*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! ***

 *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***

 

 

Semakin Menunda, Semakin Merugi !

 

Fatih, 26 thn, Karyawan Swasta, Tangerang-Banten. 22 April 2005.

Assalamualaikum wr wb

Terima kasih kepada duhgusti yg mau membantu untuk bs bertukar
pikiran...langsung aja jah..
...begini,sy py pacar dan sy udah sepakat sama dia untuk menikah,tp sy
masih bingung dengan penghasilan sy yg sangat minim,sy takut jk nikah
nanti ega bs mencukupi kehidupan sehari2..buat sy pribadi aja sy sering
gali lobang tutup lobang,trus sy harus gimana..sy bingung...!  trm'ksh.

 

MasIdan.

 

Mas Fatih yang sedang bingung,

Sebelum mendiskusikan masalah anda sebaiknya baca dulu : Klik >>>  Sex, Wanita, dan Kemapanan Hidup ( Kesuksesan adalah Buah dari Perihnya Hidup ! ; Menuju Kemandirian adalah Niat yang Mulia ! )     >>>   Rejeki dan Jalan Menuju Kemapanan.  ( Rejeki adalah Rahasia Alam; Menuju Kemapanan Butuh Waktu yang Panjang. )    >>>  Hidup menjadi Mudah ! Hanya dengan Semangat Membaja !    ( Usaha yang Mem-Baja untuk Meraih Peruntungan dan Jodoh ; Masalah peruntungan anda )

Berikut cuplikan-cuplikan yang ada dalam topik di atas :

" Akhirnya kembali kepada anda untuk sekiranya dapat menguatkan tekad yang membara, bukan hanya niat yang hanya cukup berada diangan-angan belaka. Karena keputusan untuk melakukan dengan tekad yang kuat tersebut akan mempengaruhi rentan waktu yang harus anda tempuh untuk berjalan dijalan kemandirian dan kemapanan. Jalan kemandirian dan kemapanan yang tentu saja penuh duka, nestapa, kelokan, godaan dan ujian yang tak mudah dilaluinya, tanpa tekad yang kuat dan membara. Namun jika anda mampu menikmatinya, maka anda bisa memahami dan mengerti siapakah pohon besar yang akarnya kuat mennghujam ketanah liat dan padat itu. "

" Proses mempercepat cita-citapun jangan dikira satu atau dua tahun sudah cukup untuknya. Namun jika ada keberuntungan nasib, semua itu menjadi tidak mustahil. Namun umumnya taruh saja lima tahun yang akan datang merencanakannya, dengan usaha dan tekad yang keras menuju kemapanan. Memang butuh angka supaya kita punya renacana dan batasan, supaya kita dituntut selalu untuk memperjuangkannya. Memperjuangkannya dari kesulitan-kesulitan yang muncul karenanya. Tetap kokoh dan tegar ketika cobaan menuju kesana dipenuhi ujian. Kita harus tidak mudah patah semangat atau mundur menghadapi halangan yang ada. Karena kita dituntun oleh angka. Angka yang harus diperjuangkan demi keberhasialn menuju kemapanan yang nyata. "

" Di balik rahasia akan tidak adanya ketetapan -ketetapan logika tentang bagaimana kita bisa hidup sebagaimana mestinya. Maka dari itu manusia dituntut untuk berusaha sekuat tenaga, pikiran dan jiwa. Berusaha sekuat tenaga dimanapun berada. Itulah rahasianya, untuk berusaha sehabis-habisnya. "

" Semangat yang membaja adalah kunci orang-orang yang telah mencapai keberhasilannya. Karena semangat yang membaja tak mudah sakit oleh duri kesulitan yang ada. Karena semangat yang membaja tak mudah patah semangat ketika ada batu besar yang menghadangnya. Karena semangat membaja adalah ketabahan yang sangat kuat ketika kita harus menerima kerugian, kesalahan, dan kekliruan, seperti apa yang telah dirasakan orang-orang sukses dalam hidupnya. Dengan semangat membaja menjadikan mereka tetap terus mencari hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Hikmah dan pelajaran sebagai pengalaman yang sangat berharga dan tak ternilai harganya. Hikmah dan pelajaran sebagai langkah awal membuat jalan kesuksesan dalam hidupnya. "

Untk lebih lengkapnya baca sub judul pada topik tersebut, supaya anda bisa memahami maksud ulasan tersebut.

 

Manusia Selalu Merasa Tidak Cukup dalam Rejekinya, Apapun alasannya.

 

Mas fatih yang bimbang untuk menikah,

Inilah yang telah menjadi banyak ketakutan orang, yang ingin menentukan menikah atau menundanya. Kami heran dengan banyak orang yang berpendapat begitu. Lebih mengherankan lagi, tak sedikit orang yang menunda menikah hanya merasa belum cukup rejekinya. Padahal sudah punya rumah dan kendaraan sendiri. Mereka merasa belum merasa cukup kalau belum punya mobil dan gaji yang sekian, sekian. Lebih heran ladi ada sebagian orang yang sudah punya mobil, masih ingin ini, masih kurang itu, dan macam-macamlah, sebagaimana keinginan manusia yang merasa kurang cukup dengan apa yang sudah ditangannya. Sudah menjadi sifat manusialah yang cenderung melalaikan sesuatu yang justru lebih penting, daripada hanya menuruti keinginananya saja. Inilah jebakan hidup manusia yang lalai sesuatu yang mendasar, hanya untuk mengejar keinginan yang sebenarnya manfaatnya tak seberepa. Malah tak jarang keinginan-keinginan tersebut malah justru menjadi sesuatu yang hanya untuk berbangga-bangga diri. Berbangga-bangga diri di atas penderitaan orang lain (biasanya istri dan anaknya yang akan menjadi korban kebodohan diri, yang memang tak tahu cara menyikapi diri).

 

Bagaimana tidak, hanya karena merasa selalu kurang cukup akan sesuatu hal tentang dirinya, dan karena selalu mengejar keinginanan-keinginan yang takan ada habis-habisnya. Maka berapa banyak waktu yang akan dihabiskannya untuk mengejar keinginan dan kekurangcukupan itu. Waktunya seakan habis digunakan hanya untuk mengejar-ngejar hal tersebut. Betapa banyak tenaga dan pikiran yang diperas untuk itu. Berapa waktu yang habis digunakannya ? Seakan waktu, pikiran, dan tenaganya diguanakan hanya untuk mengejar harga benda yang takkan ada habis-habisnya.

 

Mereka lupa atau malah beranggapan menikah dan berkeluarga adalah hal yang mudah. Menikah dan berkeluarga adalah hal yang gampang. Mereka menganggap menikah dan berkeluarga adalah masalah sepele saja. Tak banyak dari mereka yang menganggap wanita, calon istri, istri, anak-anak dan sebuah kelurga itu, bisa dibeli dengan uang. Mereka telah menganggap bahwa kelangsungan pernikahan, kebahagian keluarga, dan jalannya sebuah rumah tangga itu, bisa dibeli dengan uang. Seakan-akan semua hidup ini bisa dibeli dengan uang. Semua kenahagian hidup, harkat martabat kita sebagai manusia, dan semua masa depan kita bisa dibeli dengan uang. Segala-galanya bisa dibeli dengan uang !

 

Kalau ini sudah benar-benar terjadi pada siapapun juga, maka jebakan maut yang tak kentara telah menjebak hidupnya. Jebakan maut yang telah membawanya kebanyak-ketidaktahuan bagaimana cara menjalani hidup yang seharusnya. Sehingga tak sedikit dari mereka bergelimpangan menjalani hidupnya. Pernikahan demi pernikahannya ambruk berantakan. Hidup mereka terseok-seok menghadapi dunamika keluarga dan masyarakat sekitarnya. Mereka semua tanpa menyadarinya, telah mempunyai sikap sombong akan harta bendanya. Kemudian tak tahu begaimana cara menghadapi dan menyikapi hidup yang lainnya. Hidup yang lainnya, sebagaimana hidup tentang cara menghadapi seorang istri, anak, keluarga mertua atau masyarakat sekitarnya.  Malah tak sedikit dari mereka telah membuat para istri merasa dilecehkan, tertekan dan menderita atas kesombongannya.

 

Sebuah kesombongan akibat kebodohan tak mengetahui bagaimana menyikapi hidup yang seharusnya. Kebodohan akibat waktunya habis untuk membeli keinginan-keinganan yang tak ada habis-habisnya. Akhirnya mereka hanya akan mengahadapi kebodohan-kebodohan dalam menyikapi hidup sebagaimana mestinya. Kebodohan dang kesombongan yang saling menutupi. Sehingga mereka harus menghadapi masalah demi masalah hidup yang lebih hakiki. Kebodohan dan kesombongan yang salin menutupi, yang mengakibatkan semakin bodohnya menjalani hidup yang lebih berarti.

 

Sebuah kesombongan dan kebodohan dalam menyikapi hidup yang hanya akan menghancurkan dirinya sendiri. Kebodohan dan kesombongan yang saling menutupi, belum akan tersadarkan sebelum terperosok dalam, ke lubang yang telah diciptakannya sendiri. Kesombongan dan kebodohan yang baru tersadarkan, ketika sudah menyadari bahwa semua ternyata tak bisa dibeli. Kesadaran akan kenyataan bahwa kesombongan dan kebodohan itu ternyata hanya akan membawa dirinya menjadi hidup sendiri. Dan akhirnya menyadari bahwa ternyata hidup sendiri menjadi tak berarti.

 

 Malah-malah tak jarang suatu ketika, akibat mengejar habis keinginan itu, mereka tak tahu bagaimana cara mendekati seorang wanita. Tak tahu bagaimana cara mencari. Betapa ternyata kesombongan dan kebodohannya telah membawanya kemasalah-masalah yang lebih berarti. kemudian tak sedikit pula, mereka menjadi kurang harga diri hanya karena tak tahu bagaimana cara menyikapi hidup yang semestinya. Tak jarang mereka mengemis hati hanya supaya ada orang yang mau bersamanya. Obral sana-obral sisni hanya demi untuk mencari hati. Menjadi tak tahu makna harga diri hanya karena tidak tahu cara menjaga diri.

 

Kerugian akibat Ketakutan Diri.

 

Mas Fatih yang merasa tak cukup rejeki,

Inilah yang terjadi pada banyak orang yang justru akan kesulitan rejeki, hanya karena takut rejeki yang tak mencukupi. Mereka selalu mengukur diri dengan ketakutan tentang betapa banyak kebutuhan keluarga nanti. Sehingga malah menjadi tertekan diri. Tertekan diri yang justru tak mampu memaksimalkan produksi (usaha). Dan ketakutan-ketakutan itu semakin menjadi beban yang tak akan habis-habisnya, yang malah menjadi rejeki semakin sulit dicari.

 

Berbeda mas, beban rejeki untuk sendiri dengan beban rejeki yang ditanggung bersama istri. Tentu saja beban itu akan semakin berat dan sulit jika di tanggung sendiri. Berbeda mas sendiri dengan sudah beristri. Tekanan pikiran akibat rejeki juga akan berbeda ketika sendiri dan jika hidup bersama dengan istri, walaupun rejeki yang diterimanya sama seperti ketika masih sendiri. Berbeda mas, sungguh berbeda mas.

 

Ingat Mas, dalam membangun biduk rumah tangga tak hanya sekedar hanya memikirkan bagaimana rejeki nanti. Namun banyak hal yang harus kita pelajari, yang semua tidak hanya sekedar rejeki. Karena kita bukanlah sendiri lagi. namun di sini sudah ada istri yang menanti. Sudah tidak ada kemauan diri sendiri seperti ketika masih sendiri. Namun bagaiman kita harus belajar membagi, karena dalam diri kita sudah ada istri. Dengan begitu, beban anda ketika masih sendiri, sudah pasti tidak anda tanggung sendiri. Karena beban anda adalah juga beban seorang istri. Di sinilah makna orang beristri menjadi lebih berhati-hati dan lebih berpeluang banyak mengais rejeki.

 

Oleh karena itu anda jangan heran jika, mungkin teman anda yang sudah beristri sudah mulai melaju ketika sudah bersama istri. Dan jangan heran ketika banyak teman anda yang sudah mulai mapan ketika sudah beristri. Karena di sana ada kekuatan makna dari sebuah kekuatan yang muncul dari mereka yang sudah bersuami istri. Kekuatan yang muncul untuk dituntut belajar banyak memaksimalkan mengais rejeki. Di sanalah kekuatan yang muncul untuk lebih berinisiatif dalam menambah rejeki. Di sanalah ada kekuatan yang muncul menuntut kita untuk memikul tanggung jawab yang lebih berarti.

 

Di sanalah, baru bisa dikatakan bagaimana dan kapan kita merasa harus meningkatkan rejeki. Bukan bayangan yang bisa dibandingkan dengan beban rejeki yang ditanggungnya ketika kita masih sendiri. Karena disanalah kita baru bisa nyaman untuk berusaha semaksimal mungkin demi mengais rejeki. Karena di sanalah masalah yang sebenarnya terjadi, yang kemungkinan besar tidak seperti yang anda banyangkan, seperti ketika masih sendiri. Lalu kenapa tidak kita mulai saat ini, untuk melangkahi semua hidup yang sudah siap untuk kita jalani.

 

Keputusan Tekad Menentukan Masa Depan Seseorang.

 

Oleh karena itu percayalah, ketakutan ketakutan dan kekhawatiran anda menjadi kurang berarti jika sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan calon istri. Menkomunikasikan kesiapan rejeki saat ini dengan calon istri. Memberi pemahaman kepada calon istri bahwa hidup ini dalam hal rejeki, tak mungkin seperti mengambil air dalam sumur. Memahamkan kepada istri bahwa menuju kemapanan dan kecukupan hidup butuh waktu dan hari untuk belajar banyak tentang hidup dan tahapan yang harus dilalui menuju kesana. Tidak mungkin orang bisa mendadak menjadi cukup (kaya) tanpa dilalui dengan proses diri. Sebuah proses dimana harus banyak belajar tentang jalan yang berliku dan penuh duri.

 

Proses diri sebagaimana orang-orang sukses menemukan jalan kesuksesannya. Tidaklah mudah mereka meraihnya. Semua harus mulai tahapan dan proses yang harus dilaluinya. Dilaluinya jalan yang penuh suka dan duka, penuh dengan kesederhanaan dan kekurangan, penuh kegagalan, dan penuh pelajaran. Dan mereka bisa menempatkan diri untuk selalu berusaha menemukaan kesuksesannya.

 

Banyak ujian yang harus dilaluinya, ketika harus menempatkan diri. Menempatkan diri untuk bersikap tentang diri dan istri, untuk terus melangkah ditengah-tengah ujian yang menhadangnya, yang mencemoohnya, yang menyepelekannya, dan yang meremehkannya. Ujian itu bisa dari keluarga kita sendiri, saudara sendiri, tetangga dan teman sendiri, semua pasti akan terjadi. Pasti terjadi entah karena kesalahpahaman, atau hanya karena kedengkian, atau hanya karena banyaknya orang bodoh yang ikut mengomentari jalan hidup anda dan calon istri. Semua pasti terjadi. Namun semua menjadi mudah kalau kita punya sikap diri. Sikap diri untuk selalu menemukan dimana rejeki itu berada. Tekad diri yang tak mudah terhanyut oleh arus kebodohan yang ada. Tekad diri untuk berusaha keras menemukan rejeki.

 

Semua bisa dilalui, jika anda dan calon istri siap sehidu- semati tentang keharusan untuk menikmati apapun yang menjadi proses tahapan diri. Tahapan diri yang penuh liku menuju tempat yang pasti. Tahapan diri yang harus belajar hidup apa adanya. hidup apa adanya supaya kita bisa belajar untuk bisa selalu menempatkan diri. Menempatkan diri yang jauh dari kebohongan-kebohongan dan kesombongan diri. Menempatkan diri untuk belajar mengelola rejeki se-efektif mungkin. Karena ke-efektifan diri adalah modal awal mencari banyak rejeki. Ke-efektifan diri yang bisa kita temui kalau kita mau belajar hidup apa adanya dan keserdahanaan yang ada.

 

Semakin Lama Menunda, Semakin Jauh Meraih rejeki.

 

Mas Fatih yang sedang bingung,

Ingat mas semakin anda menunda dan menunda, maka jalan menuju kecukupan rejeki juga akan tertunda karenanya. Dan anda semakin menunda juga, maka anda akan semakin banyak kehilangan waktu, tenaga dan pikiran yang tak berguna, yang telah anda buang dengan percuma. Apapun alasan yang ada. Karena ketika anda sudah lama menunda dan baru memulainya, saat itulah anda baru belajar dari awal lagi, menuju jalan yang seharusnya anda lewati. Dan berapa waktu yang telah anda buang dengan percuma, ketika baru memulainya. Oleh karena lebih cepat akan lebih baik. Lebih cepat lebih baik untuk memberi pemahaman akan jalan yang harus dilewati, menuju jalan kecukupan yang ada. Pemahaman akan waktu yang cukup panjang dan penuh liku itu. Pemahaman yang menjadikan jalan pembelajaran mencapai hidup sebagaimana mestinya. Hidup sebagaimana mestinya yang penuh bunga-bunga kebahagian dan kecukupan rejeki yang telah diusahakannya.

 

Satu hal yang sangat hakiki yang harus anda utamakan adalah kebahagian berdua, kasih sayang berdua, saling mengerti dan saling memahami keadaan masing-masing, adalah dasar yang harus di pegang erat-erat. Di pegang erat-erat jangan sampai lepas ketika menjalani jalan hidup yang penuh liku, duri dan jebakan yang tak kentara itu. Jalan hidup yang harus dilaluinya untuk menuju cita dan harapan yang selayaknya. Jangan sampai sesuatu yang hakiki itu dijual akibat jebakan hidup yang seakan menggiurkan. Jebakan hidup yang mengiurkan yang akan memporakporandakan kasih sayang dalam rumah tangga yang paling mendasar. Inilah yang harus dipegang dan diingat-ingat dalam menempuh jalan itu.

 

Kami yakin ini masih kurang memuaskan, tapi maksud dan makna dari semua ini ada dalam banyak topik yang ada dalam situs ini. Niscaya jika anda mencoba mencari rahasia dan makna hidup yang ada dalam setiap topik yang ada, pastilah anda akan mengambil sikap untuk segera melangkah dengan tekad yang pasti. Tekad yang pasti untuk memulai memutuskan hidup yang penuh ujian dan pelajaran ini. Semakin kita berani mengambil sikap dengan penuh perhitungan yang benar maka, maka anda akan mendapat keberuntungan yang tak terkira kelak yang akan datang.

 

Namun jika anda selalu ragu-ragu dan terus menerus dalam kebimbangan. Maka yang ada hanya ketidakpastian-ketidakpastian hidup, yang selalu menghadang anda terus-menerus seakan tiada henti-hentinya. Seakan tiada henti-hentinya, sebagaiman anda akan terus-menerus dihadapkan pada keragu-raguan dan kebimbangan itu. Terus dan menerus tiada habis-habisnya. Kalau sudah begini siapakah anati yang akan merugi sendiri ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajarn dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !