*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! ***

 *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***

 

 

Tentang Wanita ?

 

Wayan, PNS, 35 thn, Malang. 2 April 2005.

 

 Saya kepala keluarga dengan satu isteri dan dua orang anak. anak
pertama 4 th, anak kedua 10 bulan. isteri usianya 42 th. saya berumah tangga sejak thn 2000.

Yang ingin saya konsultasikan adalah :

Isteri ngmbeg..... bveberapa hari.....tanpa aku tahu pasti sebabnya....

Setelah saya ingat-ingat... kemungkinan karena masalah sms dari mantan
calon isteri saya yang dulu gagal menjalin rumah tangga  dengan saya
dibuka oleh dia sewaktu hp tak tinggal di rumah, karena ada urusan di
tetangga.

Kalau betul itu yang menyebabkan dia bersikap demikian....

Apakah hal-hal sperti sms dari mantan pacar seperti itu bisa jadi
penyebab kejengkelan hati seorang isteri/wanita kepada suaminya? Hal-hal
yang lainya yang sensitif bagi perempuan menjadi jengkel kepada suami itu
apa saja....?

Catatan: saya sebelum menikah hampir tak pernah mengenal pacaran....
sehingga saya awam tentang kepribadian perempuan.

Mohon saran...


 

MasIdan.

 

Kami sudah banyak mengulas hal-hal mengenai sifat-sifat wanita dan perempuan, untuk ini kami cuplikkan banyak hal tentang wanita dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya. Mudah mudah Mas wayan banyak belajar darinya.

 

Laki-laki dan Wanita adalah Sifat yang berbeda.                                                                                       

( Cuplikan dari >>>  Suami Membunuh Istri ? )

 

Keluaraga adalah komunitas terkecil dalam sistem kemasyarakatan. Di sanalah perwatakan dan kepribadian pertama kali terbentuk. Terbentuk dari dua kultur yang melakukan kompromi. Kompromi akan nilai-nilai yang dianut si istri dan si suami. Sebuah kompromi dari pergulatan nilai yang telah berlangsung sekian lama, yang penuh gesekan-gesekan konflik perbedaan dan kesalahpahaman. Tak sedikit keluarga yang gagal melakukan kompromi untuk membangun bahtera berumah tangga. Tak sedikit pula rumahtangganya berakhir dengan perceraian. Dan yang lebih memprihatinkan tak sedikit diantaranya telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga, pemaksaan kehendak dengan ancaman, penganiayaan, bahkan sampai pada pembunuhan.

 

Keluarga adalah sebuah sistem yang di dalamnya menganut nilai-nilai yang dipahaminya untuk menyikapi segala aktifitas ke dalam maupun keluar. Untuk itu pembentukkan rumah tangga baru merupakan pembentukan sistem nilai yang baru pula. Sistem nilai baru yang akan dipahami oleh dua insan manusia yang baru saja meniti kehidupan berumah tangga. Tentu saja sistem nilai yang baru ini akan terbentuk dari dua kepribadian dan perwatakan dua insan (suami dan istri) tersebut.

 

Sistem nilai yang ada dalam kepribadian dan perwatakan masing-masing, sebenarnya sudah ada sejak mereka masih bujang dan sendiri. Suatu sistem nilai yang terbangun pada kultur keluarga yang terdahulu ( ketika masih ikut orang tua atau induk semang). Sistem nilai pada sifat diri (kepribadian dan perwatakan) yang dianut sejak awal inilah yang akan menjadi 'sinergi'. Sinergi dalam melakukan penyesuain-penyesuain dan kompromi. Konflik, pertentangan, kesalahpahaman dan benturan sifat diri dari dua kultur keluarga terdahulu 'harus' terjadi dalam meniti jalan hidup berumah tangga. Konflik, pertentangan, kesalahpahaman dan benturan sifat diri inilah yang akan menentukan masa depan kehidupan rumah tangganya. Tak jarang perbedaan-perbedaan dalam memahami suatu masalah telah menjadi pemicu terjadinya konflik (percekcokkan) berkepanjangan di dalam berumah tangga.

 

Sikap tertutup, egoisme, dan sulit membangun komunikasi di antara keduanya akan menambah daftar kerumitan dalam menegakkan bahtera rumah tangga. Belum lagi 'sifat dasar' ( menurut tinjauan psikologi) kedua insan yang berlainan jenis ini mempunya sifat dasar yang terkesan kontras (berlawanan) dalam menyikapi banyak hal dalam rumah tangganya. Wanita sering terbawa suasana hatinya dalam menyikapi semua masalah dalam kehidupannya. Wanita cenderung menggunakan perasaannya dalam menjalankan semua aktifitas kesehari-hariannya. Oleh karena itu wanita sering emosional dan terkesan tergesa-gesa dalam menyikapi masalahnya. Sehingga mereka mudah sekali kawatir dan risau menhadapi hal-hal yang sebenarnya sepele.

 

Ini sangat kontras dengan laki-laki yang terkesan santai menjalani kehidupan sehari-hari. Makanya tak jarang mereka menganggap kecil masalah yang sebenarnya merupakan masalah besar. Kesan yang lamban pada laki-laki disebabkan terlalu banyaknya perhitungan yang dilakukannya dalam menyikapi hidup. Perhitungan-perhitungan inilah yang akan menimbang untung ruginya jika ia memutuskan untuk melakukannya. Oleh karena itu laki-laki pada umunya memperhitungkan jauh kedepan apa-apa yang akan dilakukannya, sikap inilah yang memberi kesan lamban pada laki-laki. Dan masih banyak lagi sifat-sifat kontras pada diri laki-laki dan perempuan. Namun sebenarnya masalah ini menjadi mudah terselesaikan jika kedua belah pihak mampu menjalin komunikasi, dan menjauhkan sikap-sikap egoisme diri.

 

 

Wanita dan Misteri ?

 

( Cuplikan dari >>>  Aku Mencintai Wanita Lain ? )

 

Keluarga yang penuh duri dan masalah disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang banyak terjadi adalah kurangnya istri memahami apa dan mengapa hakikat perkawinan  itu, Mertua atau Orang tua yang ikut campur dalam urusan rumah tangga anak, Mertua atau Orang tua yang kurang atau tidak merestui perkawinan anak yang telah membuat masalah tersendiri dalam kehidupan rumah tangga anak, dan terakhir yang juga sering terjadi, sekali lagi maaf lho Mas, adalah faktor anda sendiri yang mungkin masih belum banyak mengetahui tentang hakikat apa kita membangun perkawinan itu ?

 

Dari keempat faktor tersebut, dari banyak kasus, kapasitas pemahaman (wawasan)  istri tentang sebuah perkawinan sering menjadi pencetus utama terjadinya duri dalam rumah tangga. Kebanyakkan seorang istri kurang bisa membaca situasi yang sangat mungkin membahanyakan rumah tangganya. Mereka sering menggunakan emosi daripada nurani ketika menghadapi pernik-pernik masalah rumah tangganya. Kurang bisa memahami peran dan kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Bermain api  dengan amarah emosi tanpa dilakukan dengan penuh kebijakkan, penuh pemahaman dan hati yang penuh kejernihan terhadap suami. Inilah pencetus bahaya-bahaya dalam rumah tangganya, yang sama sekali tidak ia sadari dan harapkan.

 

Wanita sering disebut sosok 'misteri' yang tak terduga emosinya. Emosi yang sering kurang masuk akal dan bisa dipahami. Wanita memang diciptakan oleh Tuhan untuk selalu menggunakan perasan daripada akal pikiran ketika menghadapi masalah dan kesehari-hariannya. Makanya jangan heran suatu ketika anda berkendaraan di jalan, di depan samping kanan anda seorang wanita tiba-tiba menghidupkan lampu tanda mau belok dan kemudian menelikung begitu saja, tanpa memperhitungkan jarak kendaran di belakangnya untuk diberi waktu melihat aba-aba. Atau kecerobohan-kecerobohan lain yang sering banyak terjadi pada wanita. Sebagai misal ketika mereka melihat bahaya akibat sesuatu yang bisa membahayakan keluarga dan dirinya. Mereka cenderung berteriak-teriak dalam menyikapi suatu keadaan yang membahayakan tersebut, dari pada segera bertindak untuk mencegah, mengatasi keadaan itu, menyelamatkan anak-anak, atau juga segera menyelamatkan dirinya sendiri.

 

Itulah sekelumit sosok wanita yang menjadikannya sering tak terduga yang memang telah di ciptakan Tuhan untuk mengandalkan perasaannya daripada akal pikirannya. Semua itu bukan tanpa arti seperti dinginnya air dan panasnya api, dinginnya air yang bisa menjadikan sebuah malapetaka banjir dan panasnya api yang mampu menciptakan kebakaran hebat melalap segala sesuatu yang ada tanpa kecuali. Akan tetapi bukan berarti musibah dan malapetaka itu tidak bisa dicegah atau dikendalikan. Bahkan kalau kita mampu, tapi memang seharusnya mampu, dinginnya air dan panasnya api bisa dikendalikan sedemikian rupa sehingga justru akan memberi manfaat dan sinergi (memberi semangat hidup).

 

Kembali kepersoalan Anda, persoalan laki-laki yang sudah beristri terhadap wanita disekitarnya, baik yang sudah bersuami, belum bersuami, atau janda, ataupun keberadaan kita sebagai rekan kerja, relasi bisnis, teman biasa, atau yang lainnya. Adalah kenyataan yang harus dijalani menyertai hidup kita sehari-hari. Keberadaan kita dan mereka (wanita) dalam sehari-hari tak jarang memunculkan persoalan tersendiri, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Semua berjalan begitu saja sesuai proses alami dan manusiawi. Walau begitu, kalau kita tidak berhati-hati dan pandai-pandai menempatkan diri, tidak menutup kemungkinan Kita (laki-laki) akan menciptakan persoalan-persoalan sendiri di dalamnya. Persoalan-persoalan yang tak sedikit membawa malapetaka-malapetaka yang tak terduga. Bagai kita seakan baru mendapat masalah bertubi-tubi yang sulit dicari ujung-pangkal masalah, yang sulit diatasi.

 

Banyak di antara kita, kaum laki-laki, terjebak dalam suatu lubang dan sangat kesulitan mencari jalan keluarnya. Hanya kita lalai tidak memperhitungkan dan mempertimbangkan dengan seksama, sebuah resiko dari suatu pilihan. Memilih suatu keinginan adalah sifat manusiawi yang menyertai agar insan manusia tetap bisa eksis (bertahan) untuk hidup dalam kehidupannya. Akan tetapi memilih suatu pilihan hidup tanpa mempertimbangkan dan memperhitungkan resiko dan keuntungannya, ibarat anak kecil sendirian melihat kolam untuk bermain, tanpa tahu dalam tidaknya kolam tersebut.

 

 

Kita dan Mereka adalah Mahkluk yang Berbeda.

( Cuplikan dari >>>  Sex, Wanita, dan Kemapanan Hidup )

 

Kebutuhan sex pasangan muda memang pada umumyan menghadapi kendala dalam masalah tentang kebutuhan sexnya. Kebutuhan sex seorang pria rata-rata meningkat antara umur 20 sampai 35 thn, dilain pihak kebutuhan sex seorang wanita baru mulai meningkat kira-kira antara 30 sampai 40 thn. Masalah inilah yang membuat ketidakselarasan hidup berumah tangga pada pasangan muda. Namun ini sebenarnya dinamika dalam hidup berumahtangga. Sebuah dinamika yang diharapkan memuncul adanya saling komunikasi dan saling pengertian atas kedua belah pihak.

 

Masalah kebutuhan sex pada tahun-tahun pertama memang tidak menemukan masalah. Hal ini disebabkan pasangan muda baru menikmati bulan-bulan yang kata orang penuh madu. Pada saat-saat seperti ini faktor ego yang bisa memunculkan kesalahpahaman masih terlupakan oleh keduabelah pihak. Dan ini biasanya akan berlangsung sampai menghadapi tahun kedua. Tahun-tahun  yang ada hanya kasih dan sayang yang baru terungkap pada diri keduanya.

 

Menginjak tahun ke dua biasanya mulailah muncul kesalahpahaman-kesalahpahaman yang dipicu oleh egoisme dan sifat-sifat dasar yang sudah ada sejak sebelumnya. Ego dan sifat dasar yang harus ada pada insan manusia yang berlainan jenis. Ego dan sifat yang berbeda sudut dan pandangnya. Ego dan sifat yang mudah memunculkan kesalahpahaman dalam berumahtangga. Inilah rahasia kehidupan insan manusia untuk dituntut membangun komunikasi dan saling mengerti akan perbedaan ini. Saling memberi sinergi atas perbedaan-perbedaan yang ada pada diri yang pasti. Yang pasti akan ada pengakuan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sedemikian rupa sehingga perbedaan, kelebihan, dan kekurangan harus menjadi sebuah senergi. Sinergi untuk menciptakan kekuatan yang pasti. Kekuatan yang pasti dalam membangun rumah tangga yang dipenuhi inspirasi, motivasi, sinar keceriaan, kekuatan dan prestasi. Prestasi yang mendorong rumah tangga yang kokoh dan kuat penuh dengan semerbak harum wewangian bunga-bunga kebahagian, kejujuran dan kekangenan. Dan kemudian selanjutnya kekuatan rumah tangga itu akan sangat mendorong laju ekonomi yang terus berkembang dengan cepat karenannya.

 

Mas Fadli yang penyabar dan penuh pengertian, masalah sex bukanlah masalah yang sederhana dalam rumah tangga. Masalah sex ibarat detak jantung dalam badan dan jiwa. Terganggunya detak jantung bisa mengakibatkan terganggunya organ-organ lain dalam tubuh manusia. Ganguan detak jantung yang tidak segera diatasi akan membuat gerak tubuh tidak selaras dan tergangu semangat jiwanya. Detak jantung yang tidak segera diatasi akan bisa menimbulkan banyak komplikasi. Jadi jangan biarkan detak jantung ini melambat dan berhenti. Cobalah dan cobalah bangun komunikasi. Komunikasi yang sangat bijak, saling mengerti, mengisi dan saling mengasihi.

 

Komunikasi dalam menyepahamkan jalan hidup berumahtangga sebagai kebutuhan yang pasti . Menjalin komunikasi ternyata bukanlah persoalan yang mudah dalam menyatukan dua jiwa yang penuh impian dan ilusi. Impian dan ilusi yang memang sudah diharap-harapkan sejak lama oleh siapa saja sejak hidup sendiri, siapa saja yang ingin hidup penuh arti. Oleh karena itu, membawa impian orang kepada impiannya sendiri tak semudah membalikkan tangan. Apalagi dikuti dengan pemaksaan diri dan mau menangnya sendiri, maka komunikasi menjadi kurang berarti.

 

Komunikasi juga tidak harus dengan seperti diskusi, namun diskusi menjadi sangat berarti jika sudah mampu menjembatani. Perumpamaan dan memahamkan atas suatu kasus yang terjadi (misal : kasus cerai, rumahtangga yang berantakkan, dll di TV ata media lainnya) juga bisa dijadikan alat untuk bisa memulai komunikasi.

 

Jadi menjaga suatu rutinitas dalam rumah tangga adalah sebuah kesepakatan yang harus saling memahami dan saling mengerti akan arti dari semua itu. Saling mengerti dan memahami tentang jalan apa yang akan ditempuh dalam menegakkan rumah tanggan yang penuh senergi, inspirasi dan motivasi yang mendorong mempercepat roda ekonomi. Rumah tangga yang jauh dari godaan-godaan yang tampak menarik dipandang mata saja. Godaan-godaan yang penuh jebakan-jebakan yang menjerumuskan siapa saja yang terperangkap di dalamnya. Dan mata hati kami, kami sangat yakin, Mas Fadli mampu melakukannya.

 

Untuk mengetahui lebih banyak tentang siapa itu wanita Klik>>>Aku Mencintai Wanita Lain ? ( Wanita dan Misteri ? )   >>>  Suami Membunuh Istri ? ( Laki-laki dan Wanita adalah Sifat yang berbeda.).

 

Untuk memperluas tentang permasalahan rumah tangga Klik.>>Suamiku dengan Kemenakanku ?  >>>  Artis Suka Cerai ?  >>>  Suamiku Telah Berubah.

 

 

Wanita, Keras Kepala dan Tak Mudah Percaya

 

( Cuplikan dari >>>  Sex, Wanita, dan Kemapanan Hidup )

 

Inilah wanita yang mempunyai tipikal dasar seperti nampak keras kepala, namun yang sebenarnya terjadi adalah sikap emosional wanita yang menganggap remeh sesuatu yang sebenarnya penting. Inilah yang menjadi bawaan sifat wanita pada umumnya, yang cenderung meremehkan hal-hal penting kepada orang yang sudah lama dikenalnya (misal, suaminya). Ini terjadi karena kekurangpahaman dan kekurangtahuan tentang sesuatu masalah yang sebenarnya.

 

Mereka umumnya tidak mudah memahami sesuatu langsung pada inti permasalahan, mereka lebih senang mengunakan perumpamaan-perumpamaan atau contoh-contoh yang bisa menyentuh hatinya, kemudian berharap sesuatu yang menyentuh itu tidak terjadi pada dirinya. Pada saat-saat seperti ini kalau anda mampu mengarahkan pada sesuatu yang anda harapkan, tanpa menyadari bahwa anda memang berusaha mngarahkan pada permasalahan yang anda inginkan, maka mulai saat itulah anda bisa mulai mengembangkan ke penyelesaian masalah yang diharapkan.

 

Membawa istri untuk tertarik pada cerita, contoh-contoh dan berita-berita yang terkait dengan masalah kalau tidak hati-hati, juga akan berdampak pada sikap yang anti pati, meremehkan dan menganggap cerita-cerita yang anda bawa atau sampaikan kepadanya hanya karena anda ada maunya. Sehingga yang terjadi sering malah tidak tepat sasaran dan tak mau tahu akan cerita itu. Maka dari itu, kita harus pandai-pandai menggunakan trik-trik atau cara supaya dia sendiri yang merasa butuh tanpa sengaja, kemudian membacanya dan paham karenanya. Sebagai misal anda kopy dan cetak (print) topik-topik seperti : Aku Mencintai Wanita Lain ?, Suami Membunuh Istri ?, Suamiku dengan Kemenakanku ?, Artis Suka Cerai ?, Suamiku Telah Berubah ? Kemudian Anda geletakkan begitu saja dirumah dan berharap istri anda membacanya tanpa sengaja, juga ia tidak merasa dipancing untuk membacanya. Dan kemudian suatu saat, ketika sedang nonton tv bersama ketika ada topik yang terkait, coba anda pancing ke suatu masalah yang bisa membawa dan mengarahkan ke penyelesaian masalah yang anda harapkan. Ini semua butuh trik, kejelian dan kepandaian untuk melakukannya. Itulah wanita dan istri kita pada umumnya, agak sulit juga mereka ya ?

 

Namun di sini bukan masalah sulit atau rumit, akan tetapi bagaimana kita mulai merintis untuk membangun komunikasi. Komunikasi akan arti pentingnya saling mengisi, memberi dan menerima. Memberi dan menerima akan kelebihan dan kekurangan kita masing-masing. Memberi dan menirima akan naik turunnya kehidupan rumah tangga. Dan memberi dan menerima akan adanya kesalahpahaman di antara Anda. Memberi dan menerima agar kebahagian akan terus terjaga dalam rumah tangga kita.

 

Jadi kita, sebagai lelaki harus pandai-pandai menyikapi mereka (wanita), mahkluk yang lemah tapi emosional. Mahkluk yang mudah menyikapi sesuatu dengan suasna hatinya. Mahkluk yang tak perlu ditanggapi dengan perasaan, namun dengan akal kita. Supaya kita bisa memahaminya dan harus bisa memahaminya. Wanita, istri dan kita sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, sama seperti yang lainnya, semuanya. Kita dan mereka sama-sama membutuhkannya, kasih sayang, kebahagian, kejujuran, keteduhan dan kemapanan, walaupun suatu ketika kita harus dan harus mau diujinya. Diujinya denngan persoalan-persoalan sepele, kesalahpahaman dan hal-hal lain mengenai sudut pandang. Sudut pandang yang pasti akan berbenturan dan berbeda. Namun itu semua adalah dinamika. Dinamika kehidupan rumahtangga bagi siapapun yang menjalaninya. Dinamika supaya terjaga komunikasi keduanya. Dinamika akan komunikasi yang terus meningkat kualitasnya. Kualitas menghadapi hidup yang selalu tidak pasti dan tak terduga, sehingga kita selalu bisa berdiri berdua dengan kokohnya !

 

 

Balada Hidup Freesex

 

( Cuplikan dari >>>  Sex,  Freesex  dan  Rahasia Kenikmatan ?  )

 

Sex memang merupakan sifat naluriah insan manusia, oleh karena itu keingintahuan tentang sex merupakan dorongan yang sangat manusiawi. Jadi, keingintahuan terhadap hal-hal yang berbau sex adalah sebuah kewajaran untuk ditempatkan pada tempatnya. Namun sayang, karena sifat dasar manusia yang selalu serakah dalam segala-galanya membuat mereka tidak mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Demikian sehingga sesuatu yang seharusnya baik menjadi tidak baik karenanya.

 

Kami heran dan tak habis pikir tentang adanya pendapat, bahwa perselingkuhan dilakukannya hanya supaya ada fariasi dalam hidupnya. Seakan mereka tidak sadar akan dampak-dampak yang akan ditimbulkannya terhadap diri dan keluarganya, dikemudian hari. Sebuah dampak yang dapat menjadi perangkap sendiri pada dirinya sendiri. Sebuah perangkap hidup yang tidak menjamin untuk tidak mengulangi lagi. Sehingga yang semula dianggapnya menjadi fariasi hidup lama kelamaan, tanpa disadari, telah menjadi kebiasaan yang merugikan posisinya sendiri. Ibarat sebuah rumah (jiwanya) yang pondasi-pondasinya mulai goyah tak terkendali. Yang kemungkinan besar akan roboh berserekan menjadi puing-puing.

 

Atau seorang remaja atau pemuda yang menganggap tidak ada salahnya mencicipi kekasih pujaan hatinya. Namun mustahil mencicipi sekali dua kali saja, pasti ujung-ujungnya akan ketagihan, keterusan dan terbiasakan. Mereka masih beruntung jika ternyata mereka akhirnya berakhir di pelaminan. Namun akankah ada jaminan untuk itu ? Tidak sedikit mereka bernasib tragis ! Dan kalau ini terjadi, maka masa-masa suram siap menghadangnya. Memang sedikit sekali kerugian yang akan diderita seorang laki-laki, atau bahkan nyaris tidak sama sekali. Namun bagaimana dengan seorang wanita, habislah semuanya ! semuanya telah diberikan; cinta, kehormatan dan bahkan jiwanya saat itu. Wanita tentu saja lebih terperosok jauh karena meninggalkan bekas yang tampak nyata luar-dalam. Lalu bagaimana dengan si laki-laki, Nyaris tanpa bekas pada fisiknya !

 

Walaupun begitu, kejadian itu telah membekas di kedua jiwa insan manusia tersebut. Akankah mereka mampu menghentikan dorongan yang justru lebih kuat dari pada ketika ia sama sekali belum pernah melakukannya. Tidaklah semudah yang akan kita bayangkan ! Dorongan untuk melakukannya justru semakin menggebu, entah dengan siapa semakin tidak akan terkira, selaras dengan berjalannya waktu yang terus berlalu. Namun yang jelas bekas kejadian itu membekas sangat kuat dalam jiwa. Sebuah bekas yang tidak kecil efeknya. Efek yang mampu mengubah haluan hidup yang dulu syarat dengan makna. Efek yang mampu menuntun jiwa entah kemana arah tujuannya. Arah tujuan yang banyak terdapat jebakan-jebakan hidup yang menunggu dan menjeratnya. Sebagaimana arah tujuan yang terbawa angin, sebagaimana angin yang tak dapat dikendalikan dan diarahkan. Arah hidup semakin tak menentu, menunggu waktu mancapai jebakan yang telah menunggu.

 

Pada awalnya memang tidak mudah memulainya. Memulainya untuk melakukkan sesuatu dimana panggilan hati selalu berusaha mencegahnya. Namun semua sudah terlanjur dan dilakukkan. Awalnya memang muncul penyesalan. Pemyesalan untuk tidak mengulangi lagi. Namun semua hanyalah teori, teori yang hanya berlaku di ujung bibir ini. Entah mengapa mereka melakukannya lagi, yang mungkin katanya untuk terakhir kali. Namun sayang kenyataan itu tak pernah terjadi. Kejadian itu terus dan terus terjadi sampai batas akhir dimana tiada perlu janji itu terjadi di hati. Mereka sudah sama sekali melupakan janji yang pernah menjadi penyesalan dihati.

 

Jadilah kebiasaan-kebiasaan tiada bertepi, seiring waktu yang takkan berhenti. Peluang besar untuk hinggap dari satu wanita/pria ke kewanita/pria lain menjadi sangat besar dan lebar. Kalau itu sudah terjadi, maka mereka sudah masuk dalam perangkap yang telah dibuatnya sendiri. Kemudian logika ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan: Mampukah mereka mempunyai kehormatan diri ? Mampukah mereka membangun rumah tangga sejati ? Mampukah ia membangun generasi (anak-anak) yang kokoh dan berarti ? Mampukah mereka membangun masyarakat yang harmoni ?

 

Ah..., Persetan ! Dengan semua itu ! Kata hati mereka saat ini. Kata hati yang sudah putus asa menghadapi kehidupan saat ini. Kata hati yang mungkin tak mampu mereka ungkapkan saat-saat yang lalu. Tentunya mereka mampu mengungkapkan pernyataan-pernyataan itu bukannya tanpa sebab dan musababnya. Sebab dan musabab yang melatarinya. Latar-belakang jalan hidup yang penuh keputusasaan. Keputusasaan untuk mampu membicarakan lagi tentang harkat dan martabat dirinya. Ah...! Persetan ! dengan harkat dan martabat !

 

Kasihan sungguh kasihan mereka, yang telah menempatkan jalan hidup penuh dengan keputusasaan dan kekecewaan. Tapi anehnya kebanyakan orang (mungkin bisa jadi termasuk diri kita.sendiri) menganggap kehidupan mereka penuh dengan kesenangan, tawa, canda dan kemikmatan. Tapi benarkah ?

 

Sungguh mengejutkan ! Ternyata kehidupan mereka cukup mengerikan dan sangat memprihatinkan, bahkan nyaris tanpa makna bagai membunuh dirinya pelan-pelan dengan penuh kesadaran. Dibalik keceriaan, tawa, canda dan berlimpahnya kenikmatan ternyata ada dendam yang mencengkeram. Dendam masa lalu yang sangat menyakitkan, entah akibat pengkianatan kedua orang tuanya, kekasihnya, atau  anggapan sebagai anak yang tak diketahui asal usulnya, dan masih banyak lagi dendam yang telah membuatnya.

 

Mereka telah memaknai hidup dengan penuh pengkianatan, kekejaman yang syarat dengan kemunafikan dan kebohongan. Hatinya hancur luluh bagai tak berbentuk. Jiwanya roboh rata dengan tanah. Akan tetapi mereka tak mau atau tak punya keberaniaan mengakhiri hidupnya dan takut tidak mampu membalas dendamnya. Dendam yang telah membakar jalan hidupnya.

 

Ia berusaha untuk bangkit dari kejatuhannya. Tapi ia sadar, tak mungkin bangkit dengan kehancuran jiwanya, kecuali mencoba mencari jalan kemunafikan yang harus ditempuhnya. Sebuah kemunafikan diri yang dipenuhi dengan tawa dan canda. Sebuah kemunafikkan untuk melampiaskan dendamnya. Pokoknya apa saja yang bisa ia lakukan untuk dapat melampiaskan dendamnya. Dendam yang serasa sudah meremukkan hatinya. Hingga ia sangat rela dan sadar melakukan apa saja. Apa saja yang ia mau dan sukai, selama dendam tersebut terasa terbalaskan. Entah terbalaskan untuk siapa ? yang jelas ia mampu melakukannya dan ia merasa puas karenanya. Sampai kapan mereka mampu melakukannya ? Kemana mereka pada akhirnya ? Masa depannya ? Keluarganya ? Sanak-familinya ? Masyarakatnya ? Pokoknya, Persetan dengan semuanya ! kata hatinya.

 

Hidup menjadi penuh kemunafikkan, kehampaan, dan pembohogan diri. Menjadikan mereka menganggap keluarga, sanak-famili, dan masyarakat juga telah menjadi munafik dan pembohong, suka mengatur dan mengurusi jalan hidup orang lain, padahal mereka membutuhkannya juga. Inilah awal dari terbangunnya pola prilaku pada diri mereka tanpa nilai, norma, tanpa jiwa, dan sangat jauh dari makna hidup yang sesungguhnya. Yang ada hanya kebebasan. Kebebasan melakukan apa saja. Apa saja yang dapat melegakan hatinya dan rasa terpuaskan batinnya.

 

 

Masalah  dan Pengaruhnya

 

( Cuplikan dari >>>  Sex,  Freesex  dan  Rahasia Kenikmatan ?  )

 

Pada dasarnya mereka ini sedikit sekali komunitasnya dalam suatu masyarakat. Namun pengaruhnya mampu menebar pesona kenikmatan tersendiri bagi siapa saja yang melihat dan mendengarnya. Tindakan-tindakannya saja sudah menggoda orang untuk menirunya. Komunitas inilah yang berperan menawarkan segala bentuk tontonan, atraksi, pose, dan semua hal yang berbau pornografi. Disadari atau tidak merekalah yang telah membangun simbol-simbol sex yang dapat membuat orang melotot dan mengeluarkan air liurnya.

 

Dengan dibalut dengan alasan ekonomi, bisnis, mencari ketenaran dan penghidupan, mereka telah menciptakan media-media yang mampu menarik perhatian banyak orang dan seakan menawarkan kehidupan yang penuh kenikmatan. Kegiatan-kegiatannya telah menebar pengaruh yang tidak kecil terhadap semua orang, yang memang mempunyai naluri yang sangat kuat untuk mencari tahu semua hal yang berhubungan dengannya. Bagai menebar gula dan berharap semut-semut menyemut mngerubunginya.

 

Orang yang punya latar-belakang yang suram besar kemungkinan akan ikut-ikutan membangun komunitas seperti itu. Atau berperan menciptakan korban-korban baru yang masuk dalam perangkap yang memang telah diciptakannya. Karena latar belakang mereka mungkin kita bisa memahami keterperosokkan mereka dalam komunitas tersebut. Namun bagaimana dengan orang-orang yang lugu dan tidak tahu apa-apa tentang kehidupan tersebut. Yang telah dijebak dalam kepolosan dan keluguan itu. Mereka seakan dipaksa dan diajarkan tentang kehidupan yang mungkin tidak sesuai dengannya. Namun karena kepolosan, keluguannya dan ketidaktahuan tentang kehidupan tersebut, maka sangatlah mungkin dan mudah memerosokkan mereka ke dunia tersebut.

 

Dunia yang mungkin tidak diketahui kemudian menjadi banyak belajar atau bahkan dipaksakan untuk belajar tentang dunia itu. Siapa yang tidak terlena untuk belajar di dunia kenikmatan. Walau awalnya memang sulit namun lama-kelamaan akan terbiasa juga. Yang lugu dan polos akhirnya mendapati masalah yang pelik dan kelam. Dan jadilah mereka menjadi bagian dari komunitas yang dulu tak dikenal dan tak diketahuinya. Namun kemudian seakan menjadi mengasyikkan dan menyenangkan, ia menjadi sangat berbeda antara dulu dan sekarang. Sekarang ia jualah yang ikut 'menawarkan' dan menebarkan pesona bagi siapa saja yang mau dan membutuhkannya, untuk ikut terperosok masuk dalam dunianya. Demikian seterusnya dan seterusnya.

 

Awalnya memang karena dendam, kebohongan dan kemunafikan pada diri seseorang. Namun akhirnya juga melahirkan dendam, kebohongan dan kemunafikkan baru bagi orang lain yang mengikutinya dan masuk didalamnya. Waktu terus selalu berjalan, dendam dan kemunafikan terus bertambah dan bertambah yang siap mencengkeram siapa saja yang mau diajak dan membutuhkannya. Untuk ikut dan masuk ke dunia mereka. Dunia yang penuh tawa, canda, dan bergelimang kenikmatan, hidup yang penuh dengan kenikmatan ?

 

Betapa bangganya dan serasa terpuaskan batin mereka. Yang mampu membuat semua orang melotot dan mengeluarkan air liurnya. Dengan hanya membacanya, melihatnya dan menontonnya membuat semua orang akan membayangkan betapa nikmatnya dunia itu ?  Terpuaskanlah jiwanya bagai harimau dan singa mendapat mangsa yang besar dan muda, yang dapat dilahab bersama-sama.

 

Hari-hari mereka lalui dengan entengnya. Dilaluinya dengan penuh kebohongan, dendam dan kemunafikan, penuh tawa dan canda. Namun sayang keropos di dalamnya, karena telah hancur hatinya, karena dunia serasa telah mnyesakkan dada. Tiada akan pedulikan norma dan martabat, karena itu semua Persetan ! Baginya.

 

Tentu saja semua terserah Anda semua, kalau berani mencoba. Mungkin hanya sekali-kali saja. Atau mungkin untuk yang terakhir kali saja. Namun siapa yang bisa menjaminnya untuk tidak mengulang kembali. Untuk tidak mencobanya lagi. Untuk yang terakhir kali. Namun kapan janji di hati ini akan berhenti. Berhenti untuk tidak di ingkari. Berhenti untuk tidak dikianati dan mengkianati.

 

Siapa yang bisa menjamin untuk tidak semakin jauh terperosok kedalamnya. Siapa yang dapat menjamin untuk terus dapat menjaga keluarganya, sanak-familinya dan harmoni masyarakatnya. Siapa yang dapat menjamin bahwa suatu ketika mampu meninggalkannya (dunia kelam itu). Siapa yang dapat menjamin bahwa semua itu hanyalah sebagai pengalaman buruk saja. Siapa lagi ? Dan apa lagi ? Itu semua terserah Anda !

 

 

Cemburu adalah Cinta

 

Pada dasarnya tidak ada masalah dengan perbedaan usia, berapapun jadinya, selama kita bisa saling mengisi dan membina menuju keluarga yang bahagia. Namun begitu, perlu yang anda harus mengetahuinya, seandainya benar usia istri anda lebih dari anda, ini membuat dia lebih peka karenanya. Mudah takut dan khawatir suatu ketika anda akan meninggalkannya.

 

Cemberutnya dia jelas merupakan bentuk dari kecemburuan yang sudah dirasa. Kecemburuan yang dibungkus dengan ketakutan dan kekawatiran akan sesuatu yang bisa terjadi. Seberkas kecemburuan yang merupakan bukti bahwa seseorang masih sangat berharap kepada anda. Salah satu bentuk kecemburuan sebagai bukti bahwa ia masih sangat menginginkan anda seterusnya. Sebagai bukti bahwa ia masih sangat mencintai anda. Sebagai bukti kekhawatiran akan terjadinya sesuatu pada anda.

 

 Kami kira lepas dari kecerobohan anda menyimpan sesuatu dari HP anda, adanya kecemburan merupakan naluri wanita yang sangat sulit untuk diungkapkannya. Kesulitan mengungkapkan akan adanya perubahan yang terjadi pada anda. Perubahan yang sangat dikhawatirkan akan sangat merugikan keluarganya. Mungkin anda tidak menyadarinya, namun kepekaannya mampu melihatnya. Tidak menyadari bahwa anda mungkin sudah mencoba bersandiwara. Bersandiwara supaya dia tidak mngetahuinya. Bersandiwara tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi pada anda.

 

Mungkin Anda bersandiwara supaya istri tidak mengetahuinya, namun sayang kepekaannya mampu merasakannya. Di mata anda seakan biasa-biasa saja. Tapi dimata istri ada sesuatu yang tidak biasa.

 

Inilah yang sering terjadi pada orang yang mencoba bersandiwara. Dalam sandiwaranya, ia sangat yakin orang lain tidak mengetahuinya. Namun anda pasti tidak menyangka, bahwa waktu akan segera mengetahui apa yang ada dalam sekenarionya. Kami sangat khawatir anda sudah lama bersandiwara, dan tanpa dinyana-nyana sudah banyak orang mengetahui sekenarionya. Sekenario yang telah anda buat untuk bersandiwara. Dan Kami sangat khawatir anda masih belum menyadarinya. Kalau ini benar-benar terjadi, di mata batin kami, kami telah melihat (maaf kalau anda tersinggung karenanya, tapi kami harus mengatakannya) Bahwa anda hanya tinggal menunggu bencana. Bencana yang telah anda buat dan ciptakan sendiri. Sulit kami mengatakan bentuk bencana atau musibah yang akan terjadi pada anda. Namun yang jelas anda akan sangat menyesalinya akibat darinya.

 

Sebenarnya banyak cara untuk menghindarinya, selama anda dapat mengendalikan keinginan yang tidak pada tempatnya serta mundur dari sekenario sandiwara yang telah anda lakukan sendiri. Banyak meminta masukan pada sesepuh, tokoh masyarakat sekitar ataupun tokoh-tokoh agama yang mungkin banyak memberi hikmah dan jalan keluarny, adalah jalan menghindari musibah.

 

Dan banyak belajar dan mencari hikmah di situs ini, khususnya tentang keluarga, wanita, sex, jodoh dan jalan menuju tempat yang semestinya. Bukan jalan yang penuh jebakan dan lubang yang telah dibuat orang lain atau malah jebakan dan lubang yang anda buat sendiri, tanda disadari dan tanpa di ketahuinya.Ikuti terus kisah-kisahnya dan ambil hikmah dan pelajarannya !

 

Selamat merenungkan dan mempertimbangkannya !