Jin,  Tipu Muslihat  dan  Musibah ?

 

K Surti, Swasta, 27 thn, Jepara. 27 Maret 2005.

 

 salam,

aku ada pertanyaan....
bgm hukumnya jika menggunakan uang yg di sedot dari ghaib lewat org yg
mampu menariknya?
tapi bukan peugihan lho..apakah bisa dimanfaatkan utk kebaikan?

bls cpt

 

 

MasIdan.

 

Jin, Masyarakat dan Dukun Palsu.

 

Berbicara hal-hal yang ghoib oleh manusia tak terlepas dari pembicaraan mengenai jin. Dan Anda harus mengetahui bawasannya jin ada yang baik ada juga yang jahat. Dan berhubungan dengan jin tak ada yang diuntungkankan kecuali jin itu sendiri. Kecuali jika kita mempercayai tentang adanya kemampuan jin, semata-mata hanya untuk mendekatkan kita kepada yang menciptakan kita dan yang juga menciptakan jin itu sendiri, adalah pantas untuk dilakukan.

Masalah hantu, kekuatan magis, supranatural, sampai perdukunan dan perklenikan tak lepas dari keberadaan bangsa jin yang ikut berperan didalamnya. Sebagaimana mahkluk yang lain jin memang diyakini ada dan hidup sebagaimana manusia. Walaupun mereka berbeda zat dan sifatnya sebagaimana manusia. Bahkan dalam masyarakat kita, keberadaan jin telah banyak mewarnai kehidupan mereka. Bukan hanya sebagai kosumsi dan pemabicaraan masyarakat bawah saja, namun juga sedikit banyak punya andil dalam mewarnai dunia perpolitikkan, ekonomi, sampai masalah kedudukan dan jabatan. Kaum intelektual yang di atas saja tak sedikit yang menggunakkan keberadaan jin untuk memperlicin tujuannya. Apalagi kita dan masyarakat bawah, hampir semua sisi kehidupan kita telah ditemukan atau mendengar keikutsertaan keberadaan jin dalam aktifitas kesehari-hariannya. Walau banyak juga diantara mereka yang tidak sama sekali mengaitkan masalah hidupnya dengan keberadaan jin dan sejenisnya.

Inilah kenyataan yang ada dalam masyarakat kita, yang selalu ingin mendapat kemudahan dalam segala hal yang diinginkannya. Entah demi larisnya dagangannya, kekebalan, jodoh, sampai keinginan untuk cepat kaya dengan mudahnya.

Hingar bingar keberadaan jin telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat kita. Inilah situasi yang telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang yang mengaku-aku sebagai orang pintar,  yang mampu melakukan sesuatu dengan bantuan jin. Atau mungkin juga karena punya bakat dan kepintaran membaca ritme kehidupan sekelilingnya, maka dianggapnya oleh masyarakat sekitar punya kemampuan yang lebih dari yang lainnya. Siapa orang yang sombong dan congkak dalam jiwa dan kalbunya tidak mau diberi penghargaan seperti itu. Kemudian mereka, yang mengaku atau diakui sebagai orang pintar itu, memanfaatkan situasi yang dalam bahasa perdagangan atau bisnis, telah memberi peluang untuk mendirikan usaha.

Mendirikan usaha pada saat dan waktu yang tepat untuk menawarkan daganngan yang memang sedang dibutuhkan banyak orang. Tentu saja barang dagangan tersebut segera diserbu orang. Mereka yang sedang butuh dagangan, serasa tak memperdulikan apakah barang tersebut palsu atau tidak bermutu. Mereka tidak mau tahu yang penting mampu untuk membayarnya dan mereka memang membutuhkannya. Apalagi bisa dibayar dengan sukarela tentu saja akan semakin menggiurkannya.

Dijaman yang lagi sulit banyak orang yang kelimpungan demi mencari atau mempertahankan penghidupannya. Mereka seakan berlomba-lomba untuk menemukan peluang yang ada. Apalagi begitu ada peluang, cepat-cepatlah mengambilnya dan dijaganya. Dijaganya dari orang lain yang kemungkinan juga menginginkannya.

Inilah yang terjadi sekarang, banyak mengaku orang pintar (paranormal, dukun, atau yang lainnya), namun yang terjadi ternyata hanya memanfaakan kelemahan-kelemahan yang dimilki kebanyakan orang disekelilingnya. Keadaan yang menjadikan banyak orang menjadi orang pintar jadi-jadian. Karena itu semua ternyata bisa menjadi usaha dan penghasilan. Malah tidak menutup kemungkinan kehormatan dan kedudukan di masyarakat sekelilingnya.

Kemudian, Siapa yang menyangka sulap itu hanyalah gerakan tipuan. Siapa yang tak menyangka pesulap yang dulunya diyakini oleh banyak orang mempunyai kekuatan magis  (mengunakan jin atau yang lainnya) ternyata hanya sebuah ketrampilan. Siapa yang tak menyangka dalam dunia sulap yang telah memotong-motong tubuh manusia dengan menggunakan alat yang sangat tajam, kemudian bisa utuh kembali itu, ternyata hanyalah trik dari sebuah ketrampilan. Siapa yang menyangka pesulap yang dapat merubah benda-benda menjadi kelinci dan merpati itu, ternyata hanyalah gerakan tipuan yang begitu cepatnya. Sehingga orang-orang yang melihatnya berpendapat dan menganggap mahkluk lain telah membantunya. Siapa yang tak menyangka, karena kita telah tahu semuanya.

Ketrampilan, trik, dan gerakkan tipuan yang begitu cepatnya telah menjadi ilham orang-orang pintar jadian mencari mangsanya. Mencari mangsa demi sebuah pengakuan, kebanggaan, kehormatan, kedudukan, dan sekaligus penghasilan. Mungkin saja mereka harus bermodalkan ratusan ribu rupiah atau bahkan jutaan rupiah untuk dibagi-bagikannya secara cuma-cuma. Namun mereka tahu akan banyaknya mendulang rejeki yang berlipat-lipat karenanya. Mereka memang sudah memperhitungkannya kapan "barang dagangan" itu akan kembali berlipat ganda ? Walaupun harus merugi dulu demi menarik perhatian orang banyak (calaon korbannya).

Tentu saja mereka yang memang mempunyai bakat, kepandaian dan ketrampilan tidak mustahil akan lolos jadi orang terpandang. Karena berhasil menyiasati barang dagangannya untuk terus dan selalu diharap dan dibutuhkan banyak orang. Namun ini hanya sebagian kecil dari mereka yang lolos. Lolos karena memang berbakat dan pandai membaca situasi. Situasi yang silih berganti dan mereka (yang lolos) juga berusaha memperbaruhi barang daganngan lamanya dengan pernak-pernik yang sesuai dengan situasi. Pernak-pernik daganngan yang akan selalu menjadi minat siapa saja yang melihat dan mendengarnya. Pernak-pernik dagangan yang sebenarnya dagangan lama, yang dibuat sedemikian rupa supaya situasi bisa mnyelamatkannya.

Lalu bagaimana nasib orang pintar gadungan yang tidak lolos tertelan situasi. Situasi yang kadang malah menjebaknya. Menjebaknya dalam melakukan kecerobahan dan kebodohan yang dibuatnya sendiri. Kecerobohan dan kebodohan yang telah tidak disadari membawanya ke keterpurukan diri yang telah menjebaknya sendiri. Merekalah yang harus menginap di hotel prodeo. Hotel yang pengap dan pesing sebagai tempat untuk menyesali diri. Suatu penyesalan yang sudah tidak membawa arti. Penyesalan yang mungkin akibat lupa diri, atau malah telah menyombongkan diri. Menyombongkan diri kepada Penguasa Bumi

Merekalah yang menipu mengaku melipatgandakan uang. Awalnya memang orang percaya dan terkesima dengan kemampuannya. Bak menggelar dagangan yang memang banyak dicari orang, dan orangpun datang menyerbunya. Ternyata perhitungan orang pintar gadungan itu salah. Mereka kehabisan modal untuk menutupi banyaknya permintaan. Kalau toh memutar modal uang hasil dagangan, ternyata tak cukup untuk membayarnya. Dagangan mandek tak tertahankan mengakibatkan banyak orang kecewa. Saat inilah mulai terbongkar rahasianya. Dimana jin yang membantunya ? Atau memang ternyata hanyalah permainan sulap belaka ? Lalu siapakah orang bodoh dan ceroboh yang terbelenggu olehnya ?

Ataukah orang pintar gadungan yang mengaku mampu atau malah dianggap mampu  untuk mengobati berbagai penyakit, mencarikan jodohnya, penglarisan sampai pada kekayaan denagn mudahnya. Namun apa yang terjadi ? Ternyata mereka hanya dikibuli, dicabuli bahkan tak sedikit yang telah digagahi ? Lalu Siapakah yang bodoh dan ceroboh itu ?

Lalu kemanakah kesaktian dan kedigdayannyasaat ini ? Kemana perginya jin yang telah membantunya ? Kemanakah semua kehebatannya setelah semua borok dan kebohongannya terbongkar ? kemanakah  semuanya ? Siapakah orang bodoh dan ceroboh itu ?

 

Yang Terjadi Sebenarnya Hanyalah Kepercayaan Diri Yang Tinggi.

Kami heran dengan banyaknya orang yang menjadi percaya diri setelah meminta bantuan orang pintar ( dukun, perklenikan dan lain-lain ). Dan memang keadaan tersebut telah membawa perubahan prilaku pada dirinya. Perubahan prilaku yang awalnya dipenuhi dengan perasaan minder, pesimistik, dan kerendahan diri, mendadak berubah menjadi percaya diri, dan penuh keyakinan yang tinggi.

Tentu saja keadaan ini sangat menguntungkan pelaku dalam menghadapi kenyataan hidup yang sebenarnya harus dihadapi dengan begitu, penuh kepercayaan diri. Dengan begitu tentunya akan menimbulkan dampak yang baik pada dirinya. Dampak sikap hidup yang dapat menuai hasil-hasil yang diharapkan akibat sikap kepercayaan diri yang tinggi.

Sikap percaya diri inilah yang telah banyak mengantar orang untuk mencapai sukses. Karena rasa percaya diri telah memberi kekuatan hidup yang kokoh dan kuat. Kokoh dan kuat dalam meretas jalan yang berliku, penuh lubang dan duri-duri. Orang yang percaya diri tak mudah goyah oleh tiupan angin yang mungkin mencemooh dan menghadangnya. Kepercayaan diri telah memberi kekuatan yang tinggi untuk berusaha mencari apa yang ia maui. Kepercayaan diri telah menjadi kekuatan tersendiri dengan pasti akan apa yang akan dicari.

Inilah kepercayaan diri yang telah menjadi inti dalam menggali kekuatan yang ada pada diri sendiri, menjadi sangat berarti. Kepercayaan diri inilah yang memegang peranan penting dalam berlomba memenangkan persaingan hidup dalam kehidupannya. Dengan mendorong rasa kepercayaan diri seseorang, maka akan mudahlah seseorang menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi. Karena kepercayan diri adalah bagian inti pada diri manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena kepercayaan diri adalah inti untuk bisa memperjuangkan hidup umat manusia, supaya ia mampu mendapatkan dan menemukan kehormatan dan martabat dirinya. Tanpa percaya diri, maka manusia hanya akan menjadi sapi perahan banyak orang yang ingin memanfaatkannya.

Lalu siapakah orang yang telah menjadi sapi perahan dalam kehidupannya itu ? Merekalah orang-orang yang sudah dalam genggaman para dukun dan orang pintar palsu. Mereka (dukun dan orang pintar palsu) sudah tahu siapa pasien yang akan digarapnya, dan tentu saja tidak akan melepaskannya, karena merekalah penghidupannya. Banyak cara dan trik usang mereka gunakan supaya alam pikirannya terus tercengkeram dalam gengamannya. Mereka gunakan ilmu sulap untuk meyakinkannya. Mereka gunakan kemenyan, bunga-bunga dan benda-benda yang konon mempunyai kekuatan magis, supaya mereka (pasiennya) terkesima dan larut dalam alam pikiran magisnya. Mereka menjadi sangat penurut bagai kerbau yang sudah diikat hidungnya. Dan tentu saja banyak cara dan trik yang digunakannya supaya orang tak perdaya diprmainkannya. Lalu siapakah orang yang sebenarnya bodoh dan ceroboh itu ?

Dalam dunia supranatural, klenik, perdukunan, sampai santet sudah tak dapat dipungkiri lagi, bahwa sebenarnya yang terjadi hanyalah bagaimana membuat orang bisa menjadi sangat percaya diri. Inilah yang terjadi dalam dunia ini, sekali lagi, HANYALAH BAGAIMANA MEMUNCULKAN RASA KEPERCAYAAN DIRI SESEORANG ITU SENDIRI. Tentu saja kalau orang sudah bisa memunculkan kepercayaan dirinya maka kemungkinan besar ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Inilah yang terjadi, menjadikan azimat telah memunculkan kepercayaan diri. Dijadikannya benda-benda keramat yang dijualnya untuk memunculkan kepercayaan diri. Atau tulisan-tulisan yang dikatakan mempunyai kekuatan magis itu, digunakan untuk membangun kepercayaan diri. Tentu saja banyak trik, sarana dan alat yang bisa digunakan hanya untuk memunculkan kepercayaan diri seseorang yang memang tidak tahu menahu permainan yang sebenarnya terjadi. Siapakah orang ceroboh dan bodoh itu ?

Lalu apakah memunculkan kepercayaan diri yang tinggi harus bersinggungan dengan dunia perklenikan dan magis itu ? Apakah memunculakan kepercayaan diri harus mendatangi dukun dan orang pintar yang palsu itu ? Lalu apakah mengunakan jasanya tidak membawa efek yang buruk bagi penggunanya ? untuk lebih jelasnya masalah ini klik >>> Jabatanku di-Incar Rivalku (baris ke-5) Di sana dijelaskan mengunakan jasa dukun dan lainya hanyalah akan mempunyai efek buruk pada diri dan keluarganya bukan kepada para dukun dan orang pintar palsu tersebut.

 

Hanya Tipu Muslihat yang Terjadi !

Inilah yang banyak terjadi akhir-akhir ini ( dalam dunia per-jin-an ) hanyalah tipu muslihat yang dilakukan oleh orang-orang, demi mengeruk keuntungan tertentu. Mereka hanya pandai memanfaatkan kelemahan orang lain demi keuntungannya sendiri. Mereka bisa membuat orang lain terlena, heran, kagum dan percaya. Kemudian kalau mereka sudah menguasai pemikiran orang lain, tentang kekuatan tersebut, mereka akan mempersiapkan rencana-rencana tertentu demi keuntungan mereka sendiri.

.Oleh karena itu, melihat keburukan-keburukan yang akan terjadi pada diri Anda, tidak ada kata lain yang akan kami sarankan, mohon maaf kalau anda kurang berkenan, kecuali mengembalikan uang tersebut dan jangan mau diberi uang atau barang dengan cara seperti itu.

Jadi berdasarkan urain singkat tersebut, Hukumnya tidak ada lain adalah Jauhilah !  Lha..kalau hukumnya sudah begitu, menurut kami, maka kebaikan-kebaikan yang anda lakukan dari cara seperti itu, sama sekali tidak memberi manfaat dan faedah apa-apa kepada Anda.

Namun maaf, saya juga tidak bisa memaksakan kehendak hati Anda, seperti apa yang kami sarankan kepada Anda. Namun Kami tetap menunggu bukti dari apa yang kami khawatirkan terjadi pada Anda, yaitu keburukan-keburukan yang sangat mungkin bisa menjadi musibah pada diri Anda. Dan kalau suatu saat musibah itu tejadi, kami tetap selalu terbuka kepada Anda menemukan jalan yang sebaiknya Anda lewati.

Terimakasih dan renungkanlah sebelum anda terperosok di dalamnya, dan baru bisa menyesalinya !