|
Cinta, Jarak dan Rahasia Cinta ?
Gloria Caro, Pelajar, 14 thn,
Southern Towers, Seminary Aku mau nanya tentang gimana saran2 untuk pacaran "Long Distance",aku sama cowo ku itu udah "Long Distance sejak Juny 2004 sampe sekarang,waktu bulan Juny 2004 itu aku masih tinggal di Jakarta,dan masih bisa kontak2an sama dia,aku kenal dia dari chatting,dan aku belum pernah ketemu sama orang nya langsung,aku tau wajah dia dari foto yang dia kirim,aku selalu berusaha untuk ketemuan sama dia,tapi,selalu berhalangan sampai akhir nya 30 January 2005 aku pindah ke USA,coz,bokap kerja di sini,dan sekarang kita masih tetep kontak2an tapi,hanya melalui email,dan telp cuma seminggu 1x,itu pun klo dia lagi ada pulsa aja,qta ga pernah SMSan coz,bokap belum beliin HP buat aku,alasannya banyak banget,sekarang aku bingung banget...komunikasi aku sama dia,udah ga kayak dulu lagi,apa aku harus putus sama dia???coz,aku sama dia juga beda agama...please kasih sarannya.... MasIdan.
Rahasia Kemuliaan Cinta.
Dik Ria yang sedang dirundung cinta, Cinta memang bisa membuat siapa saja terlena, bisa menjadi tak tahu harus berbuat apa, melakukan apa, dan tak sedikit membuat orang bisa menjadi lupa diri. Lupa diri apakah mereka sudah siap menerima cinta. Atau lupa diri tentang apa yang akan terjadi jika mereka harus menerima cinta. Cinta seakan adalah segala-galanya.
Cinta memang pemberian Tuhan, supaya manusia bisa saling memberi dan menerima cinta. Karena cinta adalah pemberian Tuhan, maka cinta harus dijaga kemurniaan dan kesuciaannya. Oleh karena itu, cinta yang murni dan suci harus ditempatkan di tempat yang mulia. Suatu tempat yag harus menjadi tujuan yang mulia. Tempat yang harus menempatkan cinta pada tempatnya. Suatu tempat di mana semua orang bisa merasakan aura cinta yang sedang dibina dua insan manusia.
Bukan cinta yang hanya untuk sebuah kepalsuan, pelampiasan, atau hanya sebagai sarana untuk mencari kepuasan. Suatu kepalsuan yang telah diguanakan untuk mengkianati cinta, yang seharusnya mulia. Maka dari itu, orang yang telah tega mengkianati cinta tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali hanya kekecewaan demi kekecewaan akibat perbuatannya sendiri. Oleh karena itu, supaya kita tidak menemui atau terhindar dari kekecewaan-kekecewaan akan cinta, maka berusahalah menjujung tinggi cinta itu setinggi-tingginya.
Ilmu tentang cinta tidaklah sesederhana yang banyak dibayangkan orang. Cinta tidak hanya sekedar senang-meyenangi. Cinta tidak hanya sekedar sayang-menyangi, suka-menyukai dan atau milik-memilki. Cinta adalah sebuah makna yang harus dicari dan dibagi dalam menjalani hidup yang panjang ini. Supaya dengan cinta, hidup kita selalu bermakna dan berarti. Maka dari itu, sudah menjadi sifat yang hakiki jika insan manusia selalu terpanggil dan selalu ingin mencari di manakah dan ke manakah cinta itu terhenti.
Karena kemulian dan kesucian cinta itu, maka kita harus banyak belajar darinya. Supaya kita tidak terjebak untuk mengkianati arti cinta, tanpa menyadarinya. Karena denaan adanya cinta kita harus belajar tentang siapa itu laki-laki, apa tujuan akhir dari cinta yang sejati, bagaimana kita harus menempatkan cinta yang seharusnya, bagaimana kita bisa menjalani hidup yang penuh liku, duri, kebohongan, kepalsuan, kemunafikan dan ketamakan sifat manusia dengan penuh cinta.
Oleh karena itu, cinta harus dijalani dengan kerendahan diri, keterbukaan diri, selalu banyak belajar darinya (karena betapa luasnya ilmu cinta itu), harus banyak bertanya tentangnya, harus tahu banyak hal yang sering berkaitan dengannya, dan butuh waktu untuk menjalaninya. Butuh waktu sebagaimana kita menapaki jalan hidup ini. Jalan hidup yang penuh lubang dan duri. Jalan yang akan merugi kalau kita harus kembali. Jalan yang harus ditempuh setapak demi setapak, supaya kita bisa tahu dimanakah letak lubang dan duri. Suapaya kita selalu berhati-hati menapakinya. Jalan yang membuat kita tahu tentang banyaknya pemandangan yang terus bergantian, sesuai langkah yang terus begerak maju ini. Pemandangan-pemandangan yang bisa memperluas cakrawala kita tentang cinta, kemulian dan kesucian.
Bukannya malah dijalani dengan penuh kesombongan, kecongkaan, kebodohan diri, dan tak mengetahui siapakah sebenarnya dirinya sendiri itu. Sehingga cinta dijalani dengan murahnya, dengan rendahnya dan jauh dari makna yang sebenarnya. Maka dapat dipastikan, mereka hanya mendapatkan cinta yang penuh kepalsuan dan pengkianatan. Bukan cinta yang sejati dan murni yang akan ditemuinya, namun hanyalah kepuasan-kepuasan semu yang didapatkannya. Kepuasan-kepuasan semu yang penuh jebakan dan lubang yang dibuatnya sendiri. Jebakan dan lubang yang mampu membuatnya ia terperangkap di dalamnya. Perangkap hidup yang penuh penyesalan dan kepedihan. Penyesalan dan kepedihan yang akan dominan mewarnai hidupnya. Maka dik Ria harus menjahui cinta kepalsuan seperti ini.
Cinta harus di-Jalani sesui Keadaan Diri.
Dik Ria yang saya banggakan, Kita harus sadar akan dengan kemampuan kita memahami hidup yang sangat pelik dan rumit ini.Kita harus menyadari itu. Maaf, umur anda baru 14 tahun, ini harus adik akui, sebagai ukaran kemampuan anda memahami hidup yang penuh lubang dan duri ini. Oleh karena itu pasti adik baru memulai belajar dan mencari pangilan jiwa yang hakiki ini. Ini memang harus terjadi pada siapa saja yang menginginkan hidup dalam kehidupannya yang lebih pasti.
Maka dari itu kakak tak melarang adik harus menikmati cinta yang baru mekar ini. Namun adik juga harus menyadari bahwa adik baru belajar dan mencoba mencari makna cinta yang sangat luas ini. Baru memulai mencoba memaknai sebuah dari sebagian cinta sejati.
Jadi menurut kakak, adik boleh-boleh saja untuk mencintai seseorang saat ini. Tapi adik harus ingat, untuk memiliki, harus melewati jalan yang masih panjang dan memerlukan waktu. Oleh karena masih panjangnya waktu, adik boleh saja mencintai, tapi jangan ingin memilki. Memiliki seakan suatu saat pasti akan menjadi suami istri. Seakan akan menjadi suami istri yang dikelilingi semerbak harumnya bunga-bunga cinta yang sejati. Boleh mencintai karena disamping panggilan hati, juga tak ada salahnya untuk belajar mencari makna akan arti cinta yang sebenarnya.
Cinta yang sebenarnya, yang mampu memunculkan aura kepada siapa saja yang melihatnya dan mendengarnya. Cinta yang sebenarnya, yang seakan milik mereka berdua. Sebagaimana cinta yang menuntut kita untuk belajar banyak tentang siapakah mahkluk manusia yang sebenarnya. Siapakah mahkluk laki-laki itu sebenarnya. Pastikah mereka atau salah satunya akan menjanjikan kehidupan yang nyata bagi kita. Menjanjikan kehidupan yang penuh perlindungan dan kasih sayang. Benarkah kita sudah mampu membedakan laki-laki sejati atau pecundang ? Apakah laki-laki yang kata-katanya mampu menyirami hati itu pastilah laki-laki sejati ? Apakah kita sudah mempunyai kemampuan tetang laki-laki yang sejati yang akan menjanjikan kehidupan sejati. Semua harus banyak belajar dan butuh waktu untuk mempelajarinya.
Oleh karena itu nikmati cinta sebagai mana keadaan diri. Cinta yang ditebarkan untuk mencari makna dan belajar darinya. Belajar untuk mencari arti cinta yang nyata. Bukan cinta yang keluar dari mulut yang pandai menari saja. Bukan cinta yang membuat terlena saat dibutuhkan saja. Bukan cinta yang dinodai banyak kebohonan dan kepalsuan belaka. Karena cinta membutuhkan waktu untuk memahaminya. Karena cinta membutuhkan waktu untuk semakin terus bisa dinikmati. Karena cinta butuh waktu untuk menemukan cinta yang nyata dan sebenarnya.
Sehingga kita tak mudah diombang-ambingkan oleh cinta. Supaya kita tak mudah dipencundangi atas nama cinta. Supaya kita tak mudah dikianati oleh cinta. Karena kita selalu waspada dan berusaha banyak belajar darinya. Belajar sekaligus menikmatinya. Menikmatinya dengan seksama dan teliti atas apa yang ada dengan cinta. Cinta yang harus ditapaki langkah demi langkah, dengan penuh kehati-hatian serta mencari makna yang ada. Tentang makna seberapa mampukah kita melangkah. Seberapa mampukah kita bersama dengan cinta. Cinta yang harus dijalani sesuai dengan kemampuan kita dan keberadaan kita yang baru berada di.mana.
Laki-laki , Cinta dan Nun Jauh di Sana.
Dik Ria yang baru mulai belajar cinta, Telah banyak laki-laki yang menjadi pecundang dalam permainan cinta. Walaupun tak sedikit yang telah menjujung tinggi sebuah arti cinta. Oleh karena itu, pecundangnya laki-laki dalam memaknai cinta tak lepas dari sifat dasar laki-laki yang sangat mudah merubah haluan cinta. Mereka sangat mudah berpindah cinta hanya karena menemui sedikit kekecewaan pada cintanya. Ini sangat berbeda dengan kebanyakkan wanita yang cenderung berusaha mempertahankan cinta. Inilah fakta nyata yang nanti adik akan temui suatu ketika.
Tak sedikit dari mereka malah bangga menjadi petualang cinta. Bangga karena mereka merasa mampu menciptakan permainan cinta. Karena sudah bakatnya, tak mengherankan banyak wanita yang bersimpuh kepadanya. Bakat yang terlatih sejak lama untuk belajar permainan cinta. Sehingga seakan mulutnya menari mengungkap cinta. Menarikan cinta yang mampu membuat wanita jadi terlena dibuatnya. Sehingga mereka tahu betul bagaimana caranya menaklukkan wanita. Menaklukkan cinta dengan kasih yang dipenuhi kebohongan, kepalsuan dan permainan. Maka kita harus belajar mengenalnya dan mampu melihat jiwanya yang sebenarnya. Supaya kita tidak terperosok karenannya.
Lalu bagaimana kita bisa memulai dan mencari cinta yang sebenarnya ? Untuk ini, berusaha jujur dan apa adanya dalam mencari cinta. Memulai dengan penuh kejujuran dalan menuju jalan cinta. Jujur dan apa adanya tentang diri kita, keadaan kita, orang tua kita, jujur tentang apa yang kita punya dan semua kejujuran yang harus keluar dari hati kita. Jujur jangan sampai kebohongan dan kepalsuan menodai cinta. Kejujuran adalah segala-galanya. Dengan kejujuran tiadalah mungkin kebohongan dan kepalsuan mampu mendekatinya. Kebohongan dan kepalsuan pasti akan pergi menjauh darinya.
Kebohongan dan kepalsuan dapat dilihat dengan cara mereka menghindar dari kejujuran anda. Kebohongan dan kepalsuan pasti akan lari menjauhi anda. Lari dan menghindar karena takut kebohongan dan kepalsuan akan nampak kelihatan. Lalu kalau sudah ada tanda-tanda atau gejala-gejala seperti ini apakah yang mampu kita harapkan darinya. Kalau sudah ada tanda-tanda yang mengarah ke sana, mengapa kita harus mempertahankannya.
Jangan terlalu terlena dengan kata-kata dan tulisan yang ada. Namun bukti nyata apakah tidak ada tanda-tanda secuil kebohongan yang telah terjadi di antaranya. Jika ada bukti akan adanya tanda-tanda tentang adanya kebohongan itu, maka dapat dipastikan yang ada hanya mulut yang menari memainkan kata-kata. Kata-kata yang hanya akan keluar dari seseorang yang jwanya telah dipenhi dengan noda cinta. Maka banyak belajarlah mengasah naluri untuk bisa membaca jiwa. Supaya kita tidak terperosok dalam kata-kata yang dipenuhi permainan cinta.
Oleh karena itu, jauhkanlah keinginan untuk segera memiliki cinta. Tapi nikmatilah sambil belajar membaca jiwa. Membaca jiwa yang mugkin akan menjebak anda. Menjebak anda dengan cinta yang dipenuhi noda. Kalau sudah terbukti adanya kebohongan cinta, maka bersegeralah mencari cinta yang sebenarnya. dan seterusnya, dan seterusnya, sambil menikmati dan belajar mengasah jiwa. Mengasah jiwa untuk bisa menangkap kebohongan dan kejujuran mereka. Dan siapa tahu, suatu ketika jika Tuhan menghendakinya, hanyalah kejujuran jiwa saja yang akan mendekati kita, dan yang berhak memliki kita. Tapi ini masih butuh waktu untuk belajar dan mengasah jiwa. Butuh waktu untuk mengatakan siap memilik cinta.
Maka saat ini, tiada salahnya untuk menikmati cinta. Dan mencoba membuka cinta yang lain, supaya kita terus banyak belajar darinya. Sehingga suatu ketika, kita tahu siapakah sebenarnya mereka (laki-laki) ? Apa maunya ? Apa yang dicarinya ? Setelah mampu mengetahui keinginan akan kejujuran mereka, inilah saat untuk memilkinya. Tapi ini butuh waktu untuk belajar dan memahaminya.
Cinta jarak jauh juga bisa diraba jiwanya. Kata-kata yang terungkap dalam jiwa bisa diraba karenanya. Maka belajar meraba jiwa dalam kata-katanya. Ketahuilah bahwa kesombongan dan kepalsuan tak jauh berada tempatnya dengan sifat yang sok tahu, sok punya, kesombongan, kecongkaan, segala sesuatu seakan menjadi tanpa masalah dan segalanya seakan menjadi mudah. Mudah dan tanpa masalah karena diselesaikan dengan kebohongan yang nyata. Maka belajar menangkap makna dari kata-kata dan belajar mengetahui jiwa melalui kata-kata. Maka kalau kita sudah mampu belajar membaja jiwa dengan kata-kata. Maka saatnya anda sudah pantas memiliki cinta. memilki cinta yang benar-benar nyata. Namun itu semua butuh waktu dan belajar untuk memahaminya.
Oleh karena itu, mencari cinta dengan media bukanlah masalah untuk dilakukannya. Maka nikmatilah dan selalu belajar dalam mencari makna. Jauhkan dulu rasa ingin segera memilikinya. Supaya anda tidak terjebak dalam sebuah permainan yang nyata. Terus belajar mengungkap kata-kata, karena di sana akan nampak jiwa yang ada.
Masalah Bokap, Berbaiksangkalah denagan orang tua, supaya anda bisa menikmatinya, untuk lebih memahaminya selengkapnya baca Klik>>> Kepedihan adalah jalan Menuju Kemuliaan ( Nikmatilah Kepedihan dengan Prasangka yang Baik).
Masalah beda Agama, Dalam mencari makna, tak harus untuk segera diputuskan, nikmati saja dan banyak belajarlah membaca jiwa. Anggap saja ini langkah awal untuk bisa menentukan prioritas-prioritas yang ada. Jujur saja Kakak lebih setuju kalau adik memilih yang seagama, sehingga aura cinta bisa dirasakan oleh siapa saja yang melihat dan mendengarkannya. Tapi kan sekarang belum saatnya, jalan untuk memilki masih jauh nun di sana. Belajar dan terus belajar membaca kata-kata, karena dalam kata-kata ada jiwa. Menurut kakak tidak ada jeleknya, Adik membuka diri mencari cinta yang lainnya, karena siapa tahu anda sudah terjebak dalam sebuah permainan cinta. Ini untuk jaga-jaga dan semakin mengasah jiwa untuk banyak belajar membaca jiwa, karena dalam kata-kata ada jiwa.
Oleh karena itu, untuk mencari cinta tidak perlu dibatasi oleh banyak fasilitas dan sarana yang ada, untuk bisa belajar mengungkap kata-kata ( misalnya surat dll). Jadi menurut kakak, tidak perlu adik kelimpungan karena tidak adanya sarana. Kakak khawatir, siapa tahu adik sudah benar-benar terjebak dalam permainan cinta. Maka santai saja dan nikmatilah hidup apa adanya, karena dengan begitulah kita bisa menikmatinya. Terus banyaklah belajar dalam kehidupan kita, supaya kita bisa selamat sampai tujuan. Tujuan yang penuh cinta dan cita, jauh dari kepalsuan hidup dan cinta yang merugikan.
Mungkin ini saja dulu yang bisa kakak uraikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan, ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran dari masalah-masalah mereka di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Adik selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Maka jangan sampai ketinggalan satu topikpun yang harus anda baca ! Terimakasih !
|