|
Istri Anda adalah Wanita pada Umumnya ?
Tomy, 41 thn, Swasta, Ciputat. Jakarta, 12 Juni 2005.
Yang pertama : MasIdan.
Wanita cenderung mengunakan Logika sederhana dan Simpel ?
Inilah wanita, selalu merasakan dan menikmati apa saja yang sudah sewajarnya untuk dinikmati. Mereka merasa menikmati sesuatu yang memang menurutnya pantas untuk dinikmati. Menikmati hidup yang seakan berjalan begitu saja. Menikmatinya dengan penuh rasa, sesuai perasaan yang memang sedang mendasarinya. Menikmati dan mengungkapkan apa saja sesuai yang ada dalam hati dan perasaannya.
Menikmati dan mengungkapkan apa saja dengan perasaan yang sedang menyelimutinya. Tidak mau tahu apakah mereka sedang tertekan, sedih, gembira ataupun sedang berlapang dada. Tak mau tahu dan mungkin tak menyadarinya, bahwa perasaan yang sedang menyelimutinya bisa-bisa menjadi malapetaka. Ataupun tak menyadarinya, jika ungkapan-ungkapan dan prilakunya bisa-bisa menimbulkan bahaya ataupun bencana yang akan menimpanya.
Kebanyakan dari mereka kurang mampu memperhitungkan atau bahkan tak mau tahu dengan segala tetek mbengek sebuah perhitungan yang mungkin akan terjadi padanya. Ia ungkapkan apa saja sesuai pikiran dan penilaian saat itu juga. Sebuah penlihan dan ungkapan yang dianggapnya menjadi logika kebenarannya. Logika kebenaran yang ia nilai saat itu juga. Mereka tak mau tahu tentang logika yang menyeluruh dan terlalu banyak perhitungannya.
Merekalah mahkluk yang simpel dan tidak suka bertele-tele. Mahkluk yang menggunakan logika yang sederhana-sederhana saja. Sebuah logika yang sering digunakan dalam ilmu matematika. Sebuah logika bahwa 1+1 adalah 2. Padahal dalam ilmu-ilmu sosial penjumlahan itu jelas-jelas bisa menjadi berbeda. Apalagi menyangkut prilaku, perwatakan ataupun kemungkinan-kemungkinan sosial, tidaklah akan selalu menghasilkan nilai angka dua. Inilah logika yang digunakan mereka, sebuah logika sederhana yang tak mau tahu adanya kemungkinan-kemungkinan yang berbeda.
Demikian serhingga, pemikiran, pandangan dan penilaian yang simpel dan sederhana itu menjadikannya tidak mengetahui kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi pada dirinya atau keluarganya. Itulah adanya mereka yang umumnya mengunakan logika yang mungkin hanya berlaku saat itu juga. Sebuah logika yang mungkin hanya bisa berlaku beberapa saat saja. Maka dari itu, efek-efek dari pandangan dan penilaiannya, tidak disadarinya bisa merugikan dirinya atau keluarganya. Namun anehnya, mereka (umumnya wanita) tidak mengetahui atau tidak menyadari atau malah mungkin juga tidak memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang bisa merugikan keluarganya atau dirinya sendiri.
Itulah sebabnya wanita sering dianggap selalu berbuat kesalahan demi kesalahan oleh kaum lelaki. Namun anehnya kesalahan dan kesalahan itu tidak disadarinya. Atau malah bisa jadi terjadi atas penilaian dan pandangan yang sudah dianggapnya benar adanya. Sehingga inilah yang sering menjadikan kaum lelaki kelimpungan dan salah paham. Salah paham karena tidak mengerti siapakah yang sedang dihadapinya. Salah paham oleh sebab mereka di anggap sama dengan dirinya. Maka menjadi sangat wajar jika semua menjadi pertentangan diantara mereka. Pertentangan-pertentangan akibat kesalahpahaman dan ketidaktahuan saja.
Inilah yang sering menjadi pemicu panasnya masalah-masalah keluarga mereka. Semakin panasnya masalah-masalah keluarga hanya karena masing-masing menganggap dirinya sama. Mereka lupa bahwa ternyata mereka merupakan mhkluk yang berbeda. Berbeda sifat dan nalurinya. Sayang mereka tidak segera menyadarinya, malah mereka masih bersikukuh pada kesalahpahaman yang nyata. Lalu siapakah orang bodoh yang selalu menganggap dirinya selalu sama dengan mereka ? Lalu siapakah orang bodoh yang masih bersikukuh mempertahankan kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka ? Kesalahpahaman hanya tidak mengerti kalau ternyata mereka berbeda sifat dan prilakunya ? Lalu siapakah orang bodoh yang masih belum menyadari kesalahpahaman yang telah terjadi ?
Adanya perbedaan Sifat wanita dan lelaki, merupakan Sekenario Kesimbangan dan Harmoni !
Inilah realitas yang ada pada kebanyakan wanita, agar supaya bisa dipahami dan dimengerti sebagai keadaan yang mesti akan terjadi pada mereka. Sebuah realitas di mana lelaki mampu mengambil peran atas kelebihan dan kelemahan yang ada pada wanita. Dan memang itulah sekenarionya dari Yang Kuasa. Supaya di sana harus ada komunikasi dan harmoni. Supaya di sana ada suatu keadaan yang bisa saling memahami dan saling mengerti. Supaya di sana ada kebutuhan dan harapan yang saling membagi dan memberi. Supaya di sana ada keadaan yang saling membutuhkan dan memberi arti.
Apalah arti seorang laki-laki yang perkasa kalau tidak ada seorang wanita yang lembut dan halus di hati. Apalah arti seorang lelaki yang kuat dan digdaya kalau tidak ada gadis dan wanita yang lemah-lembut kepribadiannya. Begitulah adanya karena itulah sekenario-Nya. Sebab di sanalah ada kelembutan dan kelemahan, maka di sanalah juga pasti akan ada keperkasaan dan kekuatan.
Inilah kehebatan Yang maha Bijaksana, yang telah menciptakannya, agar supaya disana ada keseimbangan yang nyata. Agar di sana ada harmoni yang membutuh kan komunikasi. Agar di sana ada dinamika akan adanya kelebihan dan kekurangan yang saling menutupi dan memberi. Agar disana muncul sebuah sinergi. Sebuah sinergi yang akan memberi makna dan arti terhadap kelangsungan hidup manusia selanjutnya.
Sebuah sinergi yang menetapkan dan mengharuskan wanita di sisi lain mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebuah sinergi dari sebuah pertemuan dengan lelaki yang juga punya kelebihan dan kekurangan yang berlainan tempat dan keadaan. Sehingga kelemahan wanita adalah sebenarnya merupakan kelebihan lelaki. Di lain pihak kelebihan wanita sebenarnya juga telah menjadi kelemahan pada lelaki. Itulah sebuah sinergi yang telah dikehendaki-Nya. Dikehendaki-Nya supaya ada keseimbangan dan dinamika. Keseimbangan dan dinamika agar supaya manusia tetap bisa eksis dan penuh makna ! Terimakasih Yang Kuasa yang telah menciptakan kami semua !
Kemudian, perwatakan, prilaku, pandangan, sifat dan penilaian seorang wanita yang sangat sederhana dan sentimentil ini bukanlah sebuah proses diri yang memang diinginkannya. Namun sebuah proses, dari sebuah sekenario untuk supaya mereka bisa selalu menempatkan dirinya sedemikian rupa sebagai wanita. Sebuah sekenario akan sifat-sifat dasar wanita yang harus ada padanya. Sebuah sekenario agar supaya dalam kehidupan ini selalu ada keseimbangan dari padanya.
Inilah kelebihan sekaligus kekurangan yang ada padi diri wanita. Segala kelebihan dan kekurangan yang berbalikan dengan sifat-sifat dasar lelaki pada umumnya. Maka wajarlah akan ada banyak pertentangan dalam proses penyatuan jiwa (sosialisasi) antara lelaki dan wanita di manapun berada. Sauatu keadaan yang dapat dipastikan sering memunculkan kesalahpahaman ( pertentangan akibat berbeda sudut pandang dan penilaian saja ). Semua akan punya dasar pemikiran dan alasan akan sudut pandang dan penilaiannya. Kedua-duanya bisa jadi benar dalam argumentasinya, tentu saja masing masing akan selalu mengaku benar. Inilah sebuah realitas yang dapat dipastikan selalu ada sepanjang masa. Begitulah adanya karena itulah sebenarnya sekenario-Nya.
Sebuah sekenario supaya adanya keseimbangan dalam hidup manusia. Suatu keseimbangan yang membutuhkan harmoni di antara kedua-duanya. Sebuah harmoni di mana kedua-duanya tidak harus menjadi sama dalam prilaku, sifat dan nalurinya. Sebuah keseimbangan harmoni yang tetap menepatkan wanita sebagaiman wanita umunya, dan sebuah keseimbangan harmoni yang tetap menempatkan lelaki sebagaimana lelaki pada umumnya.
Sebuah harmoni yang menuntut adanya komunikasi yang bijak dan penuh dengan pemahaman akan keadaannya. Bukan sebagai sebuah ketidak-harmonian akibat pemaksaan dan kekerasan. Itulah sekenario besar yang terjandung didalamnya. Sebuah sekenario yang menuntut adanya komunikasi kedua belah pihak dengan penuh penghargaan, pemahaman dan penuh dengan kebijaksanaan. Sebuah sekenario yang memang menjadikan itu semua menjadi suatu keseimbangan dalam hidup manusia.
Kecuali butuh Kesabaran dan Pengorbanan, juga butuh strategi !
Kembali kepada masalah yang anda hadapi, jika benar demikian keadaannya, maka kami ikut prihatin dengan keadaan yang sedang anda hadapi ini. Namun sayang keadaan itu tidaklah bisa di bebankan semuanya kepada kepada istri anda, tentang kesalahan dan kesalahan yang telah dilakukannya. Kami yakin ini sudah terlalu lama terjadinya. Suatu kesalahan yang tidak terselesaikan awal-awalnya. Dan kami yakin, istri anda punya alasan untuk melakukannya, lepas dari salah dan benarnya alasan yang telah mendasarinya.
Namun yang jelas, bagi kami tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikannya. Namun dalam masalah anda, tampaknya harus ada pengorbanan dan kesabaran yang harus dilakukannya. Ini akibat rentan yang agak terlalu lama untuk diluruskan. Sebab ini tampaknya tidak sekedar perbaikan semata. Namun perlu adanya pembangunan kembali pada kebiasan dan prilaku yang telah terjadi sebelujmnya. Sebab ibarat rumah, tampaknya sudah melemah pondasi yang ada. Sehingga tidaklah mungkin hanya dipperlukan perbaikan-perbaikan seperlunya. Maka sewajarnyalah kalau perlu dilakuanya pembangunan ulang kembali.
Sebab kalau tidak dilakukan pembangunan ulang kembali, kasihan anak-anak yang tak tahu apa-apa itu, jika ternyata bangunan rumah itu runtuh dengan sendirinya. Runtuh karena pondasi yang ada sudah mulai goyah, dan anak-anak sangat mungkin tidak tahu itu semuanya, kecuali anda dan istri anda. Maka, menurut hemat kami, tidak ada kata lain untuk memperbaikinya kecuali membangun kembali.
Untuk itu, untuk melakukan pembangunan kembali tidak ada jalan lain, kecuali anda memulai untuk koreksi diri, dan inilah yang kami sebut sebagai pengorbanan yang harus dilakukan. Sebab kami melihat hanya anda yang bisa memulai mencari, kenapa pondasi ini mulai melemah dan goyah. Kami tahu istri anda berperan besar telah menjadikan lemahnya pondasi keluarga anda ini. Akan tetapi tampaknya sulit kalau harus dimulai dari sana (istri anda dulu). Sebab inilah cara untuk bisa membuka komunikasi dan diskusi tentang bagaimana cara memperbaiki pondasi keluarga ini. Ingat pertimbangan ini tak lepas dari sifat dan prilaku mereka sebagai wanita. Jadi sangat tepat kalau menurut hemat kami, andalah yang harus memulai. Memulai untuk menngoreksi diri dan memperbaiki pondasi.
Ini juga bisa dikata sebuah strategi untuk bisa membuka komunikasi dan diskusi. Sebuah komunikasi dan diskusi akan kesalahan dan kesalahan yang telah terjadi. Kesalahan dan kesalahan yang telah membuat pondasi ini menjadi goyah dan melemah. Sebuah setrategi yang mengakui kesalahan dan kesalahan selama ini. Sebuah setrategi mengakui kesalahan yang mungkin tidak terjadi. Mengakui sebuah kesalahan yang sangat mungkin bukanlah sebuah kesalahan. Namun pengakuan sebuah kesalahan hanya untuk menmcoba membongkar kesalahpahaman yang terjadi. Memang beginilah strategi yang harus dilakukan menghadapi mahkluk yang cukup rumit ini.
Maka sudah saatnya anda untuk mencoba mengajak berdiskusi dengan penuh kerendahan hati dan penuh pemahaman yang memang terjadi. Kerendahan hati akan kemungkinan munculnya tuduhan-tuduhan yang bernilai matematis itu. Kerendahan hati akan tuduhan-tuduhan yang sangat simpel dan sepele dihadapan anda ini. Namun perlu dipahami, bahwa itu bukanlah persoalan yang sederhana dihadapan mereka itu. Jadi harus berupayalah memahami tuduhan-tuduhan akibat dari sifat -sifat dasarnya yang pasti ada dan pasti terjadi. Inilah pemahaman yang harus dilakukan dengan pengorbanan diri dan kerendahan hati.
Untuk itu terimalah tuduhan-tuduhan itu apa adanya, jangan menuntut urusan benar salah pada saat-saat ini. Biarkanlah tuduhan-tuduhan yang tidak diketahui salah dan benarnya itu keluar membanjir dari seluruh jiwanya. Biarkanlah tuduhan-tudauhan yang telah menekan jiwanya itu keluar membanjiri anda. Terimalah dulu semuanya, tanpa harus menuntut salah dan benarnya tuduhan itu. Biarkan jiwanya terkuras oleh tekanan dan kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Terimalah dengan penuh pengorbanan diri dan kerendahan hati. Sebab inilah cara dan strategi untuk kemudian mencoba memabangun kembali pondasi yang mulai melemah ini.
Tidak ada salahnya anda mengajak untuk mencoba membuka komunikasi ini. Tidak ada salahnya mencoba mengenang kembali masa-masa indah yang dulu pernah terjadi. Mulailah dari sana untuk memulai membuka komunikasi dan berdiskusi. Untuk itu usahakan menyisihkan waktu beberapa hari untuk mencoba membangun kembali pondasi. Tidak ada salah menyisihkan waktu secara bersamaan ( bersamaan dengan pembicaran masalah masa depan keluarga ) di tempat-tempat yang dulu sangat memberi arti. Tidak ada salahnya mengenang kembali tempat-tempat di mana saat -saat itu penuh arti. Semua bisa di lakukan untuk mengantar ke diskusi ( pembicaraan masalah keluarga ) dan membuka komunikasi yang sempat mati. Semua itu pasti akan bisa dilalui, kalau anda siap berkorban diri dan dilakukan dengan penuh kerendahan hati. Ingat ! ini cara dan strategi untuk meluluhkan kesombongan yang pernah terjadi.
Istri Tunduk pada Suami ? Menurut hemat kami ketundukan istri, bukanlah seperti kerbau atau keledai yang selalu mengiyakan apa yang selalu diinginkan dan diharapkan suami. Namun, ketundukan istri pada nilai keseluruhan yang telah terjadi. Nilai keseluruhan bahwa sang istri bukanlah sang pengkianat sejati. Nilai keseluruhan bahwa sang istri tidak menginjak-injak harga diri seorang suami. Harga diri seorang suami yang harus dijunjung tinggi. Bukan kesalahpahaman diri seorang laki-laki yang merasa ditentang (dibantah, ditanggapi, ditolak, dll) harapan dan keinginan seorang suami. Nilai keseluruhan sang istri yang masih melayani suami. Melayani dengan penuh hati bukan karena pemaksaan dan perbuatan yang kasar. Melayani bukan berarti seperti pembantu yang tidak dihargai dan dikangkangi. Semua dan semua yang mengandung nilai secara keseluruhan.
Dan bukan nilai pada saat-saat tertentu dimana sang istri sedang menjadi dirinya yang sejati. Diri yang sejati yang mudah marah dengan masalah-masalah yang mungkin kurang berarti. Menjadi diri yang mudah menuduh dan mencaci-maki ketika hati sedang terselimuti. Menjadi diri yang seakan tidak menyadari apa yang mungkin telah dilakukannya menjadi sangat menyakitkan hati. Semua yang telah menjadikan sifat sejati yang akan muncul pada diri, yang sangat mungkin hanya pengungkapan hati tapi sama sekali tidak memiliki arti. Ya begitulah keadaan mereka yangh harus dipahami dan tidak perlu di ambil hati. Syukur-syukur kalau kita memahami denganan nilai kemungkinan-kemungkinan ada kebenarannya. Inilah nilainilai yang tidak bisa dimasukkan pada nilai ketundukan istri secara keseluruhan terhadap suami. Namun nilai secara keseluruhan terhadap mereka, apakah masih menghargai adanya suami. Inilah sebenarnya ketundukan istri yang harus bisa kita pahami. Dan sekali lagi bukanlah termasuk nilai-nilai yang terjadi pada saat-saat tertentu ketika mereka harus menjadi diri yang sejati.
Bagaimana agar disenangi Bos dan Karyawan ? Inilah benang merah yang telah terjadi pada diri anda ini. Kami sangat yakin, kalau anda mampu membangun kembali pondasi keluarga anda yang sudah mulai melemah itu Maka akan terjawab sudah kelemahan-kelamahan yang ada pad pribadi anda.. Ada benang merah akan kebiasaan dan kepribadian anda di rumah dan di kantor atau intansi anda bekerja. Sehingga kami sangat yakin, kalau anda mampu membuka komunikasi tentang masa depan keluarga anda dan memulai melakukan pembangunan kembali pondasi keluaraga anda. Maka tanyakan itu semua pada istri anda. Tanyakan apa yang telah terjadi pada diri anda dan bagaiman supaya anda menjadi sangat disayangi dan dikagumi karyawan yang ada di kantor anda. Sebab jawabannya ada di diri istri anda, ini pertama yang harus anda lakukan untuk mencoba mengoreksi diri.
Untuk selanjutnya sampaikan kembali perkembangan apa yang telah anda lakukan dengan keluarga anda, baru anda kembali kepada kami untuk memantapkan diri melangkah dengan lebih pasti. Kami sangat terbuka dan akan menunggu anda kembali kepada kami.
Padai-pandailah berkaca diri ! Karena kaca adalah yang akan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi ! Sebab kaca bukanlah hati yang bisa dikotori ! Sebab kalau kita terbiasa berkaca diri niscaya hidup kita akan selalu berarti ! Kalau hidup kita lebih berarti, maka tidak ada yang menyedihkan di dunia ini ! Dan kalau kita sudah begini, maka bertebaranlah kebahagian dan kesuksesan yang akan selalu menanti ! Selamat memperjuangkannya ! Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami sampaikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan, ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran dari masalah-masalah mereka di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap di dalam banyak jebakkan hidup yang tak kentara ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia kehidupan yang telah banyak dilupakan sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|