Dendam Cinta ? : Aneh bin Ajaib !

 

 

Rana, 29 thn, Swasta, Bali. 7 Januari 2006.

 

Saya 29 Th mau bertanya, saat ini saya sedang sakit hati dengan seorang cowok, dia memutuskan saya setelah saya pacaran dengan dia 4thn lamanya, mungkin ini di sebabkan karena kami berbeda agama, terus terang saya masih sayang ama dia, tapi dia segampang itu mencampakkan saya, yang jadi pertayaan saya adalah bagaimana menghilangkan sakit hati dan dendam yang ada di hati, terus terang saya jadi tidak percaya dengan cinta.
tolong saya ...

 

 

MasIdan.

 

Aneh bin Ajaib ?

 

Aneh ! Sungguh Aneh ! Anda sudah dilukai dan menjadi sakit hati. Lalu mengapa anda yang harus menanggung rasa sakit dan dendam karenanya. Sudah merasa disakiti dan dilukai, malah ditambah menanggung rasa sakit dan dendam di hati. Bagaimana ini, kasihan deh.. lhu..! Namun bagaimanapun juga, kami bisa memahami ini sebagai sebuah kewajaran dan sangat umum terjadi pada siapapun juga. Lho.. Kok ..!

 

Begini..., ambil misal anda adalah korban dari ulah seorang pencuri, di mana anda harus menanggung beban kehilangan sejumlah barang karenanya. Sementara, anda tahu siapakah pencuri itu. Kemudian yang terjadi, hari-hari anda harus di isi dengan meratapi dan menangisi barang-barang yang hilang, dan entah sampai kapan anda harus melakukan ini. Padahal, semakin anda meratapi dan menangisi sampai hampir seluruh hari-hari anda dalam hidup ini, maka dapat dipastikan peristiwa tersebut menjadi membeku dan menjadi beban hidup anda. Sebuah beban akibat terlalu meratapi barang dan kenangan yang pernah ada dan terjadi.

 

Di lain pihak kemungkinan, si pencuri itu tertawa dan berjoget ria karena sudah bisa merasakan menikmati hasil-hasil curiannya. Atau malah tidak menutup kemungkinan, akan mengejek penuh kesombongan dengan seluruh kecongkaannya. Bagai merasa tak bersalah, hidupnya-pun di isi dengan penuh kesenangan dan keceriaan.

 

Aneh ! Yang satu harus selalu meratapi barang dan kenangan yang ada, dan yang satunya, penjahat itu, selalu tersenyum dan bangga dengan perbuatannya. Aneh ! kenapa si korban yang harus menanggung derita secara terus menerus. Dan di lain pihak, si pejahat itu malah tertawa dan menari di atas perbuatan jahatnya. Aneh ya ! Udah jadi korban harus menanggung hidup dan derita berkepanjangan ? Udah jadi korban menderita lagi !

 

Barang dan kenangan haruslah ada dalam hidup anda, namun meratapi dan menangisi jalan hidup anda, hanya akan menyakiti jiwa dan hidup anda selanjutnya. Betapa bodohnya kita kalau kita masih mau menderita akibat perjalanan hidup kita yang haruslah terluka, karenanya. Hidup duka dan luka yang pasti akan dilalui siapa saja yang ingin hidup dalam kehidupannya.

 

Sebenarnya, kalau kita mau mencermati tabir dalam hidup ini dan mau menyikapi hidup dengan yang seharusnya, maka kitapun akan menyikapi semua menjadi penuh makna. Sebuah makna yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Sebuah makna yang akan menjadi hidup kita semakin kuat dan berisi. Sebuah makna yang akan lebih memahamkan hidup kita dengan penuh cerita. Sebuah cerita yang akan membuat kita lebih hapal isi cerita yang ada. Dan, tanpa di beritahu awal ceritanya, kita sudah tahu apa yang akan terjadi dengan akhir sebuah cerita yang ada. Selanjutnya, kitapun akan segera menyikapi hidup ini dengan seharusnya. Supaya cerita itu tidak pernah diakhiri dengan penuh derita.

 

Anda sudah menjadi korban atau malah sudah dikorbankan, dan sangat jelas dalam posisi ini, anda bukanlah penjahat ataupun seorang pencuri. Namun kenapa anda mau-maunya menanggung derita akan sesuatu yang bukan menjadi kejahatan anda. Oke-lah anda mungkin merasa rugi, namun kenapa anda harus menghitung-hitung kerugian yang sama pada hari-hari anda. Mungkin bisa saja, anda belum terima dengan kerugian yang anda derita, tapi kapankah anda mengakhiri menghitung-hitung kerugian yang sama dalam semua waktu anda.

 

Ibarat seorang pedagang pemula, yang berusaha mencoba usaha (bisnis) sebagaimana orang berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Dan siapa tahu kalau rejekinya, diapun cepat mapan hidupnya. Namun sayang dia harus mengalami kerugian di awal usaha yang dia lakukannya. Dan diapun mengira bahwa berdagang tidaklah harus merugi selama-lamanya. Mana ada orang berdagang belum pernah mengalami kerugian dalam perjalanan membangun usahanya. Gak ada tuh..!

 

Pada akhirnya dia trauma akibat kerugian yang dideritanya. Trauma yang telah dinbangun dalam jiwa dirinya sendiri, yang selalu mengingat-ingat kerugian yang telah dideritannya. Belum melangkah dan mencoba lagi, trauma itupun selalu membayang-bayanginya. Trauma yang selalu membayangi kita akibat ketidak sadaran membangun ketakutan akan sebuah kata kejam yaitu 'kerugian'. Kemudian jiwa kita-pun akan terbangun suatu bingkai jiwa yaitu " ada usaha maka akan menghasilkan kerugian ". Siapakah yang salah jika kita harus membangun bangunan jiwa yang seperti itu. Tidak ada kerugian dan derita kecuali orang-orang yang dengan sadar ataupun tidak telah membangun jiwanya menjadi sebuah trauma atau ketakutan yang telah diciptakannya sendiri ?

 

 

Jelas Sudah tak Berguna mengapa Harus diratapi ?

 

Boleh percaya, boleh tidak. Anda telah terbukti meratapi kenangan dengannya, akan tetapi si dia jelas-jelas dengan sadar meninggalkan anda. Anda telah menjadi korban dari sebuah kejahatan cinta, namun kenapa anda harus menanggung derita dari sebuah kejahatan yang dilakukan orang lain.

 

Bukankah, siapapun orang yang telah melakukan kejahatan, dengan segala bentuk kejahatan apapun termasuk kejahatan jiwa, pastilah akan menanggung semua apa yang telah menjadi kejahatannya. Namun anehnya kenapa malah anda yang harus menderita, akibat menanggung kejahatan orang lain yang telah dilakukan dengan anda ? Bagaimana ini ?

 

Percayalah, kejahatan, kelicikan, segala bentuk kebohongan dan kebodohan yang dilakukan orang lain, Pasti ! hanya akan ditanggung pelaku itu sendiri. Tidak bisa tidak ! Dan hanya orang yang tak berguna dan bodoh saja yang bisa melakukannya. Lalu untuk apa harus selalu diratapi dan ditangisis ?

 

Lalu mengapa anda harus membuang jauh-jauh sampah-sampah cinta yang telah menjadi kenangan hidup anda ? Sampah-sampah cinta yang hanya akan dihasilkan oleh orang-orang bodoh yang tidak atau kurang paham dengan hidupnya sendiri. Lalu apakah di dunia ini mesti akan dipenuhi oleh orang-orang bodoh ? Lalu bagaimanakah kita harus menyikapi hidup yang harus dijalani pada perjalanan kasih dan cinta kita ? Bagaimanakah kita harus menyikapinya ? Bagaimanakah kita harus menempatkan jalan cinta dan kasih kita, supaya kita merasa nyaman dan aman ?

 

Nah untuk mengetahu banyak hal tentang pertanyaan-pertanyaan diatas, bacalah >>>

  1. Jangan Pilih Orang yang Inkonsistensi

  2. Cinta, Jarak dan Rahasia Cinta

  3. Jebakan Para Pengkianat Cinta

  4.  Terperangkap Jebakan Cinta

 

Mudah-mudahan dengan memahami banyak cerita dan makna yang terkandung di dalam topik di atas anda segera dapat mengetahui keadaan atau posisi anda. Kemudian andapun dapat menentukan sikap dan tindakan yang memang harus dilakukan dalam hidup yang seharusnya penuh makna.

 

 

Alasan Agama, Masuk Akal dan Akurat untuk bisa dibuat-buat !

Agama memang bisa menimbulkan masalah besar tidak hanya anda dan keluarga bersangkutan, namun juga bisa menimbulkan fitnah terhadap lingkungan dan masyarakat. Masalah ini, kalau kita tidak bijak dan memahami masalahnya ( perbedaan Agama itu sendiri ), kitapun bisa-bisa mendapat masalah yang bisa mempersulit perjalanan hidup kita selanjutnya. Halangan, rintangan, pergunjingan dan ujian bisa bertubi-tubi menyetai perjalanan cinta siapapun juga. Dan keadaan ini, kalau kita tidak punya sikap dan visi ke depan, maka perjalanan kasih kita bisa-bisa berantakan di tengah jalan yang ada.

 

Namun tidak sedikit pula, masalah agama hanya dijadikan alasan untuk menutupi kebodohan mereka tentang hidup dan kehidupan ini. Tidak jarang juga, masalah ini dijadikan alasan oleh orang-orang yang sudah berpikir keras menemukan jawaban dan alasan untuk meninggalkan cinta yang telah ada. Sebagaimana orang bodoh lainnya, yang selalu tidak paham dengan perjalanan hidupnya dan kemudian harus mengalami kejenuhan cinta akibat kebodohannya. Dan saat ini pulalah mereka mempersiapkan segala bentuk alasan dan kelicikan supaya bisa lepas dan meninggalkan cinta yang lalunya. Dan hanya orang-orang yang belum bisa memahami hidupnya, yang bisa melakuan kebodohan dalam kehidupannya.

 

 

Mereka tidak pantas untuk dibenci, namun perlu dikasihani !

Kalau anda sudah tahu siapakah kekasih anda yang sudah tega-teganya meninggalkan anda itu. Dia hanyalah orang yang jelas-jelas belum bisa memahami hidupnya. Dan orang orang yang belum bisa memahami hidupnya, pastilah akan selalu membawa resiko hidup yang harus ditanggung akibat ketidakpahaman mereka terhadap hidup mereka. Ini sama persis dengan seorang penjahat dan pencuri yang tidak tahu resiko kemungkinan akan mendapat ganjaran atau hukuman atas dirinya, akibat perbuatannya.

 

Seorang pencuri dan penjahat yang mungkin akan melakukan dan melakukan lagi sampai batas waktu tertentu untuk terus melakukannya. Terus melakukan pekerjaan yang sangat menguntungkan dan tak perlu kerja keras untuk mendapatkan hasil yang besar. Dasar watak dan sifat pencuri atau penjahat jika merasa aman-aman saja, maka merekapun akan terus melakukannya.

 

Kebodohan merekapun seakan tak pernah terlihat. Sebuah kebodohan yang telah menciptakan jiwa dan sikap hidup mereka terhadap suatu pekerjaan dengan sangat sederhananya. Keadaan ini pulalah yang menyebabkan mereka tidak bisa memahami arti sebuah usaha yang keras dan penuh makna. Untuk itu bisa dipastikan mereka hanyalah orang-orang yang hanya bisa hidup dengan sedikit usaha dan sangat miskin makna, selama hidupnya. Lalu apa yang bisa dibanggakan dari mereka kalau sudah menyikapi hidup mereka dengan sedikit usaha dan sangat miskin makna. Sungguh kasihan mereka ! Dan merekapun pamtas dikasihani karena tidak mampu memahami hidupnya dengan penuh keutamaan dan kebahagiaan.

 

Sebagaimana orang bodoh lainnya, yang selalu tidak bisa memahami hidupnya, selama hidupnya, maka merekapun hanya pantas dikasihani ! Dan sudah sewajarnyalah, mereka itu, sangat tidak pantas menjadi calon apalagi sebagai pilihan hidup kita. Sebab pastilah mereka hanya akan menciptakan hidup kita menjadi penuh derita dan luka.

 

Sehingga tidak ada kata lain bagi mereka, kecuali menghilangkan dan membuang sampah-sampah kenangan yang pernah ada ! Sebab jelas-jelas sudah tidak bisa kita andalkan hidupnya ! Dan jelas tak berguna !

 

 

Sudah jelaslah, mereka hanyalah orang bodoh dalam memahami hidupnya !

Tidak ada yang bisa kita harap dari mereka !

Kalau sudah begitu, kenapa kita harus selalu meratapinya ?

Apakah kita juga harus terlena dan rela menjadi sama dengan mereka !

Kasihanilah mereka ! Dan waspadailah diri kita !

Supaya tidak meratapi hal-hal yang jelas-jelas tak berguna !

Hilangkan dendam kepada orang-orang yang miskin makna !

Supaya kita bisa memahaminya dengan penuh makna !

 

Selamat mencoba dan memulai hidup Anda dengan penuh makna !

 

Salam !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !