Sifat Mendua, tak pernah Mendapat Apa-Apa !

 

Fansury, Mahasiswa, 22 thn, Sidoarjo. 28 Juni 2005.

Mas idan,saya punya masalah romantika hidup remaja. langsung to the point,awalnya saya menyukai seorang wanita yang sngt kami kagumi, terutama dalam hal kepribadiannya, tp waktu itu sy pesimis sama dia. dan karena sy pesimis, satu bulan kemudian sy juga menemukan orang yang saya kagumi tp dalam hal pengetahuannya (bukan kepribadiannya) sy dekati dia kok sepertinya ada respon dari dia, sampai-sampai dia sering banget tlp aku. satu minggu kemudian saya tembak dia, tutur kata,hasrat yang saya utarakan dia terima. tp orang yang sempat saya pesimisi tadi, ternyata 3 hari setelah saya jadian sama cewek yang baru saya kenal dia juga mulai tlp2 saya yang   klo' saya simpulkan dari gelagat dia, dia juga ada sesuatu sama saya, akhirnya saya tembak juga cewek itu, dan cinta sayapun terbalas. tp setelah empat bulan kemudian sy ketahuan bahwa saya mendua. pertanyaan saya:

  1. Apa yang harus sy lakukan dengan kondisi seperti ini ?

  2. Salahkah saya mendua, padahal saya tidak begitu mencintai cewek yg sy tembak pertama. kemudian kalo' saya tidak segera menembak dia kemungkinan  ....ama saya ?
     

 

MasIdan.

 

Sifat Mendua menjadikan tak pernah berarti apa-apa !

 

Kami bisa memahami kenapa mas fansuri harus terjebak pada sikap yang mendua. Tapi bagaimanapun juga, yang namanya sikap mendua, mentiga, atau seterusnya, membuat kita tidak akan pernah bisa menyikapi hidup ini dengan lebih dewasa dan satria. Apapun alasannya, sikap mendua dan lainnya, hanya akan mendorong kita pada perbuatan-perbuatan yang tak pernah menjadikan kita lebih dewasa dan satria. Padahal kalau anda pingin tahu rahasia yang paling utama menghadapi hidup ini, tak lain dan tak bukan hanyalah sikap yang dewasa (kematangan jiwa) dan satria. Sebab kalau kita tidak bisa membentuk jiwa yang matang (dewasa) dan satria, maka dapat dipastikan, kita tak pernah merasakan hidup yang paling bahagia dan paling berharga.

 

Kenapa kami selalu menekankan pada satu pilihan. Kenapa kami selalu mengarahkan hidup siapapun juga pada satu jalan. Kenapa dan kenapa, kami sangat menekankan untuk hidup pada satu harapan, satu keinginan, satu pandangan, satu sikap, atau semua gerak dan jiwa kita pada satu lingkaran saja. Sebab hidup ini memang telah mengajarkan pada kita akan adanya satu zat saja, satu jenis saja, satu macam saja dan satu kesatuan saja.

 

Dan hidup ini pada akhirnya hanya akan kembali pada tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab siapapun juga. Saya adalah saya, anda adalah anda, dan orang lain adalah orang lain juga. Kesalahan anda adalah tanggung jawab anda, bukan tanggungjawab kami atau orang yang lainnya. Inilah hidup, sehingga kesalahan awal anda adalah tanggungjawab anda untuk menerimanya, bukan kami atau yang lainnya. Ketidakpahaman anda tentang hidup adalah resiko anda untuk menerima segala kemungkinan yang ada darinya.

 

Memang segala bentuk kesalahan langkah hidup, awalnya menarik dan serasa menyenangkan. Sebab, siapakah yang bisa mengatakan bahwa banyak waktu yang digunakan untuk belajar, untuk bekerja, untuk berkarya dan untuk berpikir tentang masa depan adalah hal yang menarik dan menyenangkan. Ini mungkin bisa saja menarik dan menyenangkan bagi mereka yang sudah berhasil melurus jalan hidupnya. Dan jangan di tanya, apakah pada awalnya mereka dapat melakukan untuk menemukan jalan hidup yang seharusnya itu, dengan mudahnya. Awalnya merekapun bisa saja melakukan kesalahan demi kesalahan. Namun seiring waktu akan tekadnya pada satu jalan saja, menjadikan mereka mudah menemukan jalan hidup yang sebenarnya. Jalan hidup yang sebenarnya, yang dirasakan lebih menjanjikan untuk dijalaninya. Menjalaninya dengan gagah dan perkasanya, melangkahi hidup yang memang sudah selayaknya dijalani itu. Dijalani dengan cukup menyenangkan dan membanggakan karena sudah menemukan jalan yang memang sudah pantas dijadikan jalannya.

 

Ini berbeda dengan orang yang tidak menyadari kesalahan akan jalan yang sedang dipilihnya itu. Sebab mereka sebagian besar telah tidak menyadari, bahwa jalan hidupnya yang penuh perangkap dan jebakan yang telah dibuatnya itu, sebagai kesalahan. Sebagai kesalahan yang bisa membawanya pada jiwa yang lemah dan mudah goyah. Jiwa yang lemah dan mudah goyah sebagai akibat bangunan jiwa yang telah dibangunnya itu, dibangun dari banyak kesalahan dan ketidakpahaman jalan hidup, yang serasa menarik dan menyenangkan pada awal-awalnya saja.

 

Siapakah yang tak akan berpendapat bahwa mempunyai dua gacoan yang cakep-cakep dan mempunyai kelebihan masing-masing yang berbeda itu, tidak menyenangkan dan tidak seru. Pastilah, sebagian besar hal tersebut dianggapnya sebagai suatu yang mengasyikan dan menggoda. Tapi sayang, kesalahan pemahaman pada satu pandangan, tidak disadarinya akan menjebak dan mendorong mereka melakukan kesalahan demi kesalahan yang lainnya, dalam masalah lainnya, pada jalan lainnya, dan pada pandangan yang lainnya. Padahal kesalahan-kesalahan itu serasa menarik, menyenangkan dan malah mengasyikkan. Namun mereka dapat dipastikan suatu saat akan menyadarinya, bahwa semua itu ternyata sebuah kesalahan. Dan kalau sudah disadarinya, tidak ada ungkapan yang lainnya kecuali penyesalinya.

 

Akan tetapi masalahnya, bukan masalah kesadaran yang muncul suatu ketika, akan tetapi berapa waktu yang telah terbuang sia-sia, hanya untuk sebuah kesalahan. Dan berapa banyak pelajaran yang seharusnya ada di dalamnya itu tak didapatkannya, hanya karena tak menyadarinya telah terjebak dalam hidup yang sia-sia tanpa memberi warna. Sehingga merekapun terpaksa harus menerima betapa banyak pelajaran hidup yang harus diketahuinya. Namun sayang, setelah beberapa saat kemudian baru menyadarinya. Sehingga merekapun harus menerima sedikit ilmu hidup akibat dari kesalahan masa lalunya. Dan merekapun seharusnya sudah banyak memahami tentang sebuah jalan hidup yang harus dimengerti, akan tetapi merekapun baru memulai.

 

Terus siapakah yang akan merasa rugi, hanya karena telah salah memulai jalan hidupnya. Terus siapakah yang tak akan menyesali, hanya karena telah menjebak dirinya pada hidup yang seakan menarik dan mengasyikan itu. Hidup yang seakan menarik dan menyenangkan itu, ternyata telah membuat mereka menjadi semakin tak mengerti tentang hidup yang seharusnya. Dan sebenarnya yang paling menakutkan dan menyakitkan adalah ternyata mereka tak akan pernah mendapat apa-apa dari semua yang telah dilakukannya itu. Terus siapakah yang akan rugi sendiri, hanya akibat kasalahan jalan hidup yang serasa menyenangkan dan mengasyikan itu. Masih belum sadarkah mereka dengan kesalahan yang telah dibuatnya itu ?

 

 

Pilih salah satunya dengan satria !

 

Untuk itu tidak ada jalan lain kecuali kita harus menentukan salah satunya, apapun resikonya. Akan tetapi mempertahankan sesuatu yang sudah kita tetapkan dan sudah kita punya adalah hal yang paling utama, serta masuk akal. Sebab inilah hidup, yang akan selalu bertubi-tubi datangnya godaan. Godaan dan ujian bisa datang dari mana saja dan dari sebab atau alasan apa saja, namun pada dasarnya semua sama. Semua sama sebagai godaan dan ujian, termasuk kemungkinan pada hal-hal lainnya, dalam perjalanan hidup kita. Di antaranya godaan yang datang dari waktu dulu yang telah diimpikannya. Namun, anda boleh percaya dan boleh tidak, sebab ternyata semua pada akhirnya sama. Pada akhirnya sama, karena anda akan dihadapkan pada persoalan yang sama, namun hanya waktulah yang membedakannya. Aneh Ya ! Tapi kalu tidak percaya boleh di coba, dan resiko ditanggung penumpangnya ! Bukan sopirnya !

 

Namun, kami mohon maaf sebelumnya, sebab ini tidaklah mudah dan gampang untuk dilakukan. Akan tetapi inilih kebenaran hidup yang sebaiknya sebagai pilihan. Dan kamipun tidak bisa memaksakan anda untuk memilihnya, apa yang sebaiknya dipilih. Semua menjadi terserah anda, karena andalah yang bertanggung jawab akan jalan hidup anda. Tapi, sebaiknya dipikirkan masak-masak dulu beberapa saat, sebelum menetapkan langkah selanjutnya.

 

Sebab, kami khawatir kalau anda dengan mudahnya berpindah tempat, hanya karena tempat yang lalu adalah tujuan semula dan yang baru berjala sedang dihadapkan pada kejenuhan. Untuk ini, kami bisa menjamin, seandainya (sebagai misal) anda jadian dan katakanlah menikah dengannya (cewek idaman semula), maka anda akan berada pada posisi yang sangat lemah. Sangat lemah dalam menghadapi godaan hidup yang tak pernah ada henti-hentinya. Dan, maaf (saya sangat yakin dengan ini), andapun akan mudah tergoda dengan godaan hidup yang lainnya. Dan inilah yang akan mengombang-ambingkan hidup anda seterusnya, sebelum anda mampu mengambil sikap dan menyadari kesalahan yang ada. Namun kalau toh anda suatu saat telah menyadarinya dan mampu menyikapinya, berapakah kerugian yang telah terbuang sia-sia, oleh sebab terbuangnya waktu yang tanpa makna itu. Dan andapun baru akan memulai memahaminya. Ini akan sangat berbeda jika sejak awal anda sudah mampu memahaminya dan menyikapinya. Tentu saja seharusnya anda sudah banyak mengerti akan jalan hidup yang lainnya, namun sayang, saat itu juga anda baru memulainya. Baru memulainya memahami hidup yang sebenarnya dan paling nyata !

 

Inilah juga, sifat manusia, kejenuhan menjadikan sesuatu yang harus dihadapi dan dipecahkan kebekuannya. Sebab kejenuhan yang ada seakan kita sudah tidak mencintainya lagi. Dan inipun bukanlah masalah cinta semata, namun bagaimana kita selalu berusaha belajar membongkar setiap kejenuhan hidup, yang akan selalu menghadang kita. Sebab kalau kita tidak berusaha belajar dari sekarang, maka akan sulitlah kita memulainya kemudian.

 

Untuk itu anda wajib membaca topik dibawah ini, ambil hikmah dan pelajaran demi masalah anda, Klik >>> :

  1. Hidup Haruslah sebuah Pilihan !

  2. Manusia dan Kejenuhan Hidup !

Selanjutnya kembali kepada anda untuk mempertimbangkannya, kalau anda belum puas juga, telusuri terus topik-topik yang ada, sampai anda menemukan siapakah diri anda sebenarnya ! Dan jangan lupa ikuti terus uraian-uraian topik selanjutnya, supaya anda lebih mantap menjalani hidup yang nyata !

 

 

 

Janganlah takut untuk menentukan sikap yang seharusnya !

Sebab inilah jalan yang sebenarnyanya !

Mungkin berat dan sulit untuk memulainya !

Namun suatu ketika anda akan melenggang dengan mudahnya !

Dan yang awalnya sulit ternyata menyenangkan juga !

Awalnya tampak berat namun serasa mengasyikan juga kemudian !

Ayolah bersikap satria menghadapi hidup ini !

Sebab, pastilah anda merasakan manfaatnya, suatu ketika kelak !

Maka jangan ditunda-tunda, sebelum anda rugi karenanya !

Selamat menetapkan jalan hidup untuk hidup !

 

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !