|
Mengerjakan Sesuatu ! Awalilah dengan Anggapan yang Mudah !
Suta, 25 thn, Seniman, Kiaracondong, Bandung. 9 Mei 2005.
Aku tuh sekarang kerja di dunia film (jadi clipper) disamping itu aku juga kerja di sebuah kafe di bdg,aku punya simpanan uang,aku bingung ni uang buat beli rumah ato modal buat nikah? gimana yah ? pilih yang mana ? sebenarnya cewenya sih belum ada yang cocok,jadi kalo duh gusti ada anggota cewe yang serius siap nikah kenalin donk ke aku
?
MasIdan.
Sesuatu itu menjadi sulit, jika sudah di awali dengan anggapan yang sulit !
Menikah dan memilih jodoh itu pada dasarnya mudah ! Cuma bagaimana kita melihat atau mempunyai pandangan tentang itu. Pandangan tentang sesuatu, sebagai suatu hal yang sulit atau sebagai suatu hal yang mudah. Ingat ! Sesuatu itu mudah atau sulit, tergantung dari bagaimana cara kita memandang sesuatu itu sebagai suatu hal yang mudah atau sulit.
Orang sudah banyak beranggapan bahwa pelajaran matematika itu sulit. Dan kenyataannya banyak siswa atau masyarakat sudah beranggapan begitu. Tapi mereka lupa, ketika mereka bisa bermain catur atau bermain kartu ( remi atau sejenisnya ) seharian atau semalaman. Mereka tidak menyadarinya bahwa bermain catur ataupun kartu adalah hal yang mudah. Sesuatu yang mudah karena kita atau masyarakat sudah beranggapan dan mempunyai pandangan bahwa itu sesuatu yang tidak sulit. Dengan pandangan dan anggapan inilah, mereka seakan bersemangat untuk belajar dan mencoba. Pangdangan, anggapan dan semangat inilah yang menyebabkan mereka merasa mudah untuk belajar atau bermain catur dan remi.
Demikian selanjutnya, merekapun tidak menjadi kesulitan untuk belajar dan menjadi mahir bermain catur atau kartu. Padahal kalau kita mau mengurut-urutkan tahapan-tahapannya belajar catur dan bermain kartu, bukanlah hal yang mudah seperti banyak yang telah menjadi anggapan orang. Namun karena sudah ada anggapan (oleh masyarakat) bahwa itu bukanlah sesuatu yang sulit maka menjadi mudahlah mereka belajar dan mahir. Persepsi inilah yang menentukan seseorang untuk bisa mudah belajar dan menjadi mahir.
Demikian juga dengan belajar ilmu matematika, sudah terlalu banyak anggapan masyarakat bahwa pelajaran tersebut memanglah sulit. Nah persepsi dan anggapan itulah yang menjadikan pelajaran matematika itu menjadi sulit. Memang kalau kita mengerjakan metematika dengan cara melompat, tanpa ingat betul tahahpannya, maka belajar atau mengerjakan matematika menjadi sulit. Sebab, matematika sejak dari SD sampai SMU merupakan sebuah tahapan untuk mengusai tingkat permainan angka-angka yang semakin rumit. Namun perlu diketahui, kalau kita menguasai tahapan demi tahapan, maka tahapan selanjutnyapun tidaklah menjadi sulit dan rumit.
Faktor lupa dan melompat tanpa tahapan menjadikan pelajaran matematika menjadi sangat sulit. Padahal tidak jauh berbeda jika kita bermain catur atau kartu, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu atau malah mungkin kita lupa akan sesuatu, tidak mustahil bermain kartu dan catur itu menjadi sulit. Namun akibat persepsi yang beranggapan mudah itulah, menjadikan mereka tidak merasakan kesulitan untuk menghapal dan mengetahui betul tahapan-tahapannya.
Inilah makna yang tersirat dalam jalan hidup yang sebenarnya, yaitu tidak ada sesuatu yang sulit jika tahu betul permasalahan hidup kita. Kalau kita selalu optimis dan mau banyak belajar terhadap ilmu kehidupan, niscaya hidup kita pun serasa menjadi lebih mudah. Semua dan semuanya masalah kehidupan, pekerjaan, jodoh, rejeki dan lain sebagainya, kalau kita mau belajar tentang ilmunya, pastilah semua menjadi mudah dan menyenangkan.
Namun sebaliknya jika kita menghadapi hidup dengan penuh rasa pesimisitas, maka tentu saja jalan hidup kita juga serasa sulit dan kurang menyenangkan. Bahkan tidak mustahil, kita malah sering dihadapkan oleh banyaknya masalah yang muncul akibat rasa kepesimisan kita. Rasa kepesimisan kita akibat ketidaktahun ilmu tentang segala jalan hidup kita. Dan rasa kepesimisan kita, akibat kita tidak mau belajar tentang ilmu jalan hidup tersebut. Segala ilmu jalan hidup yang pasti akan kita hadapi dan kita lalui. Ilmu jalan hidup tentang ilmu yang harus diketahui, ketika kita mau usaha atau bekerja apapun. Ilmu jalan hidup tentang masalah jodoh. Ilmu jalan hidup tentang perkawinan, tentang keluarga, tentang masyarakat dan lain sebagainya. Semua jalan hidup kita akan menjadi mudah kalau kita mau belajar tentang ilmu jalan hidup. Dan kalau kita bisa menguasai atau mengerti tentang ilmu itu, pastilah kita akan menganggapnya menjadi mudah. Menjadi mudah karena kita tahu tentang ilmunya.
Jodoh sebenarnya punya makna mudah dan sederhana !
Begitulah kira-kira makna dari ilmu tentang jalan hidup. Jadi kalau kita mau mempelajarinya dan mengerti maka serasa kita menjadi mudah menjalani hidup ini. Kita menjadi mudah menemukan jodoh kita. Kita menjadi mudah menemukan rejeki kita. Menjadi mudah untuk menentukan langkah menuju perkawinan kita. Menjadi mudah untuk membina keluarga yang menyenangkan. Terus dan terus menjadi mudah dan menyenangkan semua urusan hidup kita. Dan dengan ini, kita justru akan sering mendapat keberhasilan-keberhasilan dalam hidup kita.
Jodoh dan perkawinan juga tidak jauh berbeda dengan bagaiman cara kita memandang. Kalau kita sudah tahu atau mau mempelajarinya maka jodoh dan perkawinan bukanlah hal yang sulit. Kata jodoh biasanya menjadi menakutkan dan sulit, jika harus dipertimbangkan terlalu njlimet dan pelik. Kata jodoh kadang-kadang dituntut untuk sempurna, padahal diri kita tidak selalu sempurna. Manusia tidak akan pernah sempurna. Untuk itu manusia dituntut untuk mawas diri dan berhati-hati. Sebab kalau kitadaksempurnaan manusia tidak bisa dikendalikan, bisa-bisa jadi bumerang dalam menapak langkah hidupnya.
Bagaimana tidak menjadi bumerang dalam hidup kita, kalau kita selalu secara berlebih-lebihan dibayang-banyangi oleh ketakutan-ketakutan dan kesulitan yang telah kita buat sendiri. Kita buat sendiri sebagai sebuah bayangan yang sulit dan menakutkan, tentang jodoh yang akan kita pilih. Bayangan tentang kekurangan-kekurangan yang mungkin ada pada jodoh kita. Di lain pihak, kita kita tidak menyadari bahwa ternyata kita juga punya kekurangan yang ada pada diri sendiri.
Bayangan yang telah menjebak kita akan ketakutan-ketakutan untuk memilih. Bayangan yang telah menjebak kita untuk menakutki sesuatu yang mungkin terjadi. Bayangan yang membuat kita takut akan sesuatu yang terjadi, jika kita sudah memilih. Ketakutan-ketakutan akan kekurangan-kekurangan yang ada pada pilihan kita, yang mungkin bisa jadi tak lebih menakutkan tentang apa yang telah menjadi kekurangan pada diri kita. Bayangan yang telah kita buat untuk mempersulit diri kita tentang segala sesuatu. Mempersulit segala sesuatu tentang jodoh kita, tentang keluarga kita, tentang masa depan kita, tentang kecukupan kita (kekayaan), tentang pekerjaan kita, dan sebagainya, dan sebagainya.
Pada dasarnya jodoh adalah mudah dan cukup sederhana. Kalau kita mau dan mempelajari ilmunya. Pada dasarnya jodoh itu mudah kalau kita tidak ingin dan tidak mau mempersulitnya. Pada dasarnya jodoh itu sederhana kalau kita tidak ingin dan tidak mau terlalu membuat ketakutan-ketakutan sendiri. Karena memang jodoh itu sebenarnya mudah dan sangat sederhana.
Manfaatkan sesuatu yang sudah siap dan kita punya.
Menurut kami perkawinan adalah sesuatu yang sangat sakral dan mulia. Oleh karena itu, menurut hemat kami perkawinan tidaklah harus dilaksanakan secara mewah. Sebab buat apa sebuah perkawinan dilakukan dengan bermewah-mewah, kalau ternyata tidak mempunya makna yang sesungguhnya. Makna sebuah perkawinan, yang kurang lebih, mengumumkan dan mengabarkan telah terjadinya sebuah perkawinan.
Apa artinya kabar dan pengumuman sebuah perkawinan, jika ternyata pada akhirnya perkawinan itu sangat sulit untuk dipertahankan. Apa arti sebuah kabar dan pengumuman, jika ternyata pada akhirnya perkawinan tersebut penuh lubang dan duri. Apa artinya sebuah pengumuman dan kabar, jika ternyata perkawinan tersebut tidak bisa dijadikan contoh bagi perkawinan-perkawinan yang lainnya.
Oleh sebab perkawinan itu sakral dan mulia, maka seharusnyalah kalau kita berani mengumumkan secara besar-besaran dan banyak biaya itu dilakukan dengan penuh konsistensi, dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat dijadikan contoh tauladan bagi siapa saja yang melihat dan menyaksikan. Lalu apa makna jika ternyata tidak begitu ? Lalu apa artinya kalau ternyata tidak konsisten dengan apa yang terjadi ? Lalu apa maksudnya kalau ternyata dalam perkawinannya banyak memunculkan bara (api) ?
Kami tidak bisa membayangkan (ini banyak kasus dan kejadian), ketika perhelatan besar-besaran itu tidak hanya mengundang masyarakat biasa, teman dan sahabatnya atau malah mungkin siapa saja kenalan yang banyak itu. Namun perhelatan yang sangat besar biayanya itu, juga mengundang tokoh-tokoh dan pejabat-pejabat penting. Betapa bahagianya mempelai itu, saat itu. Hari itu bagai harinya, hari yang mungkin sangat bersejarah bagi mereka berdua. Bagaimana tidak, perhelatannya saja besar, tamunya saja banyak dan diiringi dengan musik-musik nada kegembiraan. Di isinya perhelatan itu dengan petuah-petuah dari salah satu tokoh agama. Pidato-pidato acaranya saja banyak di isi oleh para pejabat yang telah banyak di kenal. Bagaimana tidak menjadi hari yang paling berarti bagi mempelai dan keluarganya, saat itu.
Lalu apa jadinya, lalu apa artinya, apa maknanya, dan apa maksudnya itu semua ? Kalau ternyata perkawinan itu pada akhirnya tidak bisa menjadi contoh dan tauladan bagi siapa saja yang dulu datang ke perhelatannya. Lalu apa artinya perkawinan itu jika ternyata hanya membawa rasa malu bagi keluarga besarnya. Lalu apa jadinya kalau ternyata perkawinan itu pada akhirnya hanya menjadi berita besar yang cukup menghebohkan siapa saja yang mendengar dan melihatnya ? Lalu apa maksud dan tujuan perhelatan yang banyak memakan biaya itu, kalau ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak dapat dilakukan secara konsisten seperti apa yang telah dilakukannya.
Bukan kami menentang sebuah perhelatan besar sebuah perkawinan. Namun kami berharap dan menuntut konsistensi dan pertanggungjawabannya dihadapan banyak orang yang telah mendatangi undangannya. Sebuah konsistensi dan pertanggungjawaban akan usaha untuk menjadikan sebuah keluarga yang benar-benar bahagia. Keluarga yang bahagia sebagai mana ilmu cinta yang luhur dan mulia itu. Bukan malah sebagai keluarga yang sangat bodoh dalam mengartikan cinta dalam keluarga barunya. Sehingga menjadi keluarga yang sering ditimpa berbagai masalah ,yang sebenarnya terjadi karena kebodohan dan ketidak tahuan arti cinta dalam keluarganya. Arti cinta yang sebenarnya mulia dan luhur itu.
Belikan saja rumah jika sudah cukup untuk membelinya, Karena anda sudah tahu, apa dibalik makna dan tujuan sebuah perhelatan perkawinan itu, maka tidak ada keharusanlah untuk untuk menjadikan perhelatan itu harus dengan biaya yang besar. Apalagi anda belum mempunyai pilihan dan calon yang ingin dipilihnya, maka menurut hemat kami, memanfaatkan sesuatu yang sudah siap di manfaatkan akan lebih baik dari pada menunggu akan dimanfaatkan terhadap sesuatu yang belum pasti dan jelas.
Toh rumah juga tidak harus menjadi tempat tinggal, jika kita ingin lebih produktif mengais rejeki. Tidakkah rumah bisa menjadi sebuah infestasi yang lebih menguntungkan dan paling aman, dari pada kita punya uang tapi tidak dimanfaatkan sama sekali. Rumah kan bisa menjadi tempat tinggal sekaligus infestasi jika anda tertarik akan itu. Tapi yang jelas manfaakan sesuatu yang sudah siap dan kita punya, apapun yang kita punya tidak hanya sekedar uang saja.
Dan Selamat menentukan Langkah Anda selanjutnya ! Selamat memperjuangkannya ! Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami uraikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan, ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran dari masalah-masalah mereka di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap dalam jebakkan hidup yang tak kentara ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|