|
Terperangkap Jebakan Cinta !
Rima, 19 thn, Mahasiswa, Jakarta. 28 April 2005. Saya pengen konsultasi nich?
Saya lagi punya banyak masalah dan saya
engga bisa cari jalan keluarnya. Saya udah lama pacaran sama pacar saya
kira2 3 tahun dan hubungan kite udah engga sewajarnya. trus sekarang dia
banyak berubah,dia jadi lebih kasar dan seenaknya ama saya. Dan dia tuh
sering banget bikin saya kesel. Saya pengen banget putusin dia tapi engga
bisa saya udah sayang banget ana dia. Dan saya udah ngerasa engga suci
lagi jadi saya takut banget. Kalo saya bertahan saya akan merasa tersiksa
tapi kalp saya ptusin pasti dia seneng. Saya hadi bingung harus gimana? MasIdan.
Laki-laki adalah mahkluk yang Congkak dan Tak Tahu Diri !
Mbak Rima yang sedang mendapat ujian,
Inilah Bukti ! Laki-laki yang sudah mendapati apa yang telah ia maui. Jelas segalanya akan berubah begitu saja. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Siapa saja seorang wanita yang sudah terlena dengan omongan besarnya. Inilah bukti akan rayuan gombalnya. Inilah bukti akan kebohongan-kebohongan yang nyata-nyata ada. Inilah bukti, dari salah satu apa yang disebut jebakan cinta itu.
Namun mau apa dikata, semua sudah terjadi begitu saja. Jadi kita harus siap menerima semuanya apa adanya. Sudah tidak perlu lagi untuk disesali, karena semua sudah tiada guna. Dan tidak ada jalan lain kecuali untuk menghadapi. Menghadapi bagaimana langkah kita selanjutnya, untuk dijalani.
Akan tetapi, tak ada salahnya kita bongkar kesombongan kebanyakkan lelaki yang tak tahu diri itu. Membongkar kesombongan lelaki i, oleh sebab tidak menyadari akan pergi kemana mereka kalau tidak ada yang namanya wanita itu. Maukah mereka, karena panggilan naluri, hanya akan melampiaskan kesombongan itu dengan sesamanya. Tentu saja mereka tidak mau dan malah lari, kecuali kalau mamang ada kekliruan dalam jiwanya. Inilah ketidaktahuan diri akan kebutuhan tentang naluri. Inilah juga yang menyebababkan mereka congkak dan seakan bisa berbuat semaunya sendiri. Dasar tak tahu diri, malah menjadi bukti kebodohan atas dirinya sendiri.
Inilah pelajaran dan hikmah bagi siapa saja yang kemungkinan akan mengulangi. Jadilah ini menjadi pelajaran penting bagi semua wanita yang tidak hati-hati. Bagi wanita yang tak mampu membatasi diri. Bagi wanita yang mudah bertekuk lutut dengan sikap manis dan kebaikan-kebaikan palsunya. Bagi wanita yang terlalu percaya dengan omongan besarnya. Wanita yang terlena dengan mulut manisnya, yang penuh bisa mematikan itu. Rayuan maut yang terbuat dari kain rongsokan lap yang sudah sangat bau itu. Jadi sudah kurang cukuplah pelajaran ini bagi semua wanita yang mudah terbuai dengan janji-janji. Janji-janji yang seakan sampai setinggi ujung langit itu. Siapakah wanita bodoh yang mau-maunya terjebak dalam permainan cinta laki-laki itu ?
Namun apa janji, omongan besar, rayuan maut dan segala tindak tanduk yang seakan sangat meyakinkan itu. Sudah kurang cukupkah pelajaran yang telah ditebarkan kaum laki-laki yang sudah mendapatkan apa yang dia maui itu.
Mana janji-janji manis yang dulu pernah diucapkannya itu. Mana kasih sayang yang dulu sempat membuat mereka melayang itu. Mana rayuan-rayuan yang mampu memabukkan siapa saja yang mendengarkannya itu. Mana prilaku-prilaku yang sempat membuat kita percaya dengan sikap-sikap manis dan baiknya itu. Dimanakah dan kemanakah itu semua, setelah mereka mendapat apa yang telah mereka maui itu. Dimanakah sifat-sifat yang meyakinkan itu sekarang. Mana kasih dan sayang yang telah memanjakan siapa saja yang sedang dimauinya itu. Kemanakah semua itu dulu ? Dimanakah yang dulu-dulu itu ? Dimanakah dan kemanakah semua itu ? Mengapa semua bisa berubah dengan cepatnya ? Kemana dan dimana setelah mereka mendapatkan apa yang telah dimauinya itu ? Ke mana semua, hai ! laki-laki ?
Namun perlu diketahui, tidak semua laki-laki yang tega-teganya berbuat begitu. Mereka hanyalah orang-orang bodoh dan tak tahu diri, yang mau melakukan itu semua. Walau jujur kami katakan, mereka cukup banyak dan sedang berkeliaran mencari mangsa yang sangat lemah itu. Mereka siapa saja, mungkin bisa jadi pacar siapa saja sekarang, atau mereka yang sedang kita kejar-kejar karena kebaikannya, atau mereka yang sedang kita tunggu-tunggu cintanya, atau bisa siapa saja.
Mereka yang bodoh dan tak tahu diri itu, akan ketakutan dan lari kalau diajak segera menuju pelaminan. Sebab mereka, orang bodoh dan tak tahu diri itu, tidak bermaksud begitu, cuma sekedar mengisi waktu dan ingin coba-coba akan sesuatu. Inilah ciri khas orang-orang bodoh dan tak tahu diri itu. Mereka juga sangat pandai mengulur-ulur waktu demi untuk menutupi kebohongan-kebohongannya itu. Dasar sudah bodoh dan tak tahu diri, malah tidak menyadarinya akan kebodohan dan ketidaktahuan diri itu. Siapakah yang mau-maunya menjadi korban orang-orang bodoh dan tak tahu diri itu ?
Namun apa boleh buat semua sudah terjadi. Tak ada guna untuk disesali. Akan tetapi bagaimana kita harus semakin tabah menghadapi persoalan ini. Menghadapi langkah kedepan yang harus kita lalui.
Sudah saatnya anda menerima ketabahan ini. Ketabahan akan sebuah tanggung jawab atas semua yang telah terjadi. Suatu tanggung jawab untuk menerima apa yang akan terjadi nanti. Menerima dengan ketabahan atas segala kesalahan yang telah terjadi. Menerima dengan tabah apapun yang terjadi untuk melangkahi hidup ini. Tiada waktu lagi untuk menyesali, kecuali melangkah dengan ketabahan hati.
Melibatkan Keluarga untuk Menuntut tanggung jawab yang ada.
Sudah saatnya anda membuka diri dengan keluarga yang ada. membuka diri tentang apa yang telah terjadi. Janganlah takut akan semua resiko yang akan terjadi. Resiko akan kemarahan keluarga atas kesalahan yang telah terjadi.
Biarkanlah kemarahan keluarga (orang tua) itu mengalir sendiri. Mengalir akibat kekagetan dan ketidaksiapan terhadap apa yang dianggapnya tidak harus terjadi. Terimalah dengan tabah apapun yang akan menghujani diri dan jiwa ini. Kita harus menerima dengan tabah segala sesuatu akibat kesalahan yang telah terjadi. Menerima dengan tabah sebagai buah dari tanggung jawab akan sesuatu yang pernah kita lakukan ini. Sebab inilah yang biasa terjadi dalam keluarga yang sedang menghadapi masalah ini. Kemarahan, ketidaksiapan, dan kekagetan menerima kenyataan ini.
Kita harus memahami akan mengalirnya amarah keluarga ini. Berilah mereka saluran untuk dapat mengungkapkan kemarahan itu. Terimalah dengan tabah. Biarkan amarah mengalir begitu saja. Biarkan amarah mengalir bagai banjir. Banjir yang lama-kelamaan akan menyusut juga. Menyusut karena sumpalan-sumpalan itu sudah jebol oleh derasnya aliran itu. Biarkan semua mengalir dan pada akhirnya akan menyusut juga. Menyusut dan menerima akan kenyataan yang telah terjadi.
Mengapa butuh keterlibatan keluarga ? Ingat nasib anda sudah berada di ujung tanduk. Diujung tanduk karena anda akan dengan mudah untuk dipermainkan oleh ketidaktahuan diri lelaki bodoh itu. Kami merasakan, dia seakan tinggal menunggu waktu untuk lepas dari tanggung jawab ini. Ini telah terbukti dengan sikap dia yang seakan hampir berasil membuat anda memutuskan sesuatu yang ia tunggu-tunggu. Yaitu andalah yang memutuskan untuk segera pergi meninggalkan anda.
Namun kami bersyukur, karena anda datang pada kami. Dan mudah-mudahan ini nanti sebagai solusi. Jadi, anda takkan pernah mampu bertindak sendiri. Dan kamipun tak mampu untuk berbuat banyak membantu, kecuali melibatkan keluarga anda utuk berpartisipasi mencari solusi. Ingat jangan takut dengan mengalirnya amarah yang akan seperti banjir. Biarlah membanjiri anda dengan derasnya kemudian dengan pasti akan menyusut juga.
Keterlibattan keluarga sangat dibutuhkan untuk membuat ia tidak bisa berkutik. Mungkin saja ia ketakutan akan keluarganya yang tidak tahu akan kejadian ini. Atau juga ketakutan lain seperti yang banyak dilakukan orang bodoh dan tak tahu diri itu.
Sebab semua sudah terjadi maka tidak ada jalan lain untuk mempertanggungjawabkan yang sudah ada. Dan anda berhak akan itu. Walau mungkin saja dia akan mengelak dan lari dari tanggung jawab yang ada. Namun urusan di tingkat keluarga akan memperkecil kemungkinnan ini.
Anda tidak mungkin memutuskan sendiri. Seperti apa yang kami khawatirkan menjadi apa yang di tunggu-tunggu olehnya. Apalagi kalau anda nekat melepaskan dia begitu saja. Begitu saja hanya karena teror bodoh yang dibuatnya kepada anda.
Ingat nasib anda berada di ujung tanduk. Tidak ada jalan lain kecuali anda harus menuntut tanggung jawabnya. Sebab kalau tidak peristiwa ini bisa menjadi efek yang sangat menakutkan pada diri anda yang akan datang. Efek yang bisa mengketerpurukan anda kejalan yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian mau kemanakah langkah selanjutnya. Lebih parah lagi, kami sangat khawatir, anda akan sangat mudah sekali terperosok ke jurang kejamnya kehidupan ini. Dan kalau anda berani melakukan itu, maka anda akan semakin menyesali sesuatu yang sama sekali sudah tak berarti. Inilah yang sangat tidak kami inginkan terjadi.
Maka hadapilah dengan tabah dan penuh tanggung jawab apa yang telah dan akan terjadi pada diri anda. Beritahukan keluarga apa yang sudah terjadi. Hadapi kenyataan akan apa yang akan terjadi nanti. Entah harus menikah dini, atau apapun juga yang akan menjadi solusi, yang diambil keluarga terhadap anda nanti. Yang jelas anda harus menjalaninya apapun yang terjadi. Menjalaninya dengan tabah dan rasa tanggung jawab diri. Yang jelas tidak ada masalah yang tak bisa dicari jalan keluarnya. Karena masalah pada dasarnya adalah bukanlah masalah.
Tampaknya ini saja dulu yang bisa kami kemukakan. Sambil menunggu perkembangan, kami sangat terbuka untuk anda melanjutkan langkah berikutnya. Namun kami menekankan untuk menempuh jalan diatas dulu sebelum meneruskan langkah selanjutnya. Selamat berjuang dan tetap tabah menghadapi ujian hidup ini !
Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami uraikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan, ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran dari masalah-masalah mereka di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap dalam jebakkan hidup yang tak kentara ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajarn dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|