkan sampai sedetail-detailnya kehidupan yang akan datang dengan si dia. Membayangkan, entah sampai jauh ke atas sana, dengan rasa bangga dan penuh harapan.

 

Namun sayang musibah ternyata harus datang. Bayangan yang baru di angan-angan itu hilang seketika tanpa aba-aba dan persiapan. Apalagi harus menerima kenyataan yang sangat menyakitkan dan sangat memalukan. Tentu saja kekecewaan dan kesedihan sudah terlalu amat sangat di depan mata. Kekeringan pribadi dan kekrontangan jiwa akan sangat menentukan kadar masalah yang akan dihadapinya. Tidak menutup kemungkinan lemahnya jiwa yang dimilikinya menjadikan dia stres cukup berat, dan jikalau tidak ada penanganan yang seimbang, bisa-bisa menjadi gangguan jiwa yang bisa menetap. Kasihan sungguh kasihan mereka yang mau-maunya menjadi gila hanya tak mau memahami kenyataan yang ada, hanya tak tahu cara mengatasinya. Hanya tak tahu cara menghadapinya. Dan hanya tak tahu cara keluar dari masalahnya.

 

Dan anehnya banyak yang tak mengetahuinya bahwa dia bisa menjadi gila hanya karena perbuatan sendiri yang telah dilakukannya. Dia bisa gila hanya karena telah membayangkan sesuatu terlalu tinggi melayang itu. Namun sayang dia harus jatuh dari ketinggihan bayangan yang telah dibuatnya itu. Tentulah semaikin tinggi bayangan yang dilakukan menjadikan rasa sakit yang semakin menusuk sangat dalam juga. Dan amat disayangkan, dia ternyat tidak konsisten menerima rasa sakit yang amat dalam itu. Kemudian diapun rebah diatas tanah keringnya jiwa. Dan iapun harus bangun dengan ketidaktahuan siapakah sebenarnya dirinya ? Sungguh amat memprihatinkan ? Lalu siapakah orang bodoh yang mau-maunya meniru perbuatan si dia itu ?

 

Banyak juga yang dalam mencari pekerjaan atau rejeki, sudah terlalu berangan-angan menjadi kaya. Sudah berangan-angan naik mobil pribadi ataupun sepeda motor barunya. Sudah berangan-angan mempunyai rumah mewah dan istri atau suami yang cantik atau ganteng itu. Namun sayang, umumnya kalau sudah berangan-angan maka kenyataannya banyak yang sangat lemah dalam usaha. Atau tidak mengukur diri pada pekerjaan yang dicarinya. Sehingga yang banyak didapatinya hanyalah kegagalan demi kegagalan yang ada. Dan kembalilah, karena sudah begitu tinggi angan-angannya, maka iapun akan segera jatuh dari ketinggian angan-angan yang telah dibuatnya.

 

Demikian dalam mencari rejeki atau yang lainnya. Belum bekerja atau berusaha yang sekuatnya, malah sudah membanyangkan yang tidak-tidak. Akhirnya mereka kebanyakan berusaha mencari mudahnya dan jalan pintas yang ada. Bisa saja ia mendapatkannya. Namun sayang angan-angan dan kesombongannya tidak mengetahui kesulitan dan bahaya yang akan menghadangnya. Mereka merasa enjoy-enjoy saja melakukanya, tanpa menyadari akan kemungkinan bahaya atau kesulitan yang segera tiba. Akhirnya musibah ternyata harus datang juga, tanpa dinyana-nyana. Akhirnya merekapun jatuh tersungkur di rumah sakit. Dan kemudian jika kesembuhan segera tiba, penjarapun pasti sudah menunggunya. Kami yakin anda tahu siapa mereka itu, dan mudah-mudahan mereka tidak gila di penjara !

 

 

Mengatasi Stres !

 

Hindarilah bayangan dan angan-angan yang menyesatkan. Kita boleh saja berangan-angan untuk kaya, namun harus disadarinya dengan perbuatan yang nyata. Harus disadarinya bahwa itu semua butuh kerja keras dan semangat yang membaja. Harus disadari juga, jika ternyata anda masih belum mendapatkannya, maka rejeki itu sebenarnya adalah persoalan Yang Kuasa. Akan tetapi inipun tidak harus berhenti di situ saja, usaha dan semangat membaja harus terus dilakukannya. Dilakukannya sampai ajal menjemput kita. Tidak ada kata menyerah dalam berusaha ke arah sana, namun juga tidak patah semangat untuk ini semua.

 

Berbeda membayangkan sebuah mobil mewah atau yang lainnya untuk cita-cita dan harapan, dengan membayangkannya dengan angan-angan yang tiada guna !

 

Ambil misal saja, Anda mempunyai cita-cita mempunyai mobil yang cukup mewah, sebab anda bisa mengatakan itu, karena anda memang mempunyai kemampuan dan memilik perhitungan. Andapun kemudian bekerja dengan serius dan cukup usaha. Kemudian andapun berusaha mencari peluang yang bisa anda maksimalkan untuk usaha dan memaksimalkan untuk bekerja. Dan andapun memang punya kemampuan dan usaha, sehingga sangat memungkinkan anda memilkinya. Ini bukanlah angan-angan namun malah keharusan !

 

Ini sangatlah berbeda dengan adanya orang yang punya angan-angan memilki mobil mewah, namun sangat bertolak belakang dengan usaha dan kemampuan yang ada. Inilah yang kami maksud dengan angan-angan yang tiada guna, bukannya sebagai cita-cita. Sebab bagaimana ia bisa melakukannya kalau hanya enak-enak saja. Bagaiman bisa memilkinya kalau tidak mau susahnya. Bagaimana bisa, kalau hanya mencari mudahnya saja. Bagaiman bisa, kalau tanpa usaha dan semangat yang membaja. Memang bisa saja mereka mendapatkannya, namun tentu saja dengan cara yang pasti tidak wajar oleh karenanya. Dan tentu saja cara tidak wajar itu pasti mengandung resiko yang berat baginya, seperti salah satunya yang telah kami sebutkan di atas.

 

Inilah angan-angan yang menyesatkan dan menjadi sarang bagi orang untuk menghadapi masalah-masalah yang cukup berat, khususnya dalam masalah rejeki dan bekerja !

 

Demikian juga dalam masalah jodoh, nikmatilah saja masa sosialisasi dengan pacar anda itu. Janganlah sudah menganggap mereka itu adalah suami atau istri anda, sebelum ada fakta yang menyebutkan anda adalah pasangan suami istri yang syah dan diakui di mata masyarakat sekitar. Lalu bagaimana kita tidak stres kalau belum-belum sudah menganggap menjadi miliknya. Bagaiman tak stres kalau belum-belum mereka malah sudah menyerahkan kehormatannya. Bagaimana tidak stres kalau belum-belum sudah membayangkan sampai di ujung langit sana. Bagaimana tidak stres kalau dalam hidupnya saja, dipenuhi dengan angan-angan yang tiada guna dan tidak pada tempatnya. Namun sayang dan cukup aneh juga, banyak diantara mereka masih saja tidak menyadarinya. Sungguh aneh, mereka tetap saja mengulang-ulang walau rasa sakit terus dihadapinya. Sungguh amat disayangkan kalau jiwa ternyata tidak siap menerimanya. Dan kemudian ternyata kita bisa gila dibuatnya. Lalu siapakah yang masih belum menyadari ini semua ?

 

Dan jangan lupa pula anda membaca : Masalah Pada Dasarnya Bukanlah Masalah ! ("Masalah pada dasarnya bukan masalah" dan "Stres hanyalah sebuah Ketakutan")

 

 

Jalan untuk meniti karier yang menjanjikan.

 

Pertama-tama anda harus berusaha mencintai pekerjaan yang akan atau telah anda lakukan itu. Untuk ini bacalah : Manusia dan Kejenuhan hidup ! . Usahakan mencari celah dan apapun juga di mana anda dapat mencintai pekerjaan anda itu. Sebab tanpa ini semua, sulitlah anda dapat berkembang dalam pekerjaan anda itu.

 

Kemudian bekerja yang ulet dan mempunyai kemampuan empati yang tinggi. Kemampuan empati disini diperlukan untuk pandai-pandai membaca situasi dan kemampuan membaca peluang dan target yang dapat dicari. Empati yang kami maksud adalah kemampuan memahami dan mengerti perasaan orang-orang disekitar anda. Sehingga dengan ini semua, anda akan bisa mengukur diri dan membaca peluang yang mungkin dapat anda capai kemudian hari. Masalah ulet adalah syarat umum yang memang harus dilakukan supaya mendapat prestasi. Sebab mustahil tanpa keuletan orang akan mampu mengukir prestasi.

 

Rasa tahu diri dan percaya diri adalah faktor yang diperlukan dalam meniti karier. Percaya diri akan kemampuannya untuk mendapatkan tempat yang lebih tinggi. Percaya diri inilah yang akan mempertahankan prinsip-prinsip semangat kerja dari orang-orang bodoh di sekitar anda. Sebab tanpa prinsip tentang semangat kerja, mustahil anda punya rasa kepercayaan diri.

 

Tahu diri, agar anda tidak terjebak pada kebodohan diri dan kesombongan hati. Tahu diri di sini akan mengontrol diri anda pada kebohongan-kebohongan diri. Kebohongan diri akibat rasa percaya diri yang sudah melampau batas kemampuan diri. Dan ketaktahuan diri inilah yang membuat anda tidak menyadari tentang kebodohan dan kesombongan yang terjadi pada diri anda. Sebab kalau anda terlalu keluar diambang batas kepercayaan diri, kemudian yang terjadi hanya pembodohan diri dan kesombongan diri, maka mustahillah anda mendapat prestasi.

 

 

Masalah Jodoh yang Ideal !

 

Sebelum membahas sedikit tentang ini ada baiknya anda baca dulu :  "Aku Takut Ditolak" dan  "Di Mana Jodohku ?"

 

Berbicara masalah jodoh yang ideal adalah gampang-gampang susah. Ini disebabkan masalah jodoh adalah masalah yang tak bisa dirumuskan. Masalah jodoh adalah misteri dan sulit diduga. Oleh karena itu sulit rasanya menentukan masalah jodoh menjadi suatu hal yang ideal. Namun memang ada beberapa hal yang bisa menjadi pegangan, supaya kelangsungan perjodohan dan rumahtangganya menjadi lebih nyaman dan tidak banyak menemui kendala yang berarti. Namun inipun, tidak ada jaminan akan berlangsungnya rumah tangga yang mulus tanpa lubang dan duri.

 

Hal di atas sangat bisa dipahami mengingat, sebuah perjodohan akan menyangkut masalah perwatakan, kepribadian, kultur, dan cara pandang dua insan yang berlainan jenis dan asal-usulnya. Nah.., akibat berperannya banyak faktor, maka masalah perjodohan adalah masalah yang cukup rumit dan pelik. Untuk itu kalau toh kami bisa sedikit banyak menjabarkan permasalahan keidealan sebuah perjodohan, maka ini bukanlah sebuah keharusan. Namun mungkin tidak ada salahnya menjadi sebuah pilihan yang pantas untuk dipertimbangkan.

 

Yang pertama ialah kesamaan dalam hal kepercayaan yang dianutnya (Agama, adat-istiadat ataupun kultur yang dianutnya). Ini kami tekankan menjadi hal yang utama, oleh sebab kepercayaan yang sudah dianutnya adalah bagian dari sistem yang sudah mengakar pada diri dan keluarganya. Perbedaan kultur dan kepercayaan tidak sedikit banyak menjadi ganguan dan ganjalan pada sebuah rumah tangga yang berdiri diatas dua kultur dan kepercayaan yang cukup tajam perbedaannya.

 

Perbedaan yang cukup tajam inilah yang sering berperan menggoyahkan rumah tangga seseorang. Dan dalam banyak kasus, penyebab goyahnya sebuah rumah tangga dalam kaitannya dengan masalah ini, justru disebabkan campur tangan pihak luar. Kedua belah pihak yang berada diluar ini, sering memberi pandangan yang berbeda terhadap dinamika rumah tangga tersebut. Dan kemudian pada akhirnya, jika kedua insan yang berada dalam rumah tangga tersebut tidak mempunyai prinsip dan sikap akan masa depan rumah tangganya sendiri, maka jalannya rumah tangga itupun banyak mengalami goncangan dan ujian. Dan selanjutnya, nasib rumah tangga merekapun akan berada di ujung tanduk. Dan kemudian, kalau tidak segera menemukan prinsip dan sikap terhadap rumahtangganya sendiri, maka tidak mustahil rumah tangga itupun mudah ambruk berantakan..

 

Kedua adalah kematangan diri tentang pandangan mengenai lawan jenisnya. Hal ini berhubungan dengan dasar dan alasan kenapa seseorang memilih calon pendampingnya. Pertimbangan ini menjadi sangat penting mengingat banyak orang salah atau keliru dalam menetapkan dasar dan alasan memilih calon pendampingnya.

 

Sebab banyak orang menjadi keliru ketika kekayaan dan harta benda yang mendasarinya, ternyata telah menjadi menyakitkan dalam hidupnya. Bagaimana tidak sakit dalam hidupnya, karena ternyata pendampingnya tidak tahu atau tidak mengerti cara memperlakukan dirinya. Begitu juga dengan kecantikan dan kegantengan yang sangat semu itu, jika ternyata prilakunya dan sikap-sikapnya jauh dari wajahnya ? Bagaimana tidak menyakitkan, jika ternyata kegagahan dan kemolekannya itu, tidak segagah dan semolek membina rumah tangganya ? Dan seterusnya dan seterusnya.

 

Lalu pada akhirnya, ternyata kematangan diri dalam mempersiapan berumah tangga itu berada dalam jiwanya. Dalam jiwa yang sudah siap mengabdi dan melindungi. Dalam jiwa yang mengerti cara memperlakukan dan memahami istri atau suami. Dalam jiwa yang sangat tahu betul cara membangun kebahagian yang sejati. Dalam jiwa yang segera bisa menyikapi dan segera menempatkan diri, suatu ketika harus melewati jalan terjal yang penuh duri. Dalam jiwa yang tahu betul kewajiban dan hak sebagai istri atau suami. Dalam jiwa yang sadar betul cara menjalani rumah tangga yang sejati. Jiwa yang sudah matang untuk memasuki dunia yang sudah bukan menjadi dirinya sendiri ?

 

Yang ketiga atau yang terakhir adalah sebuah rumah tangga haruslah menjadi semangat untuk belajar mandiri dan mencari kehormatan diri. Semangat mandiri dan mencari kehormatan diri di sisni adalah pandangan bahwa keluarga harus bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk mencari rejeki. Sebab harus disadari, bahwa dalam rumah tangga akan banyak pelajaran yang akan dihadapi dan dilalui. Pelajaran itu harus diarahkan untuk menuju rumah tangga yang produktif dan berdaya guna. Produktif dalam meningkatkan rejeki yang sejati (bukan pendapatan ketika masih sendiri). Berdaya guna untuk melahirkan generasi yang mumpuni dan penuh prestasi. Berdaya guna ikut serta membangun masyarakat yang produktif dan inovatif. Berdaya guna sebagai lini depan yang akan menentukan nasib bangsa yang lebih pasti. Berdaya guna menjadikan rumah tangga yang sejati, yaitu rumah tangga yang mampu mendapatkan kemapanan dan kehormatan diri.

 

Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami sampaikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan,  ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran  dari masalah-masalah mereka  di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap di dalam banyak jebakkan hidup yang tak kentara !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia kehidupan yang telah banyak dilupakan sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !