|
Kita Harus Mengisi Jiwa dengan Cinta !
Ita Devi, Mahasiswa, 20 thn, Surakarta. 27 Juni 2005.
Saya adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di surakarta.saya anak pertama dari tiga bersaudara saya lahir 14 nov 1984 dgn weton rabu kliwon. saya ingin mengkonsultasikan suatu masalah yang sangat mengganjal, saat ini usia saya sudah 20 tahun, tetapi sampai sekarang saya belum juga dapat menemukan seseorang yang cocok untuk menjadi pacar saya. Saya bingung sekali keluarga bahkan teman teman sering menanyakan kapan saya akan pny pacar, pertanyaan itu mungkin saja sepele bagi sebagian orang ,ttp bagi saya itu bagaikan suatu beban, bukannya saya terlalu pilih2 ttp saya ingin seseorang yg bnr2 menyayangi saya dan dapat menbanggakan saya dan keluarga. Karena selama ini keluarga saya selalu dipandang sebelah mata oleh orang2 di sekitar kami bahkan keluarga dekat kami, krn keluarga kami adalah keluarga yg kurang mampu.
Terima kasih atas jawabannya dan saya mohon tolong identitas saya dirahasiakan
?
MasIdan.
Apalah arti kekayaan kalau kita tidak bisa bahagia ?
Siapa bilang, orang menjadi dihormati haruslah kaya ? Memang bisa dipahamai, jika ada orang yang berpendapat bahwa kekayaan bisa menjadikan orang dihargai dan dihormati. Untuk itu, jadilah banyak orang yang mengejar kekayaan dengan segala cara. Karena memang dalam pikiran mereka, kekayaan adalah harga dirinya. Maka banyak di antara mereka tak mau tahu bagaimana cara mencarinya. Dan kemudian, hanya karena sudah berpandangan bahwa kekayaan adalah segala-galanya, lalu tak sedikit dari mereka yang mencarinya dengan penuh ketidakwajaran. Mungkin bisa saja mereka menjadi kaya walau harus dengan apapun juga. Namun kemudian, mereka tidak menyadarinya bahwa cara apapun yang tidak wajar itu ternyata membawa resiko yang tidak sederhana juga.
Korupsi, penipuan, penggelapan, penyelewengan, perampokan, perdukunan dan lain sebagainya, yang telah menghantarkan kekayaannya ternyata membawa resiko yang tidak ringan juga. Penjara, anak yang narkoba, istri/suami yang selingkuh, keluarga yang tak mempunyai makna, rumah tangga yang sering diterpa prahara, dan masih banyak lagi resiko yang bisa dibuatnya. Dibuatnya karena sudah salah melangkahi hidup dengan tidak penuh dengan kewajaran. Semua seakan telah dikorbankan demi sebuah harta benda yang menyesatkan. Semua seakan telah digadaikannya hanya karena kekayaan yang tidak bisa dibawanya di liang lahatnya. Hidupnya seakan telah dijual hanya demi mengejar kekayaan yang tidak wajar itu. Kebahagian nyatanya, harga diri yang seharusnya, kenyamanan hidupnya, kemuliaan hati kecilnya dan sebagainya, seakan telah dikorbankan demi kekayaan yang tidak pada tempatnya.
Orang menjadi kaya adalah keharusan. Namun jiwa yang sangat kaya adalah lebih menjadi pilihan. Akan tetapi, menjadi kaya akan jiwa dan harta benda adalah impian yang harus diutamakan. Beginilah hidup harus ditempatkan sebagaimana mestinya. Ditempatkan supaya tidak mengorbankan yang lebih utama. Supaya seandainya kita bisa kaya, kita bisa menikmatinya dengan penuh kebahagian yang nyata, bukan kebahagian semu yang sangat menyesatkannya.
Apalah jadinya kita, menjadi orang terkenal dan bergelimang harta benda, akan tetapi kita sama sekali tidak mampu membina rumah tangga. Apalah artinya kekayaan yang berlebihan, kalau ternyata kita harus beristirahat dipenjara, atau malah istri/suami digondol orang, atau malah anak kita harus menjadi seorang pacandu narkoba, dan masih banyak masalah yang ditimbulkannya dari kekayaan yang berlimpah tetapi tidak mempunyai makna. Lalu apalah arti semuanya, kalau kita harus menjalani hidup yang penuh derita.
Bisa menjadi tidak dipandang sebelah mata, tidak harus kaya !
Maka salahlah, kalau hanya kekayaan saja yang akan selalu memberi kehormatan dan harga diri saja. Namun banyak jalan yang bisa ditempuh jika kita mau mencarinya. Mencarinya supaya kita masih bisa mempertahankan harga diri dan kehormatan yang nyata, bukan yang tampaknya saja. Ingat ! banyak yang tampaknya bahagia dan bergelimang harta benda namun ternyata sangat keropos di dalam kehidupannya. Sebab banyak juga, mereka yang telah membangga-banggakan kekayaannya, menyombongkan semua harta miliknya dan memandang sebelah mata terhadap orang yang tidak diuntungkan rejekinya, ternyata menjadi mati kutu ketika ditanya tentang kehidupan dirinya.
Bisa jadi tidak hanya banyak, malah bisa dipastikan, jika ada orang tega-teganya menyombongkan diri dan tak tahu diri itu, ternyata harus menghadapi kehidupan pribadi yang sangat menyengsarakannya. Sebab tidaklah mungkin orang yang tidak sakit atau tidak sengsara jiwanya itu bisa berbuat tega menyombongkan yang ada pada orang yang kurang berpunya. Inilah logika nyata, mereka sangat berkeinginan menyombongkan yang ia punya, karena memang hanya untuk menutupi sakit dan sengsaranya jiwa. Bahkan ini bukan saja sebagai logika saja, namun malah sebagai rumus yang nyata. Rumus yang nyata sebagaimana alam menyikapi hidup di dunia.
Hanya ada satu cara agar kita bisa mempunyai kehormatan diri dan harga diri yang nyata. Terimalah hidup apa adanya, seandainya kita tidak harus kaya. Kita ciptakan kebahagian yang nyata pada keluarga kita, dengan apa yang kita punya. Hindarilah kedengkian dan keirian pada diri kita terhadap orang yang memang telah dilapangkan rejekinya. Janganlah marah atau malah merasa kecil hati menghadapi kesombongan dan kecongkakan yang nyata. Terimalah semua apa adanya, tanpa harus menyalahkan diri kita. Sebab, kita akan merasa hidup lebih bermakna kalau kita bisa bahagia dengan apa yang kita punya. Jangan terkecoh dengan apa yang tampak-tampak saja, sebab ini semua bisa menyesatkannya.
Hadapilah dengan kerendahan hati terhadap orang yang memandang kita sebelah mata. Sebab kita harus punya jiwa, dan belum tentu mereka punya yang seharusnya ada. Karena jiwa adalah segala-galanya, apalagi kita sudah punya, maka kita tidak boleh minder atau merasa rendah diri. Sebab minder dan rendah diri itu adalah penyakit jiwa, ini tidak jauh berbeda jika kita sombong dan congkak terhadap yang kita punya. Maka besarkan hati karena kita lebih punya yang lebih berharga. Punya yang lebih berharga yang tak bisa ditukar dengan harta benda sebesar apapun juga. Karena jiwa adalah segala-galanya. Dan hanya jiwalah yang dapat menuntun hidup kita lebih berharga. Untuk itulah kita harus punya kelebihan jiwa. karena inilah yang paling nyata !
Kita Harus mengisi jiwa dengan cinta !
Anda masih cukup muda, maka tak apalah belum banyak mengenal arti sebuah cinta. Namun ini semua janganlah terlalu lama berselangnya. Sebab haruslah diketahui, bahwa arti sebuah ilmu cinta tak sesederhana yang mungkin pernah kita bayangkan. Ilmu cinta ternyata sebuah sistem yang didalam banyak mengandung pemahaman dan pelajaran tentang hidup itu sendiri.
Pemandangan hidup yang mengharuskan seseorang bisa meresapi makna yang ada di balik ilmu cinta tersebut. Mungkin bisa saja kita tak harus mengenal apa itu cinta. Tapi tanpa disadari kekokosongan jiwa, akibat tanpa adanya cinta, kita menjadi tidak bisa hidup sebagaimana layaknya. Hidup sebagaimana layaknya manusia supaya mendapatkan tempat yang seharusnya. Hidup sebagaimana layaknya manusia supaya terjadi keseimbangan yang nyata pada kumunitas manusia itu sendiri. Hidup sebagaimana layaknya manusia, yang harus mengisi dan mengasah hatinya dengan cinta dan kasih sayang. Sebab tanpa itu semua kita bisa-bisa tidak menjadi sempurna sebagai manusia sebagaimana mestinya.
Mungkin bisa saja kita tak harus mengenal cinta. Namun ini tidak bisa, sebab tanpa disadari, kita akan menjadi beban dan masalah bagi keluarga, atau tak menutup kemungkinan lingkungan kita juga. Bagaimana kita tidak menjadi beban, kalau ternyata hidup kita sangat gersang terhadap cinta. Hidup gersang tanpa cinta yang akan bersemayam pada diri kita, menjadikan kita tidak tahu bagaimana menyikapi keluarga, masyarakat, ataupun lingkungan di mana kita akan berada. Hidup gersang tanpa cinta yang telah menjadikan kita mahkluk yang tidak bisa mengharagai arti kasih dan sayang terhadap sesamanya.
Sehingga kemudian dalam perjalanan hidup kitapun menjadikan banyak masalah dan kesulitan akibat kegersangan jiwa kita akan cinta. Jalan hidup manusia yang seharusnya diisi dengan cinta. Sebagaimana manusia yang lainnya, yang telah dan akan menjalani hidupnya dengan cinta. Ilmu cinta yang menjadikan mereka menapaki jalan hidupnya sebagaimana mestinya. Sebagaimana mestinya, menjadikan jiwa mereka seimbang dan dapat menghadapi hidupnya dengan keseimbangan jiwa pula. Demikian selanjutnya, mereka bisa menapaki jalan hidupnya sebagaiman mestinya seperti yang lainnya.
Untuk itu janganlah ada dendam terhadap hidup yang ada, hanya karena kita marah dengan hidup kita. Jangan ada dendam terhadap hidup yang ada, hanya kita telah dikecewakan dalam hidup kita. Sebab hidup sebenarnya tak tahu apa-apa tentang diri dan hidup kita ini. Sebab hidup kita hanya menerima apa yang ingin kita lakukan dalam hidup kita. Sebab hidup memang tak mengerti apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita kerjakan. Maka kitalah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap hidup kita, dan bukan yang lainnya, ataupun menyalahkan ketidakmengertian hidup terhadap hidup kita.
Kita sebaiknya dan malah seharusnya bertanggungjawab pada hidup kita sendiri. Bukan malah orang lain yang berhak menentukan hidup kita ini. Untuk itulah kita jangan terpengaruh dengan kesombongan-kesombongan dan kecongkakan yang ada di sikitar hidup kita. Sebab tidak ada larangan orang lain menciptakan kesombongan dan kecongkakan dalam hidupnya. Untuk itu, kita haruslah bisa menempatkan diri untuk tidak ikut-ikutan menanggung kesombongan dan kecongkakan yang telah dilakukan orang lain. Sebab sebaiknya kita membiarkan saja mereka akrobat dan jungkirbalik dengan kecongkakan dan kesombongan yang mereka buat sendiri.
Sebab percayalah, perbuatan yang tidak baik yang telah diperbuat orang lain atau siapapun juga, maka pastilah mereka yang akan memetik dan menerima hasil dari perbuatan buruknya itu. Inipun dengan syarat kita tidak perlu terpengaruh dan malah ikut-ikutan menanggung perbuatannya itu. Ikut-ikutan menanggung kekecewaan dan ketersinggungan akibat kecongkakannya, padahal kita sama sekali tidak pernah melakukannya. Jadi kenapa kita harus tersinggung dan kecewa dengan prilakunya ? Mending kita mikir yang lainnya yang mungkin lebih produktif, daripada menikmati akrobat dan jungkirbaliknya orang sombong dan congkak itu. Biar saja orang lain yang tak bisa menempatkan diri dalam hidupnya, yang akan menyaksikan dan menanggung ulah orang itu. Percayalah, pasti akan ada orang lain yang akan mengurusi kebodohan tersebut. Dan andapun menjalani hidup yang mungkin lebih bermanfaat, daripada menyaksikan dan mengurusi akrobat seseorang, rugilah ya ! Aneh bukan ?
Ketakutan yang ada membuat jodoh sulit dicari ! Saatnya anda menghilangkan jauh-jauh ketakutan yang telah anda cipta itu. Anda masih muda, dan masih punya waktu memilah-milah adanya cinta. Ketahuilah ketakutan-ketakutan anda itu telah menjadikan kelemahan anda untuk mencari yang ada. Percayalah ! masih cukup banyak pria yang berhati mulia dan dewasa. Namun bagaiman anda bisa mendapatkannya, kalau anda telah menutupi aura yang ada dengan kelemahan-kelemahan yang ada. Ayolah ! jangan menenggelamkan aura anda dengan ketakutan-ketakutan yang ada. Bacalah topik ini dan ambil maknanya >>>
Ayolah hadapi hidup ! Jangan rusak hidup ini dengan ketakutan-ketakutan yang nyata ! Janganlah mau menanggung perbuatan yang tak pernah kita lakukan ! Kita harus mulai sekarang untuk mencarinya ! Sebab kita harus banyak belajar tentang ini semua ! Percayalah bahwa kebahagian itu datangnya dari diri kita ! Maka mulailah mengusahakannya dari sekarang ! Sebab kita pasti akan menemukan apa yang kita inginkan ! Selamat memperjuangkan hidup untuk hidup ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|