Luka Cinta adalah Wajar dan Biasa !

 

 

Tamy, 24 thn, Swasta, Belum Menikah, Medan. 27 Februari 2006.

 

Hai,aku bingung dengan segala yang terjadi denganku selama ini. Ceritanya hampir sama yang kubaca dengan email yang ada disitus ini. Aku berpacaran lebih dari 1 tahun.Awalnya aku ingin menunjukkan kejagoan dihadapan temanku kalau aku bisa mendapatkan cowok itu. Padahal aku ngak ingin berpacaran.Akhirnya aku mendapatkannya. Dan aku ngak ingin melawan kata hatiku kalau aku ngak suka. Sementara cowok itu udah suka dan aku kasihan, aku juga belajar mencintainya. Kami jalan dan aku semakin mencintainya. Disaat aku sayang dia, dia selingkuh dan ingin tetap jalan samaku. Dia ingin menjalani keduanya. Salah satu pihak aku ngak ingin dia sama yang lain kalau ingin bersamaku dan ingin menjauhinya, salah satu pihak lagi aku pingin tetap bersamanya. Jadi walaupun dia memiliki pacar kami tetap jalan. Baru beberapa hari ini aku merasa ngak bisa dan aku menjauhinya tetapi kami terikat karena hubungan bisnis dan saat ini pula aku memaksakan supaya bisnis kami selesai sampai disini saja. Karena aku ngak mau merusak hubungan orang lain dan berusaha menjauh, walau sebenarnya sangat berat.Aku udah ungkapkan segalanya. Apa yang harus kulakukan? Aku sulit melupakannya apalagi kami satu kota. Bagaimana cara menjauh? Thanks.

 

 

MasIdan.

 

Anda adalah wanita yang lainnya juga !

Tindakan dan keputusan anda sudah benar dan tepat. Cinta adalah kesetiaan, maka tanpa kesetiaan, makna cinta tak berarti apa-apa. Cinta akan selalu memberi kenangan yang indah dan menyenangkan. Akan tetapi, Benci juga merupakan kenangan yang tidak mengenakan bahkan menyesakkan. Namun yang jelas, keduanya bagi insan manusia yang akan menempuh hidupnya, tak akan terlupakan dengan peristiwa yang harus dihadapi dan dilaluinya.

 

Apalagi sebagai seorang wanita, goresan cinta takkan pernah pupus dalam kenangannya. Namun sayang mereka harus merasa tersayat hatinya ketika goresan cinta itu ternyata tak bisa hilang dalam memorinya. Demikian juga dengan benci, juga takkan pernah menjadi menyesakkan dada ketika harus membawanya. Semua seakan menjadi keharusan bagi wanita untuk selalu membawa cinta dan benci dalam jiwa mereka.

 

Namun sayang, masih banyak wanita yang harus selalu meratapi cinta dan benci yang ada dalam jiwa. Meratapinya, yang tanpa terasa telah semakin melemahkan jiwanya. Melemahkan jiwanya, karena anggapan jalan cinta hanyalah satu-satunya. Melemahkan jiwanya, karena benci harus selalu menjadi dendam selama hidupnya. Dan sayang kedua-duanya telah berperan menggrogoti kemulian jiwanya. Dan tanpa terasa merekanpun harus menanggung resiko hidup yang disebabkan oleh ketidakpahaman akan cinta dan benci yang memang harus ada.

 

Untuk ini, sudah selayaknya anda menerima goresan cinta itu apa adanya, sebagai sebuah kenyataan jalan hidup anda. Anda adalah wanita yang lainnya, yang musti akan mengalami suatu peristiwa yang sama sebagaimana anda. Dengan demikian, janganlah anda merasa harus merana sendirian. Mereka juga bisa menghadapinya dan mencoba membuka perjalanan hidup yang lainnya. Maka sudah sepantasnyalah anda bisa unrtuk melakukannya sebagaimana mereka.

 

Ingat, anda dulu telah memulainya tanpa sengaja. Dan lama-kelamaan andapun mulai terpana dan jatuh hati padanya. Untuk itu, sebagaimana perputaran waktu bahwa hadirnya siang dan malam yang harus mengikuti urutan perputarannya, yaitu : pagi, siang, sore, petang, malam, tengah malam, dini hari dan kemudian baru kembali pada pagi hari.

 

Sekarang anda sudah memutuskan untuk pisah dengannya, maka sudah sewajarnya anda mulai bersikap berbeda kepadanya. Demikian juga, andapun harus membalikkan waktu sebagaimana semula ada. Semula ada ketika anda tak ada apa-apa dengannya. Berat memang, sulit memang, tapi itulah jalan hidup anda untuk mengembalikan waktu sesui urutan-urutan yang harus anda lalui. Nikamati saja kenangan-kenagan yang dulu ada, tanpa harus punya keinginan kembali kepadanya. Bangunlah hidup ini dengan penuh konsistensi, jika ingin berpisah, maka apapun yang nterjadi adalah perpisahan.

 

Janganlah, bangun hidup ini dengan ketidak-konsistensian diri, berubah-berubah seakan membangun kebingungan-kebingungan dalam diri. Maka belajarlah menguatkan tekad, berpisah dan apapun yang terjadi adalah perpisahan.

 

 

Nikmati saja dan jangan mau jadi seorang pengecut !

Janganlah jadi pengecut, inilah kunci hidup bagi siapa saja yang ingin merasakan dasyatnya hidup ! Dasyatnya hidup sebagaimana kenikmatan dan kebahagian menjadi orang yang tegar dan punya jiwa. Tidak ada seorangpun yang akan berani meremehkan orang yang tegar dan punya jiwa. Kerana mereka telah mendapatkan kekuatan hidup yang tak mudah diruntuhkan oleh masalah hidup yang pasti akan dihadapinya. Sebab hidup sendiri adalah masalah, maka hanya orang yang punya jiwa saja yang akan melalui dengan entengnya.

 

Siapakah yang tidak pedih dan sakit ketika harus menghadapi masalah. Tapi jika mampu menghadapinya, kita taklah mudah jatuh oleh masalah-masalah yang lainnya.

 

Kenapa harus menikmati dan menghadapinya ? Sebab suka maupun tidak suka anda harus menghadapi masalah tersebut. Anda hadapi dengan kesedihan atau yang lainnya, pasti tetap akan anda hadapi. Namun menghadapi dengan kesedihan yang berlebih-lebihan akan membuat anda pada dendam yang bisa merusak jiwa anda. Ini jelas dan pasti, tak bisa disanggah lagi. Jadi kenapa kita harus rela menghadapi masalah yang harus dihadapi kalau kita harus bunuh diri dengan merusak jiwa ini.

 

Maka dari itu, tak ada jalan lain untuk menikmatinya walaupun harus dengan kepedihan dan kekecewaan. Menikmatinya, sebagaimana anda harus makan ketika badan kita sakit. Tidak selera makan dalam kondisi tubuh sakit, tapi mana mungkin tubuh kita tidak di beri makan supaya sembuh. Bisa saja kita harus di infus atau makan jus walau harus memaksakan diri. Yang jelas menikmati sesuatu yang memang tidak mengenakan hati harus dipaksakan. Harus dipaksakan supaya jiwa ini tetap sehat dan penuh makna.

 

Kenapa kita tak boleh menjadi pengecut ? Sebab sifat pengecut hanya akan membawa kita pada jiwa yang serendah-rendahnya dan rapuh. Jiwa yang rapuh dan mudah jatuh. Dan jiwa yang rapuh dan mudah jatuh menjadikan jalan hidup kita dipenuhi dengan kekecewaan hidup itu sendiri. Kekecewaan-kekecewaan hidup yang telah kita bangun sebagai pengecut dalam hidup.

 

Maka, hadapilah saja walaupun harus dalam kota yang sama. Sakit memang, pedih memang, tapi harus membangun diri akan jiwa yang tegar dan punya jiwa. Tetap konsekwen akan perpisahan apapun godaan yang mungkin akan mengujinya. Hadapilah ! Nikmatilah ! Dan Hanya perpisahan akhirnya ! Tidak bisa tidak !

 

Percayalah ! waktu akan menuntun anda pada pagi hari, walaupun anda harus belajar mengikuti urut-urutan waktu ketika pagi akan menjelang. Semua butuh waktu dan ketegaran. Dan anda harus mampu, sebagaimana wanita yang lainnya bukan hanya anda. Supaya anda bisa merasakan bagaimana menjadi wanita yang bisa bahagia di atas ketegaran dan jiwa yang penuh makna !

 

 

Selesaikan dulu masalahnya !

Bisa saja, cerita dulu sebelum anda mencintainya sebagai sebuah ketidakseriusan, sering anda ungkap dan ungkit-ungkit. Hal ini menjadikan si dia berbuat seperti sekarang ini. Atau keadaan-keadaan lain yang menjadikan anda sebagai patner atau teman biasa. Sehingga si diapun merasa punya hak untuk melakukannya. Atau setumpuk masalah yang bernula dari ketaksadaran anda menjadikan si dia berbuat begitu.

 

Jadi, masalah harus di perjelas dulu penyebabnya. Ini perlu, supaya kita mengambil keputusan dan tindakan yang memang harus dilakukan diatas kejelasan masalah. Siapa tahu si dia melakukan itu, agar supaya dia siap kalau anda suatu saat memutuskan hubungan dengannya. Ini menjadi masuk akal, mengingat awal jadian tidak dimulai dengan niat yang sebenarnya. Bongkar dulu masalah dengan sejujur-jujurnya, cari alasan yang melatarinya dan semuapun harus dilakukan dengan kepala dingin tanpa tekanan. Kita harus tahu ada apa dibalik itu semua.

 

Nah, kalau ternyata yang menjadi penyebab ternyata dipicu oleh prilaku anda, maka sudah selayaknya si dia dan anda mencoba memperbaiki hubungan yang tidak adil dan seimbang. Dan tentu saja si dia harus meninggalkan orang ketiga tersebut. Tentu saja ini syarat mutlak yang harus dilakukannya.

 

Namun seandainya yang terjadi dengan si dia adalah banyak kebohongan-kebohongan yang dibuat untuk menutupi kelemahan jiwanya, maka sudah saatnya anda harus bertekad meninggalkannya.

 

Evaluasi diri !

Apapun yang terjadi dengan keputusan anda selanjutnya, saatnyalah kita mengambil hikmah dibalik itu semua. Kenapa anda bisa di duakan ? Kenapa itu terjadi ? Siapakah yang kurang dewasa dan menjadi tak berguna ? Kita harus berupaya keras mencari hikmah dan pelajaran dari semua masalah dalam hidup kita.

 

Ini harus, supaya kita menjadi lebih punya jiwa dan selalu akan bahagia menapaki hidup yang terus berjalan ini. Kita harus yakin bahwa tekad apapun juga adalah yang terbaik buat kita. Berusaha sekeras mungkin untuk terus maju dan maju menghadapi keadaan apapun jua. Janganlah kita mudah menyerah, bertekad berpisah namun kembali lagi, kemudian berpisah dan kembali lagi, sehingga hidup kita seakan hanya berputar-putar tiada arti.

 

 

 

Jangan anggap si dia segala-galanya !

Tapi biarkanlah dia ikut serta memahamkan sebuah makna yang ada !

Sebuah makna dimana dia ternyata bukanlah yang terbaik untuk anda !

Tapi biarkanlah dia telah menggores cinta dalam hidup anda !

Akan tetapi si dia tak harus menjadi milik anda !

 

Janganlah mau menjadi pengecut untuk menghadapi kenyataan yang ada !

Kitapun tidak perlu lari dan menghindar akibat goresan yang ternyata ada !

Hadapilah walau harus sakit di rasa !

Tapi tekad yang kuat untuk menghadapi kenyataan untuk melupakan dia !

Biarlah waktu menuntun anda menjelang terangnya pagi hari !

Kita pasti mampu dan bisa menghadapinya !

Sebab disana akan banyak makna yang akan diperolehnya !

 

Dan ketika pagi sudah mampu anda jelang, Maka anda akan terseyum dengan bangga akan ketegaran jiwa yang telah anda peroleh !

Dan andapun akan sangat berterimakasih dan bahagia dengan diri anda !

 

Selamat menghadapinya !

 

 

Salam !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !