Tinggalkanlah orang yang mempunyai jiwa Inkonsistensi diri !

 

Kami sudah cukup banyak membahas mengenai lelaki pada umumnya. Begitulah, hampir semuanya jika maunya sudah didapatinya. Sebagia besar dari mereka, juga merasa punya kebiasaan mengganti pilihannya, jika keadaannya menjadi berubah pula. Tentu saja mereka akan menganti yang dianggapnya punya level yang sama, atau paling tidak setara dengan level yang ada sekarang. Itulah mahkluk laki-laki jahat yang bodoh dalam memahami makna hidupnya, khususnya mempertahankan konsistensinya dalam hidupnya.

 

Konsistensi pemahaman hidup yang bodoh itu tak akan merugikan siapa-siapa, kecuali dirinya sendiri. Sebuah inkonsistensi yang akan segera terbentuk dalam jiwanya dalam menyikapi hidup selanjutnya. Sebagaimana manusia yang tak mampu mempertahankan konsistensi hidupnya, maka mereka akan selalu di bayang-banyangi oleh kepribadian yang selalu tidak konsisiten.

 

Jiwa yang sudah terbentuk menjadi inkonsistensi, selalu akan menyikapi hidupnya dengan selalu tidak konsisten juga. Ibarat penggemar otomotif, mereka akan membeli sepeda jika keadaan keuangannya mengharuskan mendapatkan itu semua. Namun kemudian setelah merasa mampu dan lebih maka ditinggalkanlah sepeda itu, tanpa merasa kehilangan apa-apa. Sebab mereka sudah mulai tertarik dengan sepeda motor yang mungkin lebih mengenakan dan lebih bergengsi. Maka belilah mereka sepeda motor. Namun kemudian karena rejekinya ternyata terus bertambah, maka nasib sepeda motornyapun, pastilah akan bernasib sama dengan sepedanya yang lalu itu.

 

Kemudian mulailah tertarik dengan mobil-mobil yang lalu lalang di jalanan itu. Ya, karena merasa cukup uang maka tentu saja akan segera membeli mobil yang sesuai dengan selera dan kemampuannya. Walaupun mungkin sepeda motor itu masih ada, tetapi tetaplah akan bernasib sama dengan sepedanya yang dulu itu. Seakan dicampakkan tanpa perhatian sedikitpun karena sudah punya kesayangan yang baru itu. Kebetulan sepeda dan motornya, itu hanyalah terbuat dari besi yang tak tahu apa-apa. Lalu bagaimana jika sepada dan motor itu punya perasaan dan jiwa. Maka betapa sakitnya mereka.

 

Lebih untung menjadi sepeda yang sudah ditinggal begitu saja, tak mau tahu akan dipungut atau mau diambil oleh siapa saja. Dan si sepeda masih punya harapan, ada orang yang punya jiwa dan perasaan yang akan memperhatikan dan merawatnya dengan penuh konsistensi. Tentu saja si sepeda akan mendapatkan hidupnya kembali seperti layaknya jiwa yang punya perasaan dan cinta. Lalu bagaimanakah nasib sepeda motor yang masih dipertahankan, namun dicampakkan sebagai barang bekas itu ? Remuk dan hancurlah nasibnya. Walau mungkin masih bisa dibawa kemana-mana seakan masih dipakai dan diperhatikannya. Akan tetapi sepeda motor itu hanya diperlihakan saja, supaya tampak masih dipakai dan diperhatikannya. Namun sebenarnya hanyalah sebuah kamufalse dari kenyataan yang ada. Sebuah kenyataan yang tidak tampak berpindahnya perhatian dan kasih sayangnya pada mobil barunya itu, yang bisa saja, si sepeda motor itu tidak tahu menahu keberadaannya. Kasihan sungguh kasihan nasib si sepeda motor itu, yang telah mau menjadi pilihan sementaranya itu. Sebuah pilihan dari jiwa yang sudah terbentuk dari sikap inkonsistensi diri itu.

 

Begitulah sikap yang sudah dibiasakan tidak konsisten dan bertanggung jawab. Sikap seperti itu akan terus berlanjut sesuai dengan keserakahannya. Keserakahan yang sebenarnya akan membawa derita bagi dirinya sendiri. Walau derita itu belum dirasakannya atau belum disadarinya. Belum disadar dan dirasakannya, sebelum terbentur masalah yang berat yang siap menunggu dan menghadangnya. Merekapun tidak sadar dan tahu jika dihadang oleh jebakan hidup yang menghadang dan menunggunya. Sampai dia benar-benar terperosok ke dalam lubang jebakan yang telah dibuatnya itu.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !