|
Manusia dan Kejenuhan hidup !
Jony, 21 thn, Masih Nganggur, Semarang. 16 Mei 2005.
Enaknya gimana mengatasi titik puncak kejenuhan dalam masa mencari
MasIdan.
Sifat Jenuh adalah Sifat Manusia ?
Manusia selalu akan menghadapi kejenuhan dalam hidupnya. Akan mengalami kejenuhan apa saja yang menjadi rutinitas dan tanggung jawabnya. Entahlah apakah harus begitu dalam menghadapi hidupnya. Ataukah karena memang merupakan bagian dari dimamikanya sebagai manusia. Maka dari itu kejenuhan adalah bagian dari hidup manusia itu sendiri.
Namun sebenarnya kejenuhan itu sendiri mengandung arti sebuah usaha. Suatu usaha di mana manusia dituntut untuk tidak menyerah begitu saja dengan apa yang menjadi rutinitas dan tanggung jawabnya. Rutinitas akan keluarga yang itu-itu saja. Rutinitas akan masyarakat yang itu-itu saja. Rutinitas dan tanggung jawab dengan cara dan usaha yang begitu-begitu saja. Pokoknya segala hal yang menyangkut suatu kebiasaan yang begitu-begitu saja, semuanya !
Nah, di sinilah manusia dituntut untuk tidak membiarkan keluarga, masyarakat, pekerjaannya, dan usahanya hanya berada di sekitar itu-itu saja. Mereka seakan dituntut untuk mencoba memberi warna dan bentuk yang sama sekali baru dan menyenangkan. Mereka seakan dituntut untuk mencoba mencari cara atau alternatif lain yang mungkin bisa membongkar kejenuhan tersebut. Sauatu kejenuhan yang telah mememjarakannya dalam lingkup yang selalu sama. Suatu kejenuhan yang ada akibat dari cara pandang yang hanya tertuju pada satu sisi saja atau mungkin hanya pada satu sudut saja, atau mungkin hanya melihat dan memandang pada satu bagian saja.
Suatu kejenuhan terjadi akibat hanya selalu melihat sesuatu keberuntungan, kebahagian, kenyamanan dan kesuksesesan hanya pada satu jalan saja. Suatu kejenuhan yang tidak mampu melihat betapa banyaknya jalan yang ada untuk mencapai berbagai tujuan. Kejenuhan yang telah menjebak kita pada jalan yang terlalu sempit dan gelap. Sehingga kita merasakan kepenatan dan kebosanan dalam menjalaninya. Kepenatan dan kebosanan yang telah kita buat sendiri akibat sikap menyerah kita. Kepenatan yang kita buat akibat rasa frustasi kita. Kebosanan yang kita buat hanya karena kita melihat satu jalan saja dalam mencapai cita dan harapan.
Ingat, suatu rutinitas atau tanggung jawab tentang pekerjaan atau yang lainnya, tak selamanya akan memberi keberhasilan, keberuntungan, perkembangan ataupun kemajuan. Suatu rutinitas atau tanggung jawab, pastilah mengandung kelemahan-kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu di sinilah manusia dituntut untuk bisa menyiasati, kreatif dan inofatif. Sehingga dengan begitu, kreatifitas dan prilaku yang inofatif mampu menutupu kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada. Sikap-sikap yang kreatif dan inofatif inilah, yang mampu memecahkan kebekuan suatu rutinitas dan tanggung jawab yang terjadi. Dimana kemudian rutinitas dan tanggung jawab yang ada menjadi bergerak berubah warna dan tampilan. Berubah warna dan tampilan menjadi rutinitas dan tanggung jawab yang seakan-akan baru dan lebih menjanjikan.
Mencari Kemapanan Hidup tidaklah Harus pada Satu Jalan Saja ?
Nah itulah yang tejadi pada anda ! Anda seakan melihat sesuatu kesuksesan, kemapanan, dan keberhasilan hidup hanya terpaku pada satu jalan saja. Kemudian karena begitu ketatnya persaingan dalam memperoleh pekerjaan, ternyata anda harus menirima kekalahan demi kekalahan dalam bersaing dengan mereka. Selanjutnya anda terus-menerus mencoba dan mencoba peluang lain yang tak kalah mengiurkannya. Namun sayang anda ternyata belum beruntung juga, dan andapun selalu kalah dengan mereka. Demikian seterusnya dan seterusnya mencoba dan berusaha dengan peluang lainnya, tapi apa daya andapun belum mendapatkannya juga.
Sekilas, kalau anda memang telah berusaha dengan banyak peluang yang ada, seakan telah anda lakukan berbagai cara dan jalan demi sebuah pekerjaan. Namun kami melihat, dan kami sangat yakin dengan ini, anda masih berusaha dan berupaya pada satu jalan saja, belum mencoba banyak jalan yang lainnya. Banyak jalan yang sangat mungkin anda seharusnya cocok dan seakan berada ditempat yang seharusnya anda bekerja.
Anggap saja anda telah terpaku pada pekerjaan yang terkesan mentereng saja. Bagaimana tidak mentereng kalau gedung bangunan kantornya saja seakan menjulang tinggi diatas langit biru itu. Bagaiman tidak mentereng, keluar-masuk halaman kantor saja lalu lalang mobil-kendaran yang rata-rata keluaran baru. Belum lagi di halaman parkir berjejer-jejer kenderaaan-mobil yang mengiurkan mimpi. Belum lagi para karyawan dan pegawainya tampak gagah-gagah dan mengundang dengki. Seyuman stafnya saja sudah mampu meluluhkan hati. Semua seakan menjadi sebuah mimpi. Sebuah mimpi akan betapa senang dan gagahnya bekerja di lingkungan ini.
Inilah bayangan yang ada di benak para pencari kerja pada umumnya. Maka mereka berbondong-bondong dan bersaing pada tujuan yang sama. Tentu saja mereka tidak akan diterima semuanya. Sebab hanya sebagian kecil dari mereka saja yang mungkin memenuhi kriteria-kriteria yang memang dibutuhkannya. Dan sebagian besar lainnya harus rela menelan ludahnya akibat ketersingkirannya. Tentu saja sebagian besar dari mereka akan kecewa, merana, dan tak seddikit yang putus asa. Tetapi ada juga sebagian dari mereka masih punya semangat yang membara untuk terus berusaha mencari peluang yang lainnya.
Namun sayang bayangan yang memabukkan itu masih menjadi tujuannya. Sehingga mereka masih terpaku pada pekerjaan yang terlihat mentereng dan menggiurkan itu. Tentu saja mereka akan terus bersaing dengan bertambahnya pesaing-pesaing baru yang tak kalah berbobot dan sangat mungkin malah lebih berpengalaman. Pertaruhan nasib menjadi sangat menentukan. Namun yang jelas tidaklah mungkin semua akan diterimanya, malah yang jelas justru banyak yang akan berguguran dan menerima kekecewaan.
Ini terus dan terus dilakukan, tidak hanya bermingu-minggu atau berbulan-bulan atau bahkan sangat mungkin dilakukannya bertahun-tahun. Dan merekapun terus dan terus akan selalu bersaing dengan pesaing-pesaing baru yang sangat mungkin lebih berkualitas dan berpengalaman. Tentu saja nasib menjadi sebuah harapan yang membingungkan. Dan hari-hari selama bertahun-tahun itupun habis digunakan untuk menunggu dan berusaha mencari peluang yang ada. Berapa banyak waktu yang telah digunakan untuk berharap dewi fortuna berpihak kepadanya.
Dan kami sangat yakin, kebanyakan dari mereka saat menunggu dan berharap dewi fortuna datang kepadanya, tidak digunakan untuk mencoba peluang yang lainnya. Tidak berusaha mencoba jalan usaha yang lainnya. Sebauah jalan yang bisa jadi awalnya tidak tampak mentereng dan menggiurkan. Sebuah jalan yang sangat mungkin tidak menarik minat banyak orang yang sebenarnya membutuhkan. Oleh karena tidak menjadi minat banyak orang, maka itulah sebenarnya peluang yang sangat menganga (peluang besar).
Dan merekapun saat menunggu dan berusaha, kebanyakan menghabiskan waktunya untuk melepas kepenatan akibat nasib yang masih membingungkannya. Kebenyakkan dari mereka lebih cenderung mencari hiburan diri akibat peluang masa depannya seakan semakin tidak menentu dan tak jelas juntrungnya. Mereka lebih banyak mengunakan waktunya dengan bersantai-santai melepas ketegangan akan masa depan hidupnya yang seakan meredup tanpa daya.
Lalu berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia, hanya karena ingin melepas kepenatan. Berapa banyak waktu yang digunakan hanya karena mencoba untuk menghibur diri dari beratnya persaingan. Berapa banyak waktu yang digunakan hanya untuk bersantai-santai demi melupakan nasib yang terus semakin membingungkan ini. Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia karenanya. Tidaklah mungkin hanya terbuang hanya dalam bilangan hari saja, atau minggu saja, atau mungkin dalam hitungan bulan saja. Ternyata waktu yang terbuang sia-sia, karena itu semua, bisa jadi menjadi bilangan tahun. Bilangan tahun yang sangat banyak jumlah bilangan harinya. Berapa banyak waktu anda terbuang dengan sia-sia ?
Dan terbuangnya waktu sia-sia itu, sangat bisa jadi menjadikan anda serasa putus asa dan mulai menghadapi kejenuhan dalam hidup ini dan kejenuhan dalam berusaha pada jalan yang lainnya ? Sadarkah anda dengan ini semua ?
Pekerjaan yang mentereng awalnya memang penuh dengan kegermelapan ?
Tahukah anda, Purdi E Candra, pemilik Primagama Grup itu, Dia awalnya tak ubahnya hanya seorang les privat kampungan belaka. Pekerjaan yang pantas dipandang sebelah mata. Pekerjaan yang berharap pada mereka yang mempunyai kelebihan uang belanja, yang ingin mencoba mencarikan pelajaran tambahan bagi anaknya. Dia tak ubahnya tenaga pembantu kontrakan yang dibutuhkan untuk anaknya. Sebuah pekerjaan yang jauh dari kesan mentereng dan membanggakan.
Tapi itulah Purdi E Candra, dia malah mendapat ide besar dari pekerjaan yang sepele dan tak banyak menjadi minat banyak orang. Malah pekerjaan yang seakan pantas dilakukan orang-orang yang hanya mencoba menambah penghasilan saja. Pantas saja, saat itu, pekerjaan tersebut banyak dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Sebuah pekerjaan yang seakan tidak menjanjikan, karena hanya seakan menjadi pembantu tenaga kontrakan saja.
Namun berbeda dengan Purdi E Candra melihat pekerjaan yang sepele itu. Ia malah merasa mendapat peluang besar darinya. Sebuah ide besar yang akhirnya pantas diacungi jempol oleh siapapun juga yang melihat kiprahnya. Siapa yang menyangka Purdi E Candra menjadi besar hanya karena menekuni pekerjaan sebagai pembantu kontrakan yang sepele itu, dalam menambah mata pelajaran sekolah tersebut.
Mungkin saja teman-teman sekampus atau sejawatnya saat itu sudah banyak diterima di instansi pemerintah atau malah perusahan bonafit yang ada saat itu. Tentu saja mereka akan dengan bangga dan penuh seyum menatap masa depan yang pasti dan mantap. Beberapa saat kemudian, tak menutup kemungkinan, kemapanan merekapun mulai bermunculan. Bermunculan kemapanan dengan sepeda motor dan rumah baru yang mungkin bisa mengundang kedengkian dan keirian. Dan bermunculan kemapanan dengan barang-barang mewah lainnya.
Di lain pihak saat itu, Purdi mungkin sedang mengais sampah rejeki di sekitar kampungnya. Namun bisa saja Purdi tidak berkecil hati dengan kesuksesan-kesuksesan yang sudah diraih teman dan sejawatnya itu. Dengan ide besarnya yang di temukan di sampah rejeki kampungan itu, ia sangat yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Dipersiapkan peluang yang dipandang sebelah mata itu dengan serius dan cerdas. Lalu apa yang di dapat Purdi sekarang, tak lain dan tak bukan menguasai dunia pelajaran tambahan di seantero pelosok bangsa ini. Dan di bawah naungan Primagama Grupnya itu mulai memperluas diri, yang tidak bergelut dengan dunia pendidikan saja, tapi dengan usaha yang lainnya ( termasuk di dalamnya rumah makan dan lain senagainya).
Lalu kemapanan dan kesuksesan apa yang sudah diraih oleh Purdi E Candra itu ? Yang mencari peluang dengan mengais sampah pendidikan di perkampungan itu ? Yang mendapatkan ide besarnya dari pekerjaan murahan itu ? Yang mendapat ide besar dari pekerjaan yang sangat sepele itu ?
Kemapanan dan kesuksesan apa yang didapat dari pekerjaan yang jauh dari kesan mentereng itu ? Lalu bagaimana perbandingan kemapanan yang diperoleh Purdi dengan teman atau sejawat yang dulu sudah mapan itu ? Jauh, sangat jauh berlipat - lipat dengan kemapanan yang telah diperoleh teman dan sejawatnya itu ? Sebab kemapanan Purdi sudah sangat jauh meninggalkan kemapanan mereka ?
Sekarang saatnya mereka mulai berganti iri dan dengki dengan Purdi akan kemapanan dan kesuksesan yang telah diraihnya itu ?
Kesan mentereng awal-awalnya itu ternyata kalah jauh dari ide besar mengais sampah pendidikan di perkampungan yang lalu ?
Lalu siapa yang tak ingin mengikuti jejak Purdi E Candra, yang telah memulai kariernya dari pekerjaan yang sepele itu ? Yang mungkin saja banyak bertebaran peluang-peluang yang masih dilihat sebelah mata oleh sebagian besar orang ?
Sudah saatnyalah Anda mulai merubah strategi ! Nah sudah saatnyalah anda mencoba merubah strategi dalam mencoba mencari kemapanan hidup ini, pekerjaan misalnya. Tidak ada salahnya anda mencoba mengais sampah-sampah rejeki yang sangat mungkin memunculkan ide-ide besar itu. Mengais sampah rejeki, sambari terus mencoba sebuah impian pekerjaan yang mungkin masih anda harapkan itu, tentu saja jika anda masih menginginkannya. Kalau tidak menginginkannya akibat beratnya persaingan, tidak ada jeleknya anda berkonsentrasi penuh dengan sampah-sampah rejeki yang mungkin bisa menjadikan ide besar dan peluang yang menganga itu.
Boleh saja kedua-duanya beriringan menunggu nasib dan peluang mana yang lebih dulu datang. Yang jelas janganlah membuang waktu sia-sia hanya karena kepenatan, ketegangan, dan kepesismisan. Terus dan terus mencari pada sampah-sampah rejeki yang berserakan di mana-mana, ketika mungkin saat menunggu peluang yang lainnya. Siapa tahu anda sudah tidak tertarik dengan satu jalan rejeki yang dulu seakan Anda kejar-kejar itu. Siapa tahu suatu ketika anda sudah tertarik mencari kemapanan dan kesuksesan dari sampah-sampah rejeki yang berserakan dan disepelekan orang itu. Siapa tahu anda sudah merasa mendapatkan ide besar dari sampah rejeki itu, kemudian anda akan menekuninya dengan seriusnya.
Tapi yang jelas, janganlah tergoda hanya pada tampilan awal-awalnya saja ?
Bukankah semua pekerjaan atau harapan itu baru bisa dinilai setelah barakhir semuanya ?
Apakah kesuksesan hidup seseorang itu hanya bisa dinilai saat itu saja ?
Sebab kesuksesan hidap seseorang itu, baru menjadi nyata dan baru bisa dinilai, setelah rentan waktu memulai usaha dan akhir dari hasil usahanya itu ?
Jadi sangatlah salah orang kalau menilai hanya saat itu juga ?
Sebab siapa tahu dia jatuh pada saat-saat yang lainnya ?
Lalu kalau saat yang lainnya dia jatuh, bisakah dia dikatakan sukses dalam hidupnya ?
Jadi, ayolah hadapi hidup ini supaya menemukan ide yang bisa mengejutkan ! Tapakilah jalan hidup ini dengan langkah maju dan terus maju ! Janganlah berhenti hanya untuk meratapi dan bermimpi tiada arti ! Semua pasti mengalami, maka wajarlah untuk dijalani ! Ayo bangkit dan berusaha kembali ! Selamat mencoba dan memulai ! Selamat berjuang untuk hidup !
Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia kehidupan yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|