*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! ***

 *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***

 

 

Ibu-Ku Sayang, Ibu-Ku  yang  Malang ..... !

 

 

Yani, BUMN, 23 thn,  Surabaya. 19 April 2005.

......Now the complete story. Yani tdk pernah terlalu membesar2kan
cerita,ini yg sebenarnya terjadi. Ibu memang benar2 keras. Maksudnya sering
pakai kekerasan fisik. Bagi orang lain mungkin aneh/seram. Bagi kel. Yani itu biasa saja. Setiap hari, hampir selalu ada keributan. Bertolak dari latar belakang ibu, dari semua sharing lewat tantenya ibu/adik2nya ibu
sendiri, ibu memang sudah keras dari sebelum menikah. Dia tdk pernah mau diatur oleh nenek & kakek. Dulu pertama2 menikah dg bpk, pernah ada awal ribut besar, dimana itu kali pertama ibu bawa pisau. Adik2 ibu terpaksa harus "mendiamkan" ibu.

Bapak pernah terluka saat ribut, dg sobek di kaki. Banjir darah yg bikin kita anak2 mereka ngeri dan sudah biasa terjadi. Yani yg takut darah jadi terbiasa skrg. Itu tjd pd saat Yani msh SMA. Sekujur tubuh bapak masih ada tanda mata kena pisau/cakaran tgn ibu. Yani pernah 3 kali pendarahan dalam mata. Sampai harus ke DR & pakai salep + kaca mata selama sebulan, karena ibu memukuli & menyeret Yani sampai terantuk meja dsb. Yani sudah kebal hati hrs karang cerita, pada saat sekolah kenapa ada luka di muka/mata. Kalau cuma bekas pukul/cakar dibadan itu sudah biasa. kalau Bpk, tdk pernah sampai ke DR,ibu takut.

Memang ibu sll minta maaf pada kita tapi itu terulang terus sampai sekarang. Yani sekel.now tgl di Surabaya. ayah org proyek,jd sudah sering pindah2. Waktu SD di Lombok ada kejadian lebih seru,Ibu tdk perduli sampai ada Polisi datang,karna kalau sudah emosi tdk takut pd  siapapun. Mereka: bapak-ibu rbt diluar rumah. Kita kontrak persisi depan rmh Pejabat Kota. Ibu sampai hampir mau membakar mobil kantor. Anak2 ngumpet di rmh tetangga. Adik laki2 saya menuruni sft ibu, keras & kasar. Entah ada pengaruhnya / tdk tapi mrk ber3 Aries. Lain dari itu kita : adik & saya sudah selalu lihat keributan & terbiasa melihat tindak kekerasan dirumah.

Yani sekarang sll stabil,kalau pisah dari ibu. Pengaruh keras ibu, memang akan terasa kalau kita ada didekatnya. Semua harus sesuai kehendaknya. TTg pacar ,memang Bapak pernah cerita masalah ini kedia, mungkin saja itu hal yg membuat ibu gak suka. Tdk pernah setuju dg siapa saja yg dekat sama Yani, posesif. Yani pgn sgera bebas dari semua ini. Mereka tdk bakal bisa berubah. Ortu Bapak pernah turun tangan, seluruh keluarga sudah pernah ikut campur, ini tetap ada. Yani putus asa menghadapi mereka. gaktau mesti gimana, kecuali sll bersibuk kerja, menjalani hidup semestinya yg normal, tp pisah dari mereka supaya tdk tertular/terkena masalah spt dulu2 lagi. Sudah sangat capek & stres akan tindakan mereka yg tdk bisa berubah. Satu2nya semangat datang dari pcar & kell. yg menyuruh Yani spy tdk lupa shalat & doa, mendekatkan diri terus ke Yang Diatas. Pgn cerita banyak tapi ada kesibuka lain. Kapan 2 disambung lagi. Tksh banyak.

 

 

MasIdan.

 

 

Buah dari Irama Musik masa Lalu.

 

Kekerasan adalah kekerasan. Di mana sesuatu yang di awali dengan kekerasan, maka yang akan didapatkannya hanyalah kekerasan itu sendiri. Memang kadang-kadang kekerasan sangat efektif untuk menyelesaikan masalah. Namun yang namanya kekerasan tak akan pernah berakhir di situ saja. Walaupun masalah tampaknya terselasaikan, akan tetapi justru akan membuahkan kekerasan pada masalah lainnya. Jadi kekerasan hanyalah akan melahirkan kekerasan itu sendiri.

 

Kami sangat sedih dan prihatin yang dialami ibunda anda. Sabab kami sangat yakin, pada hati kecil ibunda, sangat ingin menghilangkan kebiasaan itu. Suatu kebiasan yang hanya akan selalu disesalinya. Ini dibuktikan dengan sikap yang selalu menyesalinya dan meminta maaf akan kejadian yang serasa terjadi begitu saja.

 

Kami sangat merasakan. Ibunda sangat tahu keadaan yang sedang dialaminya itu. Sangat sadar akan keadaan itu. Selalu tak habis pikir bagaimana keadaan itu bisa terjadi pada dirinya. Tapi kenapa kok selalu terjadi tiba-tiba, dan sepertinya sudah berada di luar kendalinya. Kami sangat sedih dengan ini. Dan kami yakin ibunda juga begitu perasaannya.

 

Namun sayang dengan segala rasa sayang. Tuhan sudah berkehendak begitu. Tuhan selalu menguji apapun yang bisa terjadi pada manusia. Karena dibalik kehendak-Nya supaya manusia sadar akan kelemahan yang ada pada diri manusia. Kelemahan akan sesuatu yang harus diterimanya, sebagai ujiannya. Ujian-Nya supaya manusia bersimpuh kepadanya. Bersimpuh memohon, supaya kelemahan tersebut segera diberi hikmah dan pelajaran baginya. Dan dengan hikmah itu, manusia diharapkan segera sadar atas kesalahan dan kelemahannya itu.

 

Ya Tuhan berilah ampunan kepada Ibunda Yani, yang sedang Kau uji dengan sifat dan sikapnya. Dan bersegeralah kau beri hikmah untuk menyadari kelemahannya. Hanya kaulah ya Tuhan yang Maha Perkasa yang bisa membalikkan sifat Manusia. Berikan dia hikmah suatu ketika, Berikanlah hikmah suatu ketika !

 

Wah...! Malah berdo'a ! Tapi tak apalah, yani harus sering berdoa seperti ini.

Yani harus paham akan keadaan ibunda. Beliau sudah sangat kesulitan mengendalikan dirinya, ketika keadaan memaksanya memanggilnya. Suatu kesulitan kendali yang sudah diluar kemampuannya. Ketidakmampuan masa lalunya yang sudah membangun dirinya itu. Masa lalu yang mungkin ibunda tak menyadarinya. Tidak menyadarinya, telah terbangun jiwa yang sangat menyesakkan dada. Namun beliau bingung dan tak tahu harus bagaimana, walaupun pertanyaan ini hanya ada didalam hatinya. Dan tak tahu harus bagaimana supaya kejadian demi kejadian tak selalu terulang kembali.

 

Sebagai seorang wanita posisi ini lebih menyultkan dirinya. Sebagai ibu dari anak-anaknya. Tapi harus bagaimana lagi, beliau harus menelannya mentah-mentah. Beliau harus menerimanya, walau dengan hati yang ingin menolaknya. Namun itu bukanlah perkara yang mudah bagi siapa saja. Tak mudah karena sudah sekian lama terbangun dan tertempa jiwanya. Jiwa yang selalu diperlihatkannya oleh sebuah sandiwara kekerasan demi kekerasan pada dirinya. Jiwa yang tidak diperlakukkan sebagaimana mestinya.

 

Jiwa yang awalnya tak tahu apa-apa. Tapi harus selalu menelan pertunjukan demi pertunjukan sekenario yang menyeramkan. Jiwa yang awalnya tidak tahu apa-apa, namun harus dijejali dengan noda-noda kekerasan. Kami sangat sedih dan prihatin. Sebab beliau tak harus menanggung semua tanggung jawab yang telah dilakukannya. Namun masa lalunya yang telah membentuk dirinya, pantaslah ikut bertanggung jawab atas segalanya. Masa lalu yang selalu mengajarkan akting-akting kekerasan. Masa lalu yang telah mempertontonkan sandiwara kekerasan. Masa lalu yang mengajarkan musik irama kekerasan. Walau masa lalu itu tidak menyadarinya, untuk mempertontonkannya, untuk menngajarakannya sebuah irama musik kekerasan. Masa lalu yang telah menunjukkan kesombongan akan kekuasaan untuk mengajarinya dengan kekerasan.

 

Oleh karena itu, marilah tinggalkan kekerasan pada siapapun juga, anak-anak kita yang akan datang. Istri, suami atau keluarga kita yang akan datang, tak perlu lagi menyaksikan kesombongan akan irama musik busuk kekerasan. Karena kekerasan hanyalah akan melahirkan kekerasan yang lainnya.

 

Maka dari itu, ketahuilah bahwa ibunda adalah korban irama musik busuk kekerasan yang telah beliau laluinya. Dilaluinya begitu lama sehingga serasa mengendap dalam jiwa. Dalam jiwa yang sebenarnya yang awalnya tak tahu apa-apa. Dalam jiwa yang sebenarnya tak mau menerimanya. Namun apa dikata masa lalunya telah menjejalinya. Mengapa beliau harus menelan masa lalu yang telah berkelepotan noda. Berkelepotan noda yang penuh irama musik busuk kekerasan. Maka jangan bebankan kesalahan pada beliau. Beliau adalah salah satu korban dari sebuah sekenario sandiwara yang penuh kebusukkan.

 

Apalagi beliau adalah seorang wanita. Seorang wanita yang sangat peka perasaan, emosi dan nalurinya. Perasan dan emosi yang sangat dominan ada pada dirinya. Sehingga sebagai seorang wanita, maka beliau sangat mudah terpancing oleh keadaan yang sebenarnya tak seberapa. Namun keadaan hatinya bisa membuat keruh masalah sepele saja. Sebagai wanita, ini menjadi sangat rentan dan tak terduga. Namun sayang seribu sayang, jiwa masa lalunya yang begitu kelam membuat amarahnya menjadi sangat menyeramkan, bahkan menakutkan siapapun yang melihatnya. Walau selalu ada penyesalan yang harus diungkapkannya.

 

Kasihan benar beliau, sungguh beliau harus dikasihani. Karena keadaan jiwa yang sudah tak mampu dikendalikannya. Dan ingin, sangat ingin tidak mengulangi lagi. Namun apa mau dikata, semua itu seakan hanya sementara saja. Kewanitaannya lebih menambah penderitaannya. Karena begitu peka terhadap segala sesutau yang mengusik hatinya. Apalagi jika beliau sedang resah entah mengapa. Hatinya bagi sedang diselimuti mendung yang tak tahu datang dari mana. Kewanitaan inilah yang sering tak terduga mendorong kemarahan yang tak terduga. Sangat peka sehingga mampu merebahkan penyesalan dan kegaluan yang pernah ia katakan. Memang semua seakan tidak mungkin bisa dikendalikan begitu saja. Apalagi masa lalunya yang sudah merobek-robek hatinya. Akibat musik busuk yang pernah mereka pentaskan dipanggung sandiwara yang penuh kekerasan itu. Mungkin mereka tak menyadarinya namun inilah kenyataan yang telah membuktikan kebenaran. Karena kekerasan tak akan menyelesaikan masalah kecuali hanya membuat 'masalah kekerasan' yang lainnya.

 

Irama musik keras yang sebenarnya tak ingin didengarkannya. Entahlah kami serasa bisa merasakan, betapa sulitnya keadaan beliau. Beliau seakan-akan berada di tengah-tenagh antara ingin meninggalkannya dan  panggilan jiwa lainnya yang sudah mencengkeram sangat kuatnya. Entahlah perasaan yang bagaimana yang bisa menentramkannya. Semua serba tak terkendali dan terjadi begitu saja.

 

Sungguh betapa beratnya perasaan beliau yang harus menerima ini semua. Perasaan hati yang tidak disadarinya menjadi korban masa lalu yang begitu kejam dan teramat dalam. Sangat kejam karena telah menyebabkan beliau tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

 

 

Berbakti dan Menjaga Diri.

 

Jiwa dan pandangannya telah terpenjara pada ketakutan dan kekhawatiran. Entahlah ketakutan dan kekhawatiran apa yang telah terjadi padanya. Sehingga ketakutan itu telah menambah beban jiwanya yang semakin terperosok ke dalam. Jiwa yang terpendam yang tak mau diungkapkannya. Sehingga beliau cenderung pendiam dalam hal-hal penting yang harus diungkapkannya. Sehingga beban itu seharusnya  bisa mengurangi apa yang ada pada masa lalunya. Entahlah, seperti ada sesuatu yang lain yang masih dipendamnya. Dipendamnya sehingga orang lain tak mengetahuinya. Entahlah .. Mudah-mudahan tidak ada !

 

Jika ada pasti bisa membongkar alasan kenapa beliau tidak memberi sedikitpun kesempatan kepada anaknya, untuk memilihnya. Ketakutan dan kekhawatiran apakah yang menjadikan beliau amat posesif terhadap anda. Tapi kami punya keyakinan beliau tak pernah mampu untuk mengungkapkannya. Sehingga ketakutan-ketakutan yang ada pada dirinya menjadi berlaku kepada siapa saja yang sudah ada didekatnya. Sayang sungguh sayang beliau tak mampu mengungkapkannya. Seandainya bisa mengungkapkan sedikit saja, tentu saja beban jiwanya akan sedikit terkurangi olehnya.

 

Tapi apa boleh buat rasa kasih dan waspada adalah sesuatu yang berbeda. Berbeda karena telah dibawa ke situasi yang berbeda pula. Situasi yang menjadikan kita menangis sedih akan keadaannya. Keadaan yang seakan tidak terobati oleh apapun juga. Keadaan yang sudah terlanjur meresap sangat dalam pada jiwa.

 

Di sisi lain, siapa yang mau selalu menjadi korban masa lalunya, yang penuh dengan pertunjukakan nafsu angkara. Nafsu angkara yang sudah terbentuk dari sononya. Nafsu angkara yang sudah terlanjur melukai jiwa tubuh lemahnya. Tubuh lemah yang bukan milik siapa-siapa kecuali hanya seorang wanita. Seorang wanita yang lemah lagi tak tahu harus berbuat apa.

 

Berbeda antara kasih dan bakti kepada seseorang yang telah bersedia melahirkan kita. Karena kasih bisa saja kita beli dengan uang dan harta benda. Kita tukar dengan barang-barang dan makanan kesukaannya. Namun bakti sudah menjadi urusan balas jasa. Balas jasa kepada orang yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Apapun alasannya kita harus berbakti kepadanya. Karena begitulah adanya.

 

Tapi beda bakti dengan aniaya. Karena bakti harus ada ketulusan dan cinta. Dan aniaya hanya ada nafsu angkara dan amarah belaka. Dua kutub yang tak mungkin bisa disatukan. Dua kutub yang seakan tak mungkin untuk diselaraskan. Karena cinta harus ada kasih sayang yang setulusnya. Karena cinta tak harus diungkapkan denga kata-kata. Karena cinta tak harus dengan tatap muka. Karena cinta ungkapan yang tulus yang hanya berada dalam jiwa. Oleh karena itu  yang dibutuhkan cinta hanyalah ungkapan-ungkapan yang nyata. Bukannya yang bisa dilakukan dengan kebohongan prilaku saja. Karena ungkapan cinta tak mungkin bisa direkayasa. Karena cinta hanya ada dalam hati sepenuh jiwa.

 

Dan aniaya adalah wujud dari nafsu angkara murka. Aniaya hanya akan berada pada kemunafikan belaka. Kemunafikan manusia yang tidak mau menjadi yang senyata-nyatanya. Senyata-nyatanya mengatakan putih itu putih. Dan senyata-nyatanya mengatakan hitam itu hitam. Putih katakan putih tanpa harus mengulanginya. Hitam katakan hitam tanpa harus menyesalinya. Namun apa daya mereka hanyalah manusia biasa. Manusia yang sangat lemah di Mata Penguasa. Karena aniaya hanya ada dan tinggal dalam nafsu angkara.

 

 

Dik Yani yang nampak mulai bangkit dari luka lama,

Biarkanlah pengalaman buruk itu hanyalah sebagai sejarah hidup anda. Sejarah hidup yang tak harus dibayar dengan dendam yang ada. Ingat ! Dendam juga hanya akan melahirkan dendam yang lainnya. Biarlah sejarah hidup anda sebagai ujian yang harus diterima siapapun juga. Walaupun anda harus menerimanya secara berbeda. Harus kita terima karena itu kehendak Tuhan Sang Penguasa Manusia. Sang Penguasa yang akan memberikan yang berbeda kepada siapa saja, tak peduli siapa dia, yang jelas harus menerimanya. Dan mungkin andalah salah satunya.

 

Ketahuilah ! Berbeda paku dan bejana. atau paku dengan baja. Kedua-duanya memang dari unsur yang sama. Tapi jangan lupa kedua-duanya mempunyai harga yang berbeda. Karena kedua-duanya mempunyai nilai yang berbeda. Berbeda cara membuatnya. Berbeda pula cara memprosesnya. Juga berbeda tingkat kesulitannya.

 

Jadi yang jelas, besi apapun juga kalau ditempa sedemikian rupa, akan semakin mahal harganya. Seamakin tinggi nilainya. Dan semakin tak terhitung maknanya. Karena berbeda antara besi dan baja (dari besi yang sudah ditempa). Sama unsurnya tapi berbeda nilainya. Tapi jangan lupa cara menempanya. Sebab kalau kita tidak tahu cara menempanya. Bisa jadi kita hanya akan menjadi besi biasa saja. Atau malah dibiarkan begitu saja menjadi besi tua yang tidak berharga. Karena sudah kehilangan nilainya, hanya karena salah cara menempanya. Makanya jangan mau menjadi besi tua, hanya karena anda tidak tahu cara menyikapinya !

 

Maka dari itu, biarlah sejarah masa lalu hanya akan menjadi ujian yang amat berharga nilainya. Ujian yang pantas dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya. Ujian masa lalu harus menjadikan anda berhati baja. Yang selalu membaja menghadapi kehidupan yang lainnya, yang penuh liku dan ujian.

 

Untuk itu jangan ada secuil dendam dalam dada. Karena dendam hanya akan melalaikan anda tentang hikmah dan pelajarannya. Karena dendam hanya akan menjadikan anda seonggok besi yang selalu tampak tua. Dan hanya karena dendam justru semakin merusak perjalanan hidup anda selanjutnya. Dan dendam hanya akan merusak segala-galanya. Dan hanya dendam saja yang malah menambah rasa sakit luka yang lama. Karena itu percayalah, dendam hanya akan menjadikan anda tak mendapatkan apa-apa, kecuali kepedihan yang semakin merana, yang akan anda terima. Sebab dendam hanyalah barang yang tak berguna !

 

Dik Yani yang mulai bangkit dari tidur panjang hidupnya,

Saya sangat setuju dengan sikap anda untuk belajar mandiri dengan kesendirian yang ada. Belajar mandiri untuk menjadi diri sendiri, bukan diri siapa-siapa. Kami mendukung anda untuk seharusnya mulai menjaga diri anda sendiri. Mulailah sekarang, hanya ingin menghadapi masalah yang lainnya saja. Tinggalkan luka sejarah yang hanya akan menjadi hikmah dan pelajaran. Hikmah dan pelajaran yang membuat hati anda sekeras baja. Membaja untuk menentukan arah mau kemana. Karena semua hanya soal cara dan bagaimana mengatasinya.

 

Biarlah kasih dan bakti menyesuaikan kendala yang ada. Bakti yang hanya diungkapkan dengan kata-kata dari kejahuan saja. Bakti yang hanya dituangkan dalam kertas biasa saja. Sehelai kertas yang mengungkapkan rasa sayang untuk yang menerimanya. Sehelai kertas akan ungkapan, mudah-mudahan beliau baik-baik saja.

 

Tapi suatu ketika, tidak ada salahnya menjenguknya sesekali saja. Hanya untuk mencium tangan dan pipinya saja. sesaat saja. Tergantung keadaan yang biasa terjadi padanya. Biasa terjadi yang bisa memunculkan kesalahpahaman semata. Semua tergantung keadaan dan kesiapan anda. Yang penting harus ada bakti yang kita munculkan pada diri kita. Ala kadarnya saja. Sesuai dengan keadaan yang ada. Karena tidak ada salahnya mengasihani kepada orang yang perlu dikasihaninya.

 

Begitu juga kakak dan adik anda. Mereka hanya korban kekejaman masa lalu yang tak terputuskan benangnya. Kekejaman masa lalu yang tak mungkin dibebankan semua tanggungjawabnya kepadanya. Tidak terputus benangnya akan adanya rentetan sandiwara dari sebuah sekenario yang tak habis-habisnya. Begitu juga dengan bapak anda. Tidak ada dendam, karena itu barang yang tak berguna. Yang harus dimunculkan dalam jiwa harus satu-satunya, yaitu cinta, kasih, dan bakti yang nyata. Persetan dengan luka lama. Karena luka hanya perlu dijadikan hikmah yang penuh makna. Namun sesaat saja tergantung keadaan yang ada ?

 

Masalah hari depan Anda,

Kebahagian bukanlah milik siapa-siapa. Kebahagian adalah milik anda sendiri. Ingin tidaknya hari-hari anda menyambutnya dengan penuh bahagia, adalah anda sendiri yang harus menciptakannya.

 

Ingat ! Suatu ketika anda diterima bekerja, anda serasa bahagia karenanya. Dan andapun serasa bahagia menjalaninya. Namun percayalah anda sendirilah yang telah menciptakan kebahagian itu sendiri. Bukan malah "diterima kerja" itu yang telah memberi anda kebahagian. Namun anda berhak bahagia karena anda telah mengusahakan kebahagiaan itu sendiri. Sebab "diterima kerja" adalah kata benda atau kata sifat ataupun kata kerja, jadi mana mungkin anda diberi olehnya, kecuali anda sendiri yang menciptakan dan mengusahakannya.

 

Maka kebahagiaan hanyalah milik anda. Milik anda kalau yani ingin mengusahakan dan menciptakannya. Mengusahakan dan menciptakan apa saja yang membuat anda bahagia. Dengan orang tua kita hanya punya urusan untuk berbakti saja. Dengan saudara kita hanya punya urusan kasih dan sayang saja. Itupun kalau mereka (saudara anda) mau menerimanya. Kalau tidak, sama sekali tidak mengurangi kebaikkan anda, jadi kenapa tidak ? Urusan berbakti bukan untuk pasrah dianiaya. Bakti bisa ditunda, selama nafsu angkara masih kuat menyelimutinya. Seraya berdoa apa saja, dan suatu ketika harus di usahakan untuk membuktikannya.

 

Juga harus diingat juga, maaf, manusia takkan pernah luput dari suatu kesalahan. Kita jangan terlalu sombong untuk selalu bisa memecahkannya semua masalah yang ada. Karena kami khawatir juga, anda belum pandai membaca jalan kehidupan yang penuh duri dan jebakakan ini. Duri dan jebakan jalan hidup yang sangat tidak kentara. Untuk itulah meminta banyak masukkan dan saran kepada yang lebih tahu dan bijak (siapa saja), sangatlah dibutuhkannya, demi arah yang lebih pasti dan nyata. Lebih pasti untuk menapaki jalan yang jauh dari jebakan dan perangkap hidup yang ada. Itulah juga yang sangat diperlukan demi menyongsong masa depan yang lebih menjanjikan. Menjanjikan seperti apa yang anda inginkan. SELAMAT BERJUANG DAN BERUSAHA !

Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami uraikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan,  ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran  dari masalah-masalah mereka  di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap dalam jebakkan hidup yang tak kentara !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajarn dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !