Rasa Bersalah, tak pernah Hilang dari Hidup Anda !

 

Aropi, 25 thn, Mahasiswa, Bali. 30  Juli 2005.

 

Dear Gusti....

Maaf yach gusti ini pertanyaan atau semacam curhat saya....yang jelas saya ingin bercertia tentang saya dan mantan pacar saya...

Di mulai dari perkenalan kami makin lama kami makin akrab sampai dengan kami jadian dan setelah kami jadian kami pun sering melakukan Petting dan kememudian petting pun kami ganti dengan bersetubuh,,, banyak rintangan yang saya hadapi tapi saya tetap mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hati....tapi akhir kamipun putus. nah biar saya udah putus seharusnya saya lega tapi malah sebaliknya saya selalu di hantui rasa bersalah dan rasa tidak tanggung jawab, pernah saya mo mencoba kembali tapi mantan saya menolaknya....yach udah ga apa lah saya juga bsa mengerti....tapi makin lama saya makin selalu di hantui rasa barsalah tapi yang lebih heran lagi justru saya tidak cinta dan sayang lagi sama dia dan bahkan saya tidak berharap mo kembali ketemu ma dia....nah gusti......bisa kah anda memberi saran apa yang seharusnya saya lakukan agar rasa bersalah dan rasa tidak tanggung jawab ini bisa hilang dan tidak selalu menghantui aku....oh yach gusti ...sejak putus sama dia saya (jalan pacaran selama 1 tahun), tapi sekarang saya udah punya pacar dan kita sama saling mencintai....tolong saran dari gusti....apa yang harus saya lakukan...sebelumnya saya ucapkan terima kasih !


                             

MasIdan.

 

Hubungan sex pra-nikah sangat rentan dengan banyak masalah !

 

Rasa bersalah menjadi sumber masalah !

Bagaimana tidak, di lain pihak kecuali rasa bersalah, anda pun harus dihantui ketidaksiapan menerima tanggung jawab yang seakan begitu cepat. Disamping itu keinginan untuk terus melakukanpun tak bisa dicegah. Meskipun berusaha untuk selalu mencegah dan menghindar, namun hubungan itupun tak pernah bisa dicegahnya. Diakui ataupun tidak, kenikmatan demi kenikmatanpun diraihnya.

 

Waktupun terus berlalu, cinta dan nafsupun tak mungkin bisa dipisahkan. Di sisi lain, salah satu pihak memberi karena cinta, di lain pihak nafsu cintanya telah meminta tiada terkendali. Dan yang jelas kedua-duanya menikmati puncak cinta mereka. Dan sang waktupun tak mau berhenti, cinta merekapun akan lebih dedera banyak kesalahpahaman-kesalahpahaman hidup. Juga kenyataan cinta yang harus turun setelah beberapa saat berada di puncakpun harus terjadi.

 

Kemudian cinta yang mulai menurun itupun mulai diuji watak aslinya oleh pemilik cinta itu. Akankah mereka akan mempertahankan cinta mereka di atas nafsu cinta mereka. Akankah mereka harus menyadari akan kenyataan cinta yang dihadapkan pada watak aslinya para pemilik cinta itu. Akankah nafsu menjadi mengalahkan cinta ? Akankah cinta menjadi sebuah tanggung jawab yang seharusnya ? Akankah mereka mampu menghadapi gejolak hubungan mereka, ketika hubungan cinta yang sudah berada di puncaknya, mulai menurun dan kembali pada keadaan yang biasa ? Semua akanlah dihadapkan pada banyak masalah yang peka, setelah hubungan cinta itupun sudah semakin dalam.

 

 

 

Hubungan itupun membuat wanita menjadi sangat peka !

Inilah masalah yang telah dipicu oleh satu sumber masalah, yaitu hubungan sek pranikah itu sendiri. Hubungan sex yang menjadikan mereka sangatlah peka dan mudah salah paham karenanya. Jiwa kewanitaannyapun menjadi sangat berbeda dengan yang dulu kala. Karena begitulah batas hidup yang telah ditembusnya. Batas hidup yang telah ditembus oleh hubungan sex yang ada. Hubungan sex yang telah menjadikan mereka menjadi wanita yang lainnya. Dan selanjutnya, kebutuhan sex akan dan telah menjadi bagian hidupnya. Kebutuhan sex yang telah menjadi dorongan sebuah kebutuhan yang begitu kuatnya. Dorongan-dorongan yang secara biologis telah menjadikan wanita yang lainnya.

 

Perubahan biologis inilah yang menjadikan perubahan kejiwaan seorang wanita yang telah melewati batas hidupnya. Nah, perubahan jiwa inilah yang menjadikan mereka menjadi serasa hidup di tengah-tengah kekhawatiran demi kekhawatiran, ketakutan demi ketakutan, kegelisahan demi kegelisahan, keraguan demi keraguan, dan semua keadaan yang penuh dengan kebimbangan dan ketidakpastian. Ketidakpastian jiwa, oleh sebab keadaan yang harus dihadapinya di luar ikatan suci. Ikatan suci di mana manusia seharusnya dapat menemukan kepastian.

 

Keadaan inilah, yang sangat memungkinkan mereka harus memutuskan sesuatu yang justru malah sebaliknya. Yang sebaliknya, yang seharusnya menjaga namun justru memutuskannya. Memutuskan hubungan akibat jiwa mereka telah di hantui ketakutan demi ketakutan, dan ketidakpastian demi ketidakpastian. Merakapun merasa tidak kuat menanggung beban itu. Beban yang semakin berat, yang justru berakhir dengan menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri, kenapa itu semua harus terjadi. Harus terjadi, yang mengakibatkan merekapun merasa harus menanggung kesalahan yang terjadi. Menanggung kesalahan dengan memutuskan dan menarik diri. Menarik diri, akibat beban yang serasa pantas untuk ditanggungnya.

 

Inilah yang sering terjadi akibat kepekaan mereka semakin sulit dipahami. Dan keadaan inipun membuat mereka menjadi sangat tertekan dan menjadi tidak menentu. Bagai hidup dalam gelap yang tak tahu harus kemana mencari cahaya yang ada. Keadaan inipun yang telah menjadikan dendam membara dibuatnya. Dendam membara yang sedikit banyak malah merusak diri sendiri. Dalam keadaan yang sangat terpuruk, malah tak jarang membuat keputusan yang sangat sulit untuk bisa dipahami. Inilah kepekaan wanita, yang sering terjadi akibat melewati batas ketidakpastian hidup yang memang tidak pasti (akibat hubungan sex diluar nikah).

 

Inilah yang terjadi pada pacar anda yang lalu ! Dalam keadaan begini, sulit rasanya akan kembali kepada anda ! Dan mudah-mudahan ia tidak merusak jalan hidupnya !

 

 

Setelah mencapai puncaknya, pada akhirnya, semua menjadi akan berbeda !

Inilah kekuatan sex dan cinta pada jiwa yang ada pada lelaki, yang bisa menjadi pengemis cinta. Sebab dorongan nafsu sex yang teraktualisasi dengan cinta, menjadikan kita seakan menjadi pengemis cinta. Pengemis cinta supaya diberi makna terdalam dari sebuah cinta. Makna terdalam dari sebuah makna cinta, yang tak lain dan tak bukan adalah sex itu sendiri !

 

Lepas dari rasa bersalah ataupun tidak, jiwa kita seakan menjadi kosong ketika puncaknya cinta itu harus menuruni jalan yang ada. Di sinilah kita diharuskan belajar untuk bertanggungjawab dan menerus jalannya cinta. Meneruskan jalan cinta yang mungkin serasa sudah berbeda. Serasa berbeda karena si dia harus menjadi wanita yang lainnya. Wanita yang lainnya, yang bisa memunculkan banyak kesalahpahaman akibat kepekaan batas jalan hidupnya.

 

Andapun terlambat meneruskan jalan cinta. Sehingga, cintapun menjadi merana oleh akibat batas cinta sudah berjalan cukup lama. Merana jalannya cinta, oleh sebab kesalahpahaman-kesalahpahaman yang ada menjadi sangat rumit dan tak terduga. Merana bagi si dia dan andapun bisa melupakannya tanpa cinta. Dan rasa bersalah dan kurang bertanggungjawab menjadi masalah lain akibatnya. Masalah lain yang hanya akan menghantui hidup anda, akan tetapi menjadi bencana bagi hidup si dia. Karena si dia (pacar lama) menjadi sangatlah terguncang adanya, sehingga bukan cuma dihantu rasa bersalahnya.

 

Dan tanpa terasa, andapun sudah tidak mencintainya !

 

 

Rasa bersalahpun tidaklah pernah lenyap, sebelum anda mencoba sekuat tenaga melanjutkan tanggung jawab yang ada.

Mohon maaf adanya, kami tidak mampu melihat cara yang lainnya untuk menghilangkan rasa bersalah dan lainnya, kecuali keharusan kuat melanjutkan tanggungjawab yang ada. Melanjutkan cinta yang hilang, walaupun harus berusaha membangun cinta yang telah ada. Sekali lagi maaf, hanya ini jalan satu-satunya !

 

Ketahuilah, bahwa menolaknya dia, bukan berarti sudah tidak ada peluang untuk mencobanya. Pahamilah penolakan itu, sebagai bentuk kehancuran hatinya akibat peristiwa yang tak diduganya. Kehancuran hati akibat kesalahpahaman-kesalahpahaman yang telah menjerumuskannya. Menjerumuskannya, akibat dia harus melewati batas-batas hidupnya. Batas hidup yang seakan tidak pasti, menjadikan dia menyalahkan dirinya. Menyalahkan dirinya akibat kepekaan hati yang telah menjadi wanita yang lainnya.

 

Sulit memang membangun kepercayaan yang ada dalam situasi seperti ini. Singkatnya, dibutuhkan pihak ketiga yang bisa mencoba menjelaskan apa yang mungkin bisa terjadi pada dirinya. Pihak ketiga yang mungkin bisa memahamkannya, bahwa sesuatu yang telah terjadi itu memang sepantasnya diselesaikan. Sepantasnya diselesaikan menjadi sebah tanggung jawab yang selayaknya. Tanggungjawab yang tidak harus menghancurkan hidup salah satunya. Atau Tanggung jawab yang tak harus dihatui rasa bersalah selama hidupnya. Kehancuran hidup atau rasa bersalah hanya karena kesalahpahaman yang tak mampu bisa dipahaminya.

 

 

Pacar yang baru belum tentu lebih baik dari yang pertama !

Jadi kenapa anda harus bermain judi dengan hidup anda ! Oleh sebab Anda menyerah dan tidak mencinta, hanya karena tidak mengetahui kesalahpahaman yang ada. Anda menyerah dan tidak berusaha mencoba memahamkannya, walaupun butuh bantuan pihak ketiga. Memcoba membangun cinta di mana rasa bersalahpun tidak lagi menhantui hidup anda.

 

Anda seakan bermain judi dengan hidup, yang mencoba mencinta dengan pacar barunya. Namun anda tak pernah membayangkan, bahwa kemungkinan besar peristiwa itupun bisa terulang kembali. Dan kalau itu terjadi lagi dan terjadi lagi, berapa banyak rasa bersalah yang akan menumpuk pada diri anda itu.

 

Dan kalau anda masih bermain judi dengan hidup, maka kemungkinan besar akan terulang dan terulang sangat terbuka lebar ! Dan kamipun bisa menjamin, andapun tak akan pernah mendapatkan kepuasan hidup yang semestinya, kecuali penyesalan demi penyesalan yang sangat kurang berarti. Kamipun takkan mampu memaksakan peringatan ini, kecuali anda mempercayai. Namun yang pasti, hukum kehidupan alampun tak pernah merasa rugi dengan apa yang akan dilakukan oleh semua penghuninya. Dan semua pastilah akan terjawab, jika sudah terbukti !

 

Inilah kelemahan sifat dasar manusia, yang selalu tergoda dan mudah tertarik dengan yang lainnya. Daripada, belajar hidup dengan tanggungjawab yang ada. Sebagaimana hidup adalah tanggungjawab yang menjalaninya. Kita mudah menyerah dengan peluang yang ada. Dan kitapun mudah berpindah dari pada berusaha menjaga yang telah ada.

 

Inilah manusia yang tiada pernah ada habis-habisnya, mudah tergoda dengan segala alasan yang bisa dangan mudah dibuatnya. Namun setelah didapatkannya semua ternyata tak jauh berbeda, malah tak sedikit justru yang kurang sempurna dikatakan lebih sempurna. Inilah hidup yang penuh dengan goda ! Dan barang siapa tidak berhati-hati memahami makna hidup yang ada, maka kitapun hanya akan menyesalinya !

 

Akhirnya, pilihan hidup ini kembali pada kita untuk memilihnya !

Memang menyakitkan kebenaran makna hidup untuk dijalaninya !

Namun, pastilah semua akan lega, kalau mampu mengerti hidup seharusnya !

Hidup memang sebuah godaan, maka tidak ada salahnya kita mewaspadainya !

Hidup pastilah akan menyenangkan, kalau tidak ada yang merana dibuatnya !

Hidup menjadi lebih bermakna, kalau dipenuhi dengan tanggungjawab yang ada !

Karena hidup adalah sebuah tanggungjawab yang ada ditangan kita !

Selamat merenungkannya !

 

 

Mohon maaf terlambat, pertanyaan anda butuh pemikiran yang pelik !

Salam MasIdan !

 

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !