|
Di Mana Jodohku ?
Watik, Pegawai Swasta, 31 thn,
Ujung Pandang.
1 Maret
2005. Aku akuai, aku adalah wanita yang agak tamperamental dan 'over' dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Aku tahu teman-teman di kantorku banyak yang kurang suka kepadaku. Katanya aku dianggapnya sering tidak mau mengalah dalam banyak hal. Aku menyadari walau wajahku lumayan, namun ada yang kurang pada kepribadianku, tapi kan semua oarang mesti punya kekerungan. Masalah hubungan dengan teman-teman, ini disebabkan karena mereka sering bertindak semaunya sendiri, mau enaknya sendiri, dan tak jarang suka menyombongkan diri. Hal-hal di atas cenderung tidak saya hiraukan. But...., yang jadi masalah dan sering mengganggu pikiranku adalah belum adanya jodoh yang datang kepadaku. Entahlah, memang ada juga yang ingin menjodohkanku atau pernah ada orang yang akan mendekatiku. Namun kenapa hati ini masih merasa kurang cocok, dan selalu ada-ada saja kekurangan dan kekawatiran yang terjadi pada orang tersebut. Saya pernah mendekati seseorang, namun entahlah, pada akhirnya ia tak merasa tertarik padaku. Saya sering pusing memikirkan yang satu ini. Padahal umurku sudah terbilang mulai terlambat dan terus akan selalu bertambah. Bagaimana dan mengapa aku masih belum menemukan jodohku ? Tolong beri kami saran mas ?
MasIdan.
Jodoh dan Rahasia Takdir ?
Jodoh memang rahasia Tuhan. Siapun tidak dapat memprediksikannya (memperkirakan) siapa yang akan menjadi jodoh kita. Jodoh sangat tidak mungkin untuk dirumuskan. Ibarat hidup, kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Mungkin saja kita bisa memperkirakan bahwa kita akan mati kalau kita sudah tua. Tapi siapa orang yang bisa menjamin bahwa kita akan mati setalah kita sudah tua. Dan dengan lantaran apa ? di mana ? umurnya berapa ? Tidak akan ada seorangpun tahu tentang akhir hidup seseorang.
Mungkin, kita akan tahu dan dapat memperkirakan seseorang akan berakhir hidupnya. Jikalau ada informasi yang cukup falid (kuat dan nyata) bahwa seseorang tersebut menderita suatu penyakit yang memang mematikan. Walaupun masih ada kemungkinan salah. Tapi paling tidak kita memang bisa memperkirakan hal tersebut. Namun dengan syarat kita tahu bahwa seseorang tersebut menderita penyakit yang memang mematikan.
Aneh memang yang namanya jodoh itu. Sebagian besar terjadi (mendapatkan jodoh) dengan tidak disangka-sangka. Semua seakan terjadi begitu saja. Tidak ada jaminan bagi mereka yang sudah pacaran sekian lama dan kemudian akan berakhir di pelaminan. Tidak ada jaminan bagi kita yang sudah menjalin persahabatan dengan sekian banyak orang, kemudian kita berjodoh dengan salah satu diantaranya. Tidak ada jaminan seseorang yang cantik/ganteng, kaya, dan mempunyai karier yang baik, kemudian dengan mudahnya mendapat jodohnya. Tidak ada jaminan bagi mereka yang tidak cakep, miskin dan tak memilki pekerjaan yang tetap akan kesulitan menemukan jodohnya. Semuanya tak akan pernah bisa dirumuskan.
Jodoh memang sebuah rahasia hidup bagi siapa saja. Siapa yang bisa menyangka bahwa jodoh kita ternyata gadis dan jejaka yang biasa saja. Teman atau tetangga yang dulu sama sekali tidak pernah kita perhatikan. Seakan mereka datang begitu saja. Siapa yang bisa menyangka bahwa jodoh terjadi dengan tumbuhnya cinta yang begitu kilat, atau pandangan pertama yang telah menumbuhkan kekuatan cinta yang begitu kuat. Jodoh yang hanya mempunyai kesan yang sangat sederhana dan begitu cepat terjadinya. Jodoh dan cinta yang terjadi tanpa banyak melakukan reserve atau pertimbangan yang pelik dan rumit. Jodoh yang terjadi karena panggilan nurani dan kebutuhan hati. Ada apa dengan jodoh dan cinta ini ?
Untuk lebih jauh memperkanya kasanah pengetahuan tentang cinta, perjodohan dan keluarga, tidak ada jeleknya Anda Klik>>> Aku Takut Ditolak ? >>> Artis Suka Cerai ?.
Cinta dan Rahasia Cinta ?
Cinta banyak digambarkan orang sebagai kekuatan untuk memiliki sang pujaan hati. Pujaan hati yang telah dianggapnya sebagai bintang-bintang yang gemerlapan. Bintang-bintang yang penuh kesejukkan dan ketentraman. Bintang-bintang yang seakan menjanjikan kebahagian yang harus dicarinya, direngkuhnya dan dimilikinya. Seakan, seandainya kita bisa bersama sang bintang, maka bertaburlah bunga-bunga disekelilingnya. Hidup bagai melayang dan terbang. Seakan hidup akan terus melayang dan menjanjikan.
Cinta seakan membuat kita tak akan pernah mampu untuk tidak menemuinya, bertegur sapa, bersendau gurau, atau bercengkerama dengannya. Siapa yang tak berbunga-bunga ketika cinta sedang memabukkan kita. Siapa yang akan mampu hidup tanpa cinta. Cinta adalah hidup dan hidup adalah cinta. Cinta seakan kekuatan hidup insan manusia untuk meniti hidupnya. Cinta bagai buih-buih yang dapat menciptakan semangat dan inspirasi. Dengan cinta setiap insan manusia seakan mampu berdiri dengan kokohnya. Bagi yang sedang dimabuk cinta, maka cinta adalah segala-galanya. Dan tanpa cinta seakan hidup ini kering dan gersang di hatinya.
Tetapi akankah perjalanan hidup selalu dipenuhi dengan cinta dan bertaburan bunga-bunga. Maaf, ini tidak bisa dan tak mungkin. Sebab kalau kita mau dan siap menjalani hidup, maka kita harus melalui dua hal yang harus ditapakinya. Dua hal yang dilalui silih berganti. Silih berganti supaya kita bisa memahami sebuah makna dan arti. Makna dan arti yang memahami akan hidup yang pasti silih berganti. Tidak selamanya hidup kita harus bertaburan bunga-bunga. Tidak mungkin hidup kita selalu melayang penuh kebahagiaan dan senyuman. Adakalanya kita harus kecewa dan serasa putus asa. Adakalanya kita tersenyum kecut dan meratapinya. Dan adakalanya hidup ini membosankan dan penuh cobaan.
Oleh karena itu kalau kita mau hidup, maka kita harus siap dan mampu menjalani semuanya. Menjalani apa-adanya, supaya semua menjadi bermakna. Jangan sampai tergila-gila dan lupa, ketika kita baru bertebaran bunga-bunga. Sebab itu pasti hanya untuk sementara dan tidak bisa seterusnya. Supaya kita masih bisa menjalani hidup yang lainnya, ketika ternyata bunga-bunga itu sedang layu dan mati. Sebab kalau kita mampu menjalaninya maka kita bisa merasakan betapa bunga-bunga itu serasa harum dan semerbak baunya. Bagaimana mungkin kita bisa merasakan harumnya bunga tanpa kita pernah merasakan bahu busuk yang menyesakkan dada. Bagaimana mungkin kita bisa merasakan cinta kalau kita belum pernah merasakan hidup yang merana. Bagaimana mungkin kita bisa merasakan rasa kasih kalau kita belum pernah merasa terluka. Maka hiduplah sewajarnya supaya kita tahu akan makna. Dan hidup apa-adanya saja supaya kita siap menjalani semuanya. Sebab kalau tidak, bersiap-siaplah untuk jatuh karenanya.
Tidak ada salahnya kita selalu mencoba belajar untuk konsekuen dan bertanggungjawab atas irama hidup yang selalu berubah. Agar kita tetap menerima apa adanya ketika diberi anugrah akan cinta, begitu juga kita harus tegar untuk memahami dan berusaha belajar memahami ketika hati sedang terluka. Nikmati cinta yang secukupnya saja jangan sampai tergila-gila karenanya. Sebab waktu jua yang akan mengajak kita merasakan sebuah arti dan makna, jika hati sedang berduka. Sehingga kita tetap bisa tabah dan kokoh, ketika kepedihan sedang datang mendera. Sehingga seakan kita tetap bisa menikmati teriknya siang untuk bekerja dan berakatifitas, dan sejuknya malam untuk bersendau-gurau dan melepas dahaga kepenatan tubuh dan jiwa. Syukur-syukur tidak hanya cinta dan duka, tidak hanya bunga dan bangkai, tidak hanya suka dan nestapa, namun semua, semuanya ! Apa saja ! Dalam keadaan apapun juga ! Supaya hidup lebih bermakna dan penuh jiwa !
Aura dan Kepribadian
Aura adalah daya tarik seseorang yang terpancar pada dirinya. Dengan aura orang bisa kagum dan tertarik karenanya. Aura yang terpancar dari gaya bicaranya, tutur katanya, kepribadiannya, cara berjalannya, pemikiran-pemikirannya, prinsip-prinsipnya, dan banyak hal yang bisa membuat orang bisa kagum dan tertarik hatinya. Aura adalah roh hidup seseorang. Roh yang muncul dalam dirinya. Roh yang membuat ia menjadi bernilai karenanya. Maka, Insan manusia tanpa aura menjadi serasa kering karenanya, serasa gersang karenannya, dan serasa mati dalam kehidupanya. Jadi, aura harus ada pada diri seseorang. Dengan aura, supaya hidup seseorang menjadi bermakna dan sempurna sebagai manusia.
Aura tidaklah bisa dilihatnya hanya dengan di depan cermin kaca. Aura hanya bisa dilihat oleh orang lain yang melihatnya. Oleh karena itu, kita harus mampu bertanya apakah sudah ada aura pada diri kita. Supaya kita bisa hidup dengan cukup sempurna. Oleh karena itu, bertanya pada seseorang yang dapat dipercaya, dan bukan seseorang yang didalamnya banyak kotoran jiwa. Supaya bisa menilai apa-adanya, tanpa dibuat-buatnya. Karena itu adalah kebutuhan jiwa untuk selalu menjaga aura kita. Supaya aura kita tidak melemah karena tertutupi noda-noda jiwa yang tak terasa. Noda-noda jiwa yang bisa muncul di mana saja. Di mana saja dan kapan saja tanpa memberi tahu kita. Jadi kita harus berusaha mencari teman yang bisa menilainya, yang bisa dipercayanya. Janganlah kau korbankan aura hanya karena noda jiwa yang terlalu kuat mendorongnya. Janganlah dan janganlah dikorbankan hanya demi kepuasan jiwa yang tidak pada tempatnya. Janganlah merugikan sesuatu yang bermakna dan tak ternilai harganya hanya demi kepuasan emosi belaka. Berusahalah...,berusahalah ! supaya aura kita bisa perlahan-lahan muncul dan menguat pada diri kita. Janganlah mau merugi karenanya !
Aura pada diri kita bisa tertutupi oleh kekurangan yang terlalu dominan pada diri kita. Semua orang pasti mempunyai kekurangan pada dirinya. Namun kebanyakan dari mereka dapat tersamarkan oleh kuatnya pancaran aura yang dimilikinya. Sehingga mereka mampu menjalani hidup sebagaimana mestinya, sebagai layaknya sebagai seorang manusia. Seakan serasa lengkap kehidupannya. Jadi kita harus mempunyai dan memilikinya. Atau paling tidak, kekurangan pada diri kita jangan terlalu kuat menutupi pancarannya.
Mempersulit diri dan Jodoh
Kami heran dengan kebanyakkan orang dalam mencari cintanya. Bagai masuk dalam panggung sandiwara yang disekenariokannya sendiri. Atau mungkin sudah sifat manusia yang lebih suka mencari dari pada diberi. Lebih tertantang atau tertarik pada hal-hal sulit dari pada hal-hal yang mudah. Tampaknya itu prinsip hidup yang akan selalu baik dan pada tempatnya. Namun sayang tidak semua dilandasi dengan pengetahuan dan pemahaman sehingga yang terjadi hanyalah kesulitan demi kesulitan yang didapatkannya. Dalam mencari cintanya, kebanyakkan dari mereka menganggap suatu hal yang sulit itu pasti akan menarik hatinya. Atau mereka menganggap hal yang sulit akan baik untuknya.
Jujur saja, kami sangat setuju adanya pandangan di atas, selama kita punya ilmu, pengetahuan dan pemahaman yang melandasi itu semua. Namun sayang, kebanyakkan dari mereka tidak begitu. Mereka cenderung lebih suka melihat sesuatu dari kejauhan saja., Mereka selalu mencari sesuatu yang justru jarang ditemuinya atau malah tak pernah dilihatnya. Karena mereka menganggap yang dekat terlalu nampak banyak kejelekan dan kekurangannya, atau malah sudah tidak menarik hatinya. Tidak menarik karena sudah sering melihatnya. Inilah sifat manusia yang sering mengandung jebakan-jebakan pada dirinya. Bagai orang yang lebih berharap fatamorgana dari pada pandangan yang nyata. Selanjutnya tak sedikit dari mereka menelan kekecewaan yang amat pelik dan rumit setelah berada bersamanya. Kemudian tak ada yang bisa disalahkan kecuali dirinya sendiri untuk meratapinya. Kemudian karena keadaan dan pilihan yang sudah terjadi, tidak ada pilihan lain kecuali harus menjalaninya. Menjalaninya walau dengan hati yang perih. Menjalaninya dengan hati yang hampa. Sayang tak banyak dari mereka yang mengungkapkannya, karena semua itu tiada gunanya.
Kami juga heran dengan banyak model cinta yang tiada ujung pangkalnya. Atau malah model cinta yang berputar-putar tanpa logika. Lihat model cinta di >> Klik >>> Aku Takut Ditolak ?. Bagaimana itu bisa sering terjadi disekitar kita, apa yang salah dengan mereka, tapi akankah mereka terus menerus mementaskan sebuah sandiwara. Sandiwara yang nyata-nyata ada. Mengapa mereka tidak menjalani apa-adanya saja,.yang sederhana saja, yang mudah-mudah saja, yang sudah kelihatan wujud dan bentuknya , dan yang sudah tahu banyak tentangnya, sehingga kita dapat menjalaninya dengan mudah dan apa adanya. Mengapa dan mengapa mereka harus lebih suka yang masih kurang kentara. Atau mencari sesuatu yang tampak mengesankan saja, bagai fatamorgana. Mengapa tidak yang jelas-jelas saja daripada sama sekali belum mengenalnya. Atau hanya ingin selalu membuat sandiwara. Sandiwara dimana kita berada di antaranya. Lalu kapan kita akan memilihnya dan kemudian menjalani tahab kehidupan selanjutanya. Kehidupan yang masih harus banyak belajar dan dan mencari banyak makna. Kapan lagi, lalu kapan lagi kalu tidak kita mulai dari sekarang ?
Memulai hidup yang sama sekali baru memang tidaklah mudah. Tapi kenapa kita masih terus bertahan dalam kubangan yang sama. Kubangan yang serasa membuat diri kita mau pergi entah kemana. Kubangan yang sudah dirasakan semakin menenggelamkan kita. Kenapa kita tidak keluar darinya. Walau mungkin akan berat dirasa. Tapi, bukankah berat dirasa kalau dijalani apa-adanya, lama-kelamaan menjadi ringan juga. Selanjutnya kita akan banyak belajar dan bisa mengetahui siapa yang masih terjebak dalam kubangan yang tak kentara. Kemudian kita bisa mangatakannya betapa tidak nyamannya hidup berkubang noda jiwa. Kemudian kita bisa merasakan betapa hebatnya hidup di alam yang seharusnya, bukan fatamorgana yang tampak enak dipandang mata, tetapi sebenarnya tidak ada.
Tampaknya ini saja yang bisa kami sampaikan. Semoga berguna dan penuh manfaat. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan anda. Jika serasa masih ada yang kurang bisa kita smbung kembali.
|