|
Kekerasan hanya Melahirkan Kekerasan !
Kekerasan adalah kekerasan. Di mana sesuatu yang di awali dengan kekerasan, maka yang akan didapatkannya hanyalah kekerasan itu sendiri. Memang kadang-kadang kekerasan sangat efektif untuk menyelesaikan masalah. Namun yang namanya kekerasan tak akan pernah berakhir di situ saja. Walaupun masalah tampaknya terselasaikan, akan tetapi justru akan membuahkan kekerasan pada masalah lainnya. Jadi kekerasan hanyalah akan melahirkan kekerasan itu sendiri.
Kami sangat sedih dan prihatin yang dialami ibunda anda. Sabab kami sangat yakin, pada hati kecil ibunda, sangat ingin menghilangkan kebiasaan itu. Suatu kebiasan yang hanya akan selalu disesalinya. Ini dibuktikan dengan sikap yang selalu menyesalinya dan meminta maaf akan kejadian yang serasa terjadi begitu saja.
Kami sangat merasakan. Ibunda sangat tahu keadaan yang sedang dialaminya itu. Sangat sadar akan keadaan itu. Selalu tak habis pikir bagaimana keadaan itu bisa terjadi pada dirinya. Tapi kenapa kok selalu terjadi tiba-tiba, dan sepertinya sudah berada di luar kendalinya. Kami sangat sedih dengan ini. Dan kami yakin ibunda juga begitu perasaannya.
Namun sayang dengan segala rasa sayang. Tuhan sudah berkehendak begitu. Tuhan selalu menguji apapun yang bisa terjadi pada manusia. Karena dibalik kehendak-Nya supaya manusia sadar akan kelemahan yang ada pada diri manusia. Kelemahan akan sesuatu yang harus diterimanya, sebagai ujiannya. Ujian-Nya supaya manusia bersimpuh kepadanya. Bersimpuh memohon, supaya kelemahan tersebut segera diberi hikmah dan pelajaran baginya. Dan dengan hikmah itu, manusia diharapkan segera sadar atas kesalahan dan kelemahannya itu.
Ya Tuhan berilah ampunan kepada Ibunda Yani, yang sedang Kau uji dengan sifat dan sikapnya. Dan bersegeralah kau beri hikmah untuk menyadari kelemahannya. Hanya kaulah ya Tuhan yang Maha Perkasa yang bisa membalikkan sifat Manusia. Berikan dia hikmah suatu ketika, Berikanlah hikmah suatu ketika !
Wah...! Malah berdo'a ! Tapi tak apalah, yani harus sering berdoa seperti ini. Yani harus paham akan keadaan ibunda. Beliau sudah sangat kesulitan mengendalikan dirinya, ketika keadaan memaksanya memanggilnya. Suatu kesulitan kendali yang sudah diluar kemampuannya. Ketidakmampuan masa lalunya yang sudah membangun dirinya itu. Masa lalu yang mungkin ibunda tak menyadarinya. Tidak menyadarinya, telah terbangun jiwa yang sangat menyesakkan dada. Namun beliau bingung dan tak tahu harus bagaimana, walaupun pertanyaan ini hanya ada didalam hatinya. Dan tak tahu harus bagaimana supaya kejadian demi kejadian tak selalu terulang kembali.
Sebagai seorang wanita posisi ini lebih menyultkan dirinya. Sebagai ibu dari anak-anaknya. Tapi harus bagaimana lagi, beliau harus menelannya mentah-mentah. Beliau harus menerimanya, walau dengan hati yang ingin menolaknya. Namun itu bukanlah perkara yang mudah bagi siapa saja. Tak mudah karena sudah sekian lama terbangun dan tertempa jiwanya. Jiwa yang selalu diperlihatkannya oleh sebuah sandiwara kekerasan demi kekerasan pada dirinya. Jiwa yang tidak diperlakukkan sebagaimana mestinya.
Jiwa yang awalnya tak tahu apa-apa. Tapi harus selalu menelan pertunjukan demi pertunjukan sekenario yang menyeramkan. Jiwa yang awalnya tidak tahu apa-apa, namun harus dijejali dengan noda-noda kekerasan. Kami sangat sedih dan prihatin. Sebab beliau tak harus menanggung semua tanggung jawab yang telah dilakukannya. Namun masa lalunya yang telah membentuk dirinya, pantaslah ikut bertanggung jawab atas segalanya. Masa lalu yang selalu mengajarkan akting-akting kekerasan. Masa lalu yang telah mempertontonkan sandiwara kekerasan. Masa lalu yang mengajarkan musik irama kekerasan. Walau masa lalu itu tidak menyadarinya, untuk mempertontonkannya, untuk menngajarakannya sebuah irama musik kekerasan. Masa lalu yang telah menunjukkan kesombongan akan kekuasaan untuk mengajarinya dengan kekerasan.
Oleh karena itu, marilah tinggalkan kekerasan pada siapapun juga, anak-anak kita yang akan datang. Istri, suami atau keluarga kita yang akan datang, tak perlu lagi menyaksikan kesombongan akan irama musik busuk kekerasan. Karena kekerasan hanyalah akan melahirkan kekerasan yang lainnya.
Maka dari itu, ketahuilah bahwa ibunda adalah korban irama musik busuk kekerasan yang telah beliau laluinya. Dilaluinya begitu lama sehingga serasa mengendap dalam jiwa. Dalam jiwa yang sebenarnya yang awalnya tak tahu apa-apa. Dalam jiwa yang sebenarnya tak mau menerimanya. Namun apa dikata masa lalunya telah menjejalinya. Mengapa beliau harus menelan masa lalu yang telah berkelepotan noda. Berkelepotan noda yang penuh irama musik busuk kekerasan. Maka jangan bebankan kesalahan pada beliau. Beliau adalah salah satu korban dari sebuah sekenario sandiwara yang penuh kebusukkan.
Apalagi beliau adalah seorang wanita. Seorang wanita yang sangat peka perasaan, emosi dan nalurinya. Perasan dan emosi yang sangat dominan ada pada dirinya. Sehingga sebagai seorang wanita, maka beliau sangat mudah terpancing oleh keadaan yang sebenarnya tak seberapa. Namun keadaan hatinya bisa membuat keruh masalah sepele saja. Sebagai wanita, ini menjadi sangat rentan dan tak terduga. Namun sayang seribu sayang, jiwa masa lalunya yang begitu kelam membuat amarahnya menjadi sangat menyeramkan, bahkan menakutkan siapapun yang melihatnya. Walau selalu ada penyesalan yang harus diungkapkannya.
Kasihan benar beliau, sungguh beliau harus dikasihani. Karena keadaan jiwa yang sudah tak mampu dikendalikannya. Dan ingin, sangat ingin tidak mengulangi lagi. Namun apa mau dikata, semua itu seakan hanya sementara saja. Kewanitaannya lebih menambah penderitaannya. Karena begitu peka terhadap segala sesutau yang mengusik hatinya. Apalagi jika beliau sedang resah entah mengapa. Hatinya bagi sedang diselimuti mendung yang tak tahu datang dari mana. Kewanitaan inilah yang sering tak terduga mendorong kemarahan yang tak terduga. Sangat peka sehingga mampu merebahkan penyesalan dan kegaluan yang pernah ia katakan. Memang semua seakan tidak mungkin bisa dikendalikan begitu saja. Apalagi masa lalunya yang sudah merobek-robek hatinya. Akibat musik busuk yang pernah mereka pentaskan dipanggung sandiwara yang penuh kekerasan itu. Mungkin mereka tak menyadarinya namun inilah kenyataan yang telah membuktikan kebenaran. Karena kekerasan tak akan menyelesaikan masalah kecuali hanya membuat 'masalah kekerasan' yang lainnya.
Irama musik keras yang sebenarnya tak ingin didengarkannya. Entahlah kami serasa bisa merasakan, betapa sulitnya keadaan beliau. Beliau seakan-akan berada di tengah-tenagh antara ingin meninggalkannya dan panggilan jiwa lainnya yang sudah mencengkeram sangat kuatnya. Entahlah perasaan yang bagaimana yang bisa menentramkannya. Semua serba tak terkendali dan terjadi begitu saja.
Sungguh betapa beratnya perasaan beliau yang harus menerima ini semua. Perasaan hati yang tidak disadarinya menjadi korban masa lalu yang begitu kejam dan teramat dalam. Sangat kejam karena telah menyebabkan beliau tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|