|
Ketakutan bisa mempersulit Jodoh Kita !
Marini, 25 thn, Makasar. 30 Juni 2005.
Assalamu'alaikum, Saya punya masalah dengan perasaan saya. Saya blom pernah pacaran padahal saya juga ingin pacaran. Tiap kali ada orang yg nembak aku selalu menolaknya. Walaupun itu orang yang aku suka. Tapi tiap kali menolak maku juga sering menyesal.
Gimana nih apa aku ada kelainan, apa memang yang nembak itu blom jadi orang yg tepat buat aku...?
MasIdan.
Ketakutan akan bayangan bisa semakin mempersempit peluang ?
Kami bisa memahami perasaan anda, karena beginilah adanya perasaan itu. Perasaanlah yang sering mengontrol diri kita terhadap suatu pilihan dan tindakan. Perasaanlah juga yang akan menimbang-nimbang suatu perbuatan itu dilakukan atau tidak dilakukan. Sebab perasaan merupakan sesuatu yang menyangkut rasa pemiliknya. Perasaan juga merupakan sistem di mana kepribadiann seseorang itu akan berkembang. Oleh karena itu, perasaan adalah suatu sistem dimana kepribadian seseorang tersebut akan terbentuk menjadi dirinya sendiri.
Jadi perasaan sangat mempengaruhi tata nilai, pandangan, harapan, cita-cita, pilihan, dan semua yang termasuk langkah dan tingkah laku dirinya. Sehingga dengan mengetahui sedikit banyak tentang rasa dan perasaan, yang terjadi pada seseorang tentang suatu hal, paling tidak sedikit banyak akan diketahui tentang arah pandangan, tata nilai dan kepribadian yang akan terbentuk pada orang tersebut.
Nah.., ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi pada diri anda, kenapa anda selalu ketakutan untuk menerima cinta seseorang walaupun anda menyukainya. Dan andapun kemudian merasa menyesal dengan keputusan yang telah anda ambil itu.
Pertama-tama, ini bukanlah suatu kelainan yang terjadi pada anda. Namun sebagai bentuk kehati-hatian anda terhadap sebuah pilihan yang seakan menentukan hidup anda selanjutnya. Kehati-hatian yang mengarah pada ketakutan-ketakutan yang muncul dalam pola pikir atau pandangan tentang masa depan. Dalam banyak hal, ini sebenarnya baik sebagai langkah kehati-hatian. Namun dalam hal lainnya, ini bisa menjadi bumerang pada diri anda, untuk menentukan langkah hidup anda selanjutnya. Inilah salah satu kemungkinan yang telah terjadi pada diri anda.
Apalagi dalam masalah jodoh, ketakutan-ketakutan yang terjadi haruslah diwaspadai. Ketakutan-ketakutan anda ini bisa menjadikan jodoh anda semakin jauh karenanya. Sebab pada umur 20-25 tahun biasanya aura anda baru meningkat-meningkatnya. Nah, kalau kesempatan ini tidak anda gunakan sebaik-baiknya, maka kami yakin, anda akan semaikin kesulitan menemukan jodoh anda, bersamaan semakin melemahnya aura anda.
Di Samping itu, pada umur yang kurang lebih 25 tahun, biasanya lingkungan sosial anda juga sudah semakin menyempit. Lingkungan di mana peluang jodoh itu berada. Pada usia sekitar itu, lingkungan sosial yang ada biasanya hanya sebatas lingkungan keluarga dan kerja. Dan jika anda mempunyai aktifitas lain, seperti organisasi ataupun yang lainnya, andapun hanya bisa menambah lingkungan itu-itu saja, berkaitan dengan peluang jodoh yang ada. Peluang yang ada pada usia ini tetap akan berbeda ketika anda masih kuliah ataupun sekolah. Yang jelas semakin anda ketakutan terhadap bayangan-bayangan yang anda buat itu, maka semakin sempitlah peluang lingkungan yang bisa anda manfaatkan. Jadi anda harus mewaspadai tentang ini semua !
Bayangan sesuatu yang terlalu kuat bisa menjadikan sebuah ketakutan.
Bagaimana tidak takut, kalau adik atau kakak kita telah mendapatkan jodoh yang mapan. Bagaimana tidak takut, kalau adik atau kakak kita telah mendapatkan jodoh yang baik budi dan seakan sempurna. Bagaimana tidak takut, kalau ternyata saudara, teman, sahabat, ataupun tetangga-tetangga kita mendapatkan jodoh yang banyak diharapkan orang. Merekapun seakan melenggang dengan penuh kemapanan dalam membangun keluarganya. Kemudian secara tak langsung kitapun seakan dituntut untuk meniru mereka atau mengikuti jejaknya dalam menentukan sebuah pilihan berumahtangga.
Namun sayang bayangan ini telah menjadi perangkap kita dalam menentukan sebuah pilihan. Dan kitapun tanpa terasa dihadapkan pada sebuah kekurangan demi kekurangan pada suatu pilihan yang mungkin berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kekurangan demi kekurangan inilah yang menjadikan bayangan telah membangun rasa pada diri kita, dan tanpa disadari pula telah membuat kita masuk dalam perangkap kebingungan demi kebingungan, kesulitan demi kesulitan, dan penyesalan demi penyesalan. Bingung, sulit dan penyesalan yang telah didorong dari rasa takut akibat bayangan yang terlalu kuat kita buat itu.
Hidup kita pastilah tidak akan sama !
Hidup, bahagia, duka, nestapa, dan lainnya adalah milik anda. Bisa saja kita mencoba membangun hidup seperti yang telah terjadi pada orang lain, akan tetapi tidaklah akan pernah sama. Sebab kita adalah diri sendiri yang punya cita dan rasa berbeda dengan yang lainnya. Perwatakan, jiwa dan cita-citapun tidaklah mungkin bisa sama. Kebahagiaan dan ujian juga akan berbeda untuk dihadapi dan diterima. Untuk ini, bisa menjadi sangat menyesatkan kalau kita menuntut jalan hidup yang sama dengan apa yang telah menjadi jalan hidup orang lain.
Menjadi menyesatkan oleh akibat bayangan-bayangan, yang telah anda ciptakan dari jalan hidup orang lain itu, ternyata telah menjadi ketakutan-ketakutan pada diri anda sendiri. Apalagi dalam menentukan jodoh, andapun bisa terjebak pada kjebingungan-kebingungan dan ketakutan. Inilah bumerang yang telah anda ciptakan dalam hidup anda ini, kususnya masalah jodoh anda.
Untuk itu sudah saatnya anda menentukan sikap dan langkah hidup anda sendiri untuk melangkahi hidup yang nyata dan seharusnya. Untuk itulah juga, kalau anda sudah punya sikap tentang hidup anda sendiri, maka sudah saatnya pula merencanakan hidup ini dengan lenturnya. Rencana yang lentur agar supaya tidak menjadi kaku akibat kenyataan yang harus dihadapinya. Supaya tidak kaku, jika ternyata harapan menjadi meleset karena waktu yang sudah membatasi. Agar tidak kaku, supaya bisa memahami suatu takdir yang harus kita terima sebagai jodoh kita. Tentang jodoh kita, yang merupakan rahasia takdir yang tak bisa dirumuskan sama dengan yang lainnya. Yang tidak bisa dirumuskan sama dengan apa yang telah menjadikan jalan hidup yang lainnya. Jalan hidup yang lainnya sebagai jalan hidup saudara kita, teman atau sahabat kita, tetangga kita dan lainnya. Sudah saatnyalah, suatu ketika kita harus menerima takdir kita sebagai jalan hidup kita !
Hidup adalah rencana, target dan batasan !
Harapan tentang hidup atau cita-cita adalah keharusan yang akan menuntun hidup kita. Akan tetapi, harapan yang tidak disertai usaha dan kemampuan memahami harapan itu sendiri, hanyalah merupakan bayangan yang tak mempunyai nilai sama sekali. Bahkan bayangan maya ini bisa-bisa menjadi jebakan hidup kita, yang justru akan membawa kita sangat jauh dari harapan yang kita angan-angankan itu.
Harapan adalah usaha untuk bisa mencapai tujuan ke sana. Akan tetapi, kita tidaklah mungkin akan selalu bisa mencapai hasil yang sama dengan harapan yang semula ada. Hasil dari sebuah harapan, kecuali adanya usaha juga merupakan kenyataan nasib yang harus diterimanya. Dan ternyata nasib dan usahalah, yang selalu akan kita terima apa adanya.
Untuk ini, dengan memahami harapan itu sebagai sebuah hasil dari usaha dan ketentuan nasib yang akan diterima, maka kita harus punya target dari apa yang nantinya menjadi harapan kita. Sebuah target dimana harus kita terima atau kita pilih oleh akibat waktu yang telah membatasi kita. Dengan demikian target, bisa jadi akan sangat berbeda dengan harapan semula. Dan target adalah hasil dari sebuah usaha yang telah bisa dilakukannya.
Semantara itu, kita juga harus mempunyai batasan waktu, agar supaya nasib yang ada akan segera bisa kita tentukan hasilnya. Sebab tanpa batasan waktu yang membatasinya, maka kitapun bisa-bisa tidak akan pernah ketemu dangan nasib kita. Sebab nasib adalah bagian dari waktu. Nah, ambil contoh saja tentang jodoh, kita sangat mungkin akan tidak mendapatkan jodoh selama-lamanya, hanya karena kita tidak bisa membatasi waktu tentang nasib yang harus kita terima (sebagai sebuah takdir). Dan kalau in terjadi, maka nasib anda menjadi tidak mendapat jodoh selama-lamanya, akibat kesalahan yang telah anda buat sendiri.
Inilah sebab kalau kita tidak bisa membatasi sebuah harapan dengan waktu. Yang terjadipun, kita menjadi ketakutan dengan bayangan-banyangan yang selalu kita buat akibat harapan yang tidak bisa di target dan tidak dibatasi oleh waktu.
Kemudian saatnya juga, merealisasi harapan-harapan yang ada pada bayangan anda itu. Merealisasi pada target-target tertentu dengan batasan waktu tertentu. Ambil misal anda punya harapan pada sang jodoh yang ganteng, yang baik, yang pengertian, dan yang sudah mapan secara ekonomis. Dan target anda adalah pria baik dan mapan secara ekonomi, atau pria yang baik dan penuh pengertian saja atau yang lainnya, yang jelas tidaklah akan menyakup semua harapan yang ada pada harapan yang semula. Dan kemudian, anda perlu menentukan kapan target dan harapan itu menjadi disudahi dengan batasan waktu. Sebagai misal, pada umrur kurang lebih 27 tahun anda sudah menetapkan pilihan untuk melangsungkan pernikahan. Dan target dan harapanpun bisa berubah menjadi pilihan akan nasib atau takdir anda. Nasib dn takdir anda untuk menerima seorang pria yang beruntung pada rentan waktu itu.
Pada saat itu pula anda akan menerima takdir anda itu sebagai hidup anda. Sebagai takdir hidup berumah tangga pada pria beruntung yang telah menjadi pilihan anda. Menerima takdir, untuk mulai mmbangun kebahagian yag nyata. Kebahagian yang nyata sebagai seorang istri dan sebagai seorang pribadi. Sebab perlu diingat juga bahwa kebahagian hidup anda itu berada ditangan anda, bukan suami semata.
Kemudia dengan ini anda harus mampu membangun kebahagian diri sebagai pribadi. Kebahagian pribadi yang siap dan mampu menerima apa yang akan terjadi dalam perjalanan rumah tangga anda nanti. Kebahagian diri pribadi yang diimplementasikan menjadi kebahagian berbakti pada suami. Kebahagian pribadi yang diejawantahkahkan untuk selalu menikmati dalam mengasuh, membesarkan dan mendidik anak-anak anda, kelak suatu ketika. Kebahagian pribadi yang mampu menciptakan kehidupan rumah tangga yang sejati. Rumah tangga sejati yng didalamnya dipenuhi sinar kebahagian dan bnga-bunga yang wangi. Namun yang paling utama dari itu semua adalah bagaiman kita bisa membahagiakan diri sendiri ditengah-tengah kesibukan melayani suami dan menegakkan rumah sejati !
Nah, kami ingatkan sekali lagi bahwa merencanakan menuju harapan yang akan kita capai haruslah mengandung unsur-unsur fleksibelitas yang tinggi. Mengingat ini kita akan dihadapkan pada batasan waktu untuk menerima nasib dan takdir yang ada. Untuk itu, fleksibelitas yang tinggi ini menjadikan kita harus menerima kenyataan yang ada. Menerima kenyataan yang ada akan nasib anda akan takdir yang harus dijalaninya. Dijalaninya apa adanya tanpa harus mengulur-ngulur waktu yang tiada guna. Dijalani apa adanya, tanpa harus selalu dibayangi pada ketakutan-ketakutan yang menjebak anda, atau juga kebingungan-kebingungan yang telah menyesatkan nasib anda itu. Sudah saatnya anda menentukan sikap dan menjalaninya. Sebab hidup adalah sebuah pilihan, yang harus dijalaninya !
Janganlah pertaruhkan hidup anda dengan ketakutan-ketakutan ! Janganlah pertaruhkan hidup anda dengan kebingungan-kebingungan ! Langkahkan tekad untuk menentukan pilihan ! Sebab hidup anda adalah hidup anda, bukan hidup siapapun juga ! Dan kebahagian itu sebenarnya ditangan anda untuk memulainya ! Maka jangan takut pada pilihan, sebab hidup adalah sebuah pilihan ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|