|
*** Jangan biarkan Mereka Hidup Mengenaskan ! *** *** Saatnya Anda Peduli dengan Lingkungan Anda ! *** *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***
Mengukur Kesetiaan harus Bijaksana !
Tiya, 26 thn, Ibu Rumah Tangga, Sudah Menikah, Jawa Barat. 17 Februari 2006. Saya jauh ada di negri orang tapi saya selalu bimbang dan ragu akan kesetiaan suami, walaupun dia selalu menelpon saya. jadi saya minta bagaimana caranya mengatasi rasa keraguan
ini ? MasIdan.
Sikapi Hidup ini dengan penuh Bijaksana ! Kami sangat bisa memahami kenapa kita harus mengadu nasib ke negri sebrang. Adalah sebuah kenyataan ditengah keadaan ekonomi yang memaksa kita mengadu nasib di sana. Pahit memang, harus bekerja terpisah dengan keluarga tercinta. Sebuah pilihan yang harus disikapi dengan bijak, akan efek-efek masalah yang muncul akibat keterbatasan oleh jarak.
Pada dasarnya bagi seorang istri semua bisa dijalani dengan mudah walau pahit terasa juga. Namun bagi seorang suami, keterpisahan adalah sebuah ujian yang harus dihadapi dengan keteguhan dan ketegaran. Sebagai lelaki, ini harus dipahami sebagai sebuah keadaan yang tidak begitu ringan. Tentu saja godaan dan ujian akan dihadapinya sebagai sebuah kenyataan.
Dengan demikian, kita ( sebagai istri ) harus bisa memahami sebuah kesetiaan sebagai sebuah keadilan dan kebijaksanaan. Kebijakkan, ketika ada orang-orang pendengki, yang pasti ada disekeliling kita, selalu mencoba menyebar bau tak sedap dalam rumah tangga kita. Sebuh kebijakan, ketika ujian yang datang adalah sebuah kenyataan. Sebuah kenyataan yang tak bisa dipersalahkan secara mentah-mentah akibat hidup ditengah-tengah ujian yang begitu kuatnya.
Sebuah keadilan yang hanya di ukur oleh adanya keterbatasan jarak yang ada. Sebuah keadilan, yang tak mungkin menvonis salah oleh keyataan bersalah suami kita, suatu saat kalau memang terjadi. Walau mungkin ini hanya kemungkinan kecil saja tentang kejadian yang tidak menyenangkan terjadi pada suami kita.
Memahaminya sebagai sebuah keadilan, tentang akan adanya mahkluk lemah yang bernama laki-laki. Mahkluk lemah yang menjadi sangat sempurna jika mampu menghadapi begitu kuatnya sebuah godaan. Sebuah keadilan yang tak mungkin menyalah begitu saja sebuah kesalahan yang sangat mungkin terjadi pada mereka. Sebab sangat mungkin pula mereka tidak menghendaki sebuah kesalahan terjadi pada mereka. Semua sangat mungkin datang secara tiba-tiba dan tak terencana. Sebab begitulah, sebuah keadilan mengharuskan kita memahami kelemahan mereka yang sangat dibatasi oleh keterbatasan jarak.
Sikapi selalu hidup ini dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk, agar kita semakin mudah menerima kebahagian hidup yang paling nyata ! Ingat ! Kami sejujurnya mencoba mengajak anda untuk bisa memahami sebuah realita sebuah jiwa. Sebuah realita tentang kenyataan hidup yang mungkin bisa terjadi pada kita. Realita kenyataan hidup yang cukup pahit untuk kita pahami kemungkinan yang bisa saja terjadi pada kita.
Sebagaimana jalan hidup kita, tidak ada salahnya menghitung kemungkinan-kemungkinan tersulit yang sangat bisa terjadi pada kita. Demikian sehingga, kita bisa paham dengan jalan hidup yang mungkin bisa menyakitkan kita. Dan kitapun dengan tegar menghadapinya dengan penuh kebijakan dan rasa keadilan yang selalu terpancar pada kita. Oleh karenanya, perhitungan pahit tersebut dapat kita lalui dengan penuh pemahaman, sebagai jalan hidup kita menuju kebahagian yang sesungguhnya bersama orang tercinta kita.
Sebab ini merupakan kunci hidup kita, sebagaimana anda bekerja di negri seberang. Kalau anda sudah mempunyai perhitungan-perhitungan yang terberat ketika anda akan bekerja, maka andapun dapat melaluinya dengan entengnya ketika ternyata pekerjaan yang anda kerjakan ternyata berat untuk dilakukannya. Namun karena anda sudah paham dan siap untuk itu, maka tanpa terasa anda mampu melaluinya. Dan kemudian anda hanya akan memetik buahnya saja. Dan tentu saja, perasaan anda selanjutnya akan lega dan bahagia karenannya. Tanpa anda harus teringat pekerjaan yang telah anda lakukan, yang memang sebenarnya berat untuk dirasa. Namun, hasil dan buahnya telah menjadi ganti yang tak terkira.
Apalagi yang terjadi tidak seberat yang kita perhitungkan, maka semua menjadi semakin menyenangkan dan membahagiakan !
Sering Menelepon, adalah buah kesetiaan yang patut kita hargai dan kita junjung tinggi ! Apapun yang mungkin terjadi, sudah sepantasnya kita mengharagai perhatian suami terhadap kita. Dan tidak ada salahnya, kita berprasangka baik kepadanya, yang selalu memberi perhatian kepada kita.
Janganlah kita terlalu membuang waktu yang tak berguna dengan mencoba mencari tahu keadaan suami kepada orang lain yang tidak jelas jwanya. Walaupun mungkin mereka orang kepercayaan kita. Sebab tidak ada dalam kamus hidup kami, akan kelanggengan sebuah kepercayaan kepada siapapun juga. Sebab manusia adalah tempat dosa dan kejahatan, maka mempercayakan sesuatu dengan orang lain secara berlebihan hanya akan memudahkan kita merusak jalan kebahagian hidup kita.
Untuk itu, sudah seyogyanya kita percaya dengan niat baik suami kita.
Kesetiaan Suami yang terpisah oleh jarak, akan terbukti ketika Anda sudah bersatu Kembali ! Percayalah kepada kami, kalau anda benar-benar ingin mencari kebahagian jalan hidup ini. Ukurlah kesetiaan yang nyata ketika kita bisa bersatu kembali. Janganlah kita ukur kesetian hanya ketika harus dibatasi oleh jarak. Sebab jarak, menjadikan jalan hidup suami-istri menjadi tidak pasti. Tidak pasti oleh banyak para penjahat yang akan selalu mengililingi hidup kita. Sebagaimana kita sebagai manusia. yang tak pernah terlepas dari kejahatan jiwa dan dosa. Maka, sangat wajarlah kalau harus ada penjahat-penjahat jiwa tidak suka dengan kebahagian kita. Dan kitapun tidak harus membencinya atau dendam dengan mereka. Sebab, semua adalah cobaan sebagaimana kita harus selalu menghadapi cobaan hidup yang harus selalu ada. Cobaan hidup, supaya kita bisa menikmati kebahagiaan yang paling nyata. Cobaan hidup sebagai teman setia kita, menuntun jalan hidup yang penuh dengan makna.
Dengan demikian, hilangkan keraguan yang ada pada jiwa anda. Hilangkan rasa bimbang yang akan menhantui hidup anda. Sebab keraguan dan rasa bimbang hanya akan menuntun jiwa kita pada banyak ketidakpastian. Sebab, kebimbangan dan keraguan hanya akan menyakiti hati kita untuk bekeja dan berkarya. Dan hanya kebimbangan dan keraguanlah yang hanya akan menjebak hidup kita menjadi malapetaka. Malapetaka hidup kita, yang akan tidak berkesudahan.
Sudah sepantasnya, saat ini anda harus percaya dengan suami anda sebagai sebuah kenyataan yang ada padanya. Janganlah mudah percaya dengan kabar-kabar yang bisa saja ditiupkan oleh penjahat-penjahat jiwa. Yakinkanlah jiwa anda dengan suaranya. Suara suami tercinta di sebrang sana. Suara yang selalu bisa membangkitkan jiwa dan bersemangat dalam bekerja. Semangat kerja yang semakin dapat diandalkan hasil dan buahnya. Hasil dan buah yang akan kita petik demi sebuah kebhagian yang nyata.
Kebahagian yang sangat nyata ketika kita sudah benar-benar bersatu kembali dengan keluarga tercinta.
Saatnya anda untuk selalu percaya dengan suaranya ! Suara yang harus terdengar di seberang sana ! Janganlah sedikit rasa ragu dan bimbang, bisa bersemayam dalam jiwa ! Sebab rasa itu hanya akan menyakiti jiwa anda !
Waspadai penjahat-penjahat jiwa yang akan mengusik kebahagian anda ! Penjahat-penjahat jiwa yang mungkin saja, barhasil menghasut orang-orang dekat anda ( Ortu dan Kerabat ) ! Yakinkanlah jiwa ! Dan Kobarkan semangat hidup anda dalam bekerja dan berkarya !
Selamat meretas jalan hidup yang penuh makna !
Salam ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|